
Arkana yang sudah berada di depan ruangannya langsung membuka pintu bersama dengan itu Salma melihat sekeliling ternyata dia sudah jauh dari kerumunan
ceklek
Suara pintu terbuka sehingga membuat orang yang berada di dalam langsung melihat ke arah pintu yang sudah menampakkan Arkana yang sedang menggendong salma
Arkana langsung masuk dan menutup pintu lagi para sahabat nya hanya melihat saja sehingga Reyna harus mengingatkan mereka
"om bangun ka Salma agar duduk di dekat aku "titah Reyna sehingga mampu membuat kedua lelaki itu berpindah tempat
Arkana langsung menyimpan Salma dengan sangat hati hati di sisi Reyna
"ka kau dari mana tadi sehingga di hadang seperti itu" tanya Reyna saat Salma sudah duduk di sisinya
"apa kau tidak melihat lokasi nya " jawab Salma dengan menatap dua laptop di meja
"ham ambilkan kotak obat" titah Arkana saat menyadari kening nya Salma sedikit mengeluarkan darah, kepada Ilham lalu duduk di samping Salma
Ilham pun langsung mengambilnya di kamar mandi ruangan Arkana karena Arkana selalu menyimpan nya di sana
"Rey kenapa kamu bisa tau posisi Kaka " tanya Salma saat menyadari bahwa cctv yang di retas Reyna tempat tadi ia berkelahi
"hehehe maaf ka aku memasang alat di setiap kendaraan Kaka hehe " jawab Reyna dengan tersenyum kuda sehingga memperlihatkan gigi nya
"lalu kenapa kamu ada di sini awww Arkana pelan sakit tau " tanya Salma saat menyadari sepertinya Reyna sedari tadi di sini, dengan meringis saat Arkana mulai mengobati luka yang ada di keningnya yang sedikit mengeluarkan darah
"mana tau kan yang luka kamu bukan aku" jawab Arkana dengan terus mengobati lukanya itu
Awww
"sakit Salma " ringis Arkana saat pahanya di cubit dengan kencang oleh Salma yang kesal saat mendengar jawaban Arkana
"maka dari itu pelan sudah tau orang yang sakit" ucap Salma setelah Arkana selesai mengobati lukanya
Sedangkan yang lainnya hanya menonton saja di tempat masing masing Reyna,Safira dan Ilham yang duduk bersebelahan sedangkan Zainal dan Bisma berdiri di sisi Arkana
Dertt derttt
ponsel Reyna berdering yang masih berada di atas meja sehingga membuat mereka langsung melihat ke ponsel Reyna
Reyna pun langsung mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelpon nya
"lah ka tumben umi nelpon " tanya Reyna kepada Salma saat melihat siapa yang menelpon nya
"angkat saja mungkin ada hal penting lagi pula juga kita hampir dua bulan tidak menemui umi "jawab Salma kepada Reyna
Reyna pun langsung mengangkat nya
__ADS_1
"assalamualaikum umi " salam Reyna terlebih dahulu
"walaikum salam Rey bisa kau ubah ke mode ehh apa itu " ucap umi
"video call maksudnya "
"ya itu umi ingin melihat wajah kamu "
Reyna pun langsung mengganti ke panggilan video call
"assalamualaikum cucu isi kulkas dua pintu Haha" salam ulang umi dengan tertawa melihat wajah Reyna yang langsung cemberut
"walaikum salam emak emak " jawab Reyna sewot
Mereka semua yang ada di ruangan itu sedang menahan tawanya agar tidak terdengar terkecuali dua orang es balok dan es kutub Selatan
"masa umi di panggil emak emak Rey "protes umi
"eh eh eh engga sadar umur umi ini lagian juga ngapain manggil Reyna dengan sebutan isi kulkas dua pintu coba " tanya Reyna
"ya iya lah kamu itu orangnya ga bisa di tebak dan gampang banget merubah raut wajah sama kalau ngomong juga engga bisa di tebak sama bukan kaya isi kulkas dua pintu yang sama sama isinya ga bisa di tebak bukan " jawab umi dengan tersenyum puas saat melihat wajah Reyna semakin jengkel
"ya ya ya terserah umi saja ad.." ucap Reyna yang terpotong oleh umi
" Rey di mana cucu es balok umi " tanya umi menanyakan Salma
Mereka yang di sana semakin tidak bisa menahan tawanya sehingga mereka semua membekap mulutnya dengan tangan nya masing masing agar tawanya tidak terdengar terkecuali Arkana dia hanya tersenyum tipis saja
" oh kamu juga ada di sana sal bersama Reyna "ucap umi
"ada apa umi menelpon Reyna "tanya Salma masih dengan wajah datarnya
"oh ayolah Salma kau ini basa basi dulu gitu tanya kesehatan umum gitu misalnya bukan langsung menayangkan" jawab umi
"malas pasti ujung ujungnya umi sana Reyna bully aku " jawab Reyna sambil menatap Reyna yang sudah tersenyum melihat pertengkaran umi dan Salma
"hahahaha kau ini pasti tau saja hahaha" jawab umi dengan tertawa
"umi apa umi sedang sakit ko wajah nya sedikit pucat begitu " tanya Reyna yang baru menyadari nya
"kamu tau saja Rey karena itu umi menelpon kalian agar menginap di sini beberapa hari saja lagi pula kalian sudah lama tidak kemari "jawab umi
"lah kenapa baru sekarang umi menelpon nya lalu umi sakit sejak kapan "tanya reyna lagi
" baru beberapa hari ini Rey dan jangan lupa bilang kepada Ajeng dan Ella agar kalian semua menginap di sini " ingat umi lagi
Reyna tidak menjawab dia hanya melirik Salma saja
__ADS_1
"huh baiklah umi tapi Salma dan Reyna tidak bisa janji bahwa kami berdua akan menginap mungkin hanya ka Ella dan bi Ajeng saja yang akan menginap di sana Salma dan Reyna masih ada kerjaan sedikit mungkin kamu berdua akan terlambat dua hari kesana nya " jelas Salma panjang lebar
"hmmm baiklah asal kalian juga akan menginap di sini umi tidak masalah kalau begitu umi ingin istirahat kembali " pamit umi
"baiklah assalamualaikum " jawab Salma dan Reyna bersamaan
" walaikum salam " jawab salam umi
Reyna yang sudah mendengar jawaban umi pun langsung mematikan panggilan nya
"hah ka jadi kapan " tanya Reyna kepada Salma saat panggilan sudah di matikan
" nanti Kaka tanyakan dulu kepada bi Ajeng dan ka Ella agar merek agar bisa berkemas dahulu " jawab Salma
"tapi siapa yang akan mengantar bi Ajeng dan ka Ella " tanya Reyna lagi
"itu gampang nanti Kaka suruh orang kakak saja " jawab Salma
"Reyna azkila putri siapa nenek tadi yang kau dan ka Salma sebut umi itu " tanya Safira yang sedari tadi mendengar kan
Salma dan Reyna baru menyadarinya kembali bahwa mereka di sana tidak berdua
"itu umi nya bi Ajeng atau juga ibunya kamu sudah menganggap bi Ajeng keluarga kamu maka dari itu juga kami menganggap umi bi Ajeng nenek kami dan kami juga sudah seperti keluarga bagi bi Ajeng dan umi " jelas Reyna
"sejak kapan bahkan aku Zahra dan Serena tidak mengetahui nya ", tanya Safira lagi karena baru kali ini dia melihat nya
"sajak gue masih kecil bahkan saat kami masih sekolah pun sudah sering kesana saat gue dan ka salma libur sekolah kami berlibur ke sana " jawab Reyna lagi
Mereka semua hanya mendengarkan saja penjelasan Reyna tentang keluarga nya
"Rey apa kamu sudah menghubungi paman " ucapan Salma membuat mereka kaget lalu melihat ke arah Salma yang sedang memainkan laptop Reyna bahkan Arkana juga tidak mengetahui sejak kapan Salma memainkan laptop nya Reyna itu
"ah aku lupa ka hehe "jawab Reyna
"hubungi sekarang agar kau lebih leluasa" titah Salma dengan mata yang masih fokus ke laptop nya
"yuhu izin dari ka Salma sudah di berikan tinggal izin dari uncle saja " girang Reyna dengan mata berbinar sehingga membuat mereka merinding sekaligus heran
"ya untuk kali ini Kaka yang memberikan izin pertama bukan paman enak saja Kaka berkelahi dia hanya menonton saja saat lawan sudah lelah baru dia keluar " jawab Salma kembali lalu melihat ke samping dan benar saja Arkana mengawasinya
"apa " tanya Salma kepada Arkana saat dia tetua mengawasinya
"hanya ingin melihat saja apa yang kau lakukan"jawab Arkana
bersambung.......
(masih di pantau 😂😂 bahkan sekarang author main petak umpet 😂😂 kalau sudah lengan baru author kembali membuat cerita fiksi author 😂😂 kalau sudah di pantau kembali langsung keluar lalu kembali membaca novel sungguh indah bukan 😂😂)
__ADS_1