
Zahra dengan setia mendengar kan penjelasan Safira, sementara itu Arkana yang masih memperhatikan wajah Salma dari samping Salma
Salma mulai membuka mata nya dengan pelan, saat dia membuka mata nya dia langsung melihat wajah Arkana yang sedang berada di sisi nya yang masih melihat nya
Salma yang langsung melihat wajah Arkana langsung terdiam saat Arkana juga melihat wajah nya sehingga membuat
Mereka saling pandang, Salma langsung tersadar dengan wajah yang sedikit panas bisa jadi wajah nya sedikit merah saat Arkana melihat ke arah nya dengan memberikan senyum tipis nya
Salma pun berusaha untuk duduk dengan di bantu Arkana sedang kan yang lain nya masih belum menyadari bahwa Salma sudah bangun
"jadi mereka di minta oleh bi Ajeng untuk membantu Salma ke luar dari trauma nya"angguk Zahra dengan pelan setelah mendengar kan penjelasan Safira
Eh
Zahra kaget saat dia melihat ke arah Salma yang sudah duduk dengan tegak dan benar
"sejak kapan Lo bangun sal" ucap Zahra sehingga membuat semua nya melihat ke arah Salma yang sedang duduk dengan wajah yang masih sedikit pucat
"barusan " jawab Salma pelan
Zahra mengangguk saja tanda mengerti dengan jawab yang di berikan oleh Salma
"zah " panggil Salma dengan mata yang tertuju kepada tangan kanan nya yang ada selang infus nya
"huft gue kasih Lo cairan supaya ko sedikit segar " jawab Zahra yang paham akan tatapan Salma yang tertuju kepada tangan nya itu
"emang nya gue kenapa" pertanyaan bodoh Salma itu keluar dengan sendiri nya
"gak apa apa " jawab Zahra lagi dengan sedikit malas
Salma mengangguk saja tidak lama kemudian ponsel nya kembali berdering, Salma pun mengambil ponsel nya tanpa melihat siapa yang menelpon nya
Salma langsung mengangkat nya saja karena dia sudah tau bahwa itu Ella
"assalamualaikum bi " salam Salma saat mengangkat panggilan itu
"walaikumsalam non " jawab bi Ajeng dengan lirih dan suara yang sedikit serak mungkin karena bi Ajeng sudah menangis
"maaf bi aku tidak bisa kesana " ucap Salma dengan kepala yang sedikit menunduk saat mengucapkan itu
"tidak apa non bibi paham " angguk bi Ajeng di sebrang sana
"tolong sampaikan juga kepada umi bahwa aku dan Reyna tidak bisa menepati janji kami " Salma meminta maaf lagi dengan penuh sesak di hati nya dengan suara pelan karena tidak bisa bertemu dengan umi di waktu terakhir nya
__ADS_1
Sedangkan kan yang lain nya hanya diam tanpa bersuara untuk sesaat memilih untuk mendengarkan ucapan Salma dengan Bi Ajeng meski pun mereka tidak dapat mendengar suara bi Ajeng yang berada di sebrang telpon sana
"sudah lah non jangan diri non Salma sendiri, memang sudah waktu. nya umi di panggil tanpa bertemu dengan non Salma dan non Reyna dulu " ucap bi Ajeng dengan nada yang masih sama
"apa perlu aku ke sana bersama sky bi " tawar Salma kepada bi Ajeng
"tidak perlu non, non Salma di sana saja cukup dengan berdoa saja untuk umi, non Reyna juga belum bangun bukan "tolak bi Ajeng dengan halus
"baik lah bi " Salma pasrah saja saat mendengar tolakan Bi Ajeng
" jika bibi dan ka Ella akan pulang hubungi aku saja nanti aku suruh seseorang untuk menjemput nya " lanjut Salma sambil mengingat kan
"iya non mungkin bibi dan non Ella di sini hanya beberapa hari lagi " jawab bi Ajeng
"ya sudah bibi matikan telepon nya assalamualaikum " pamit bi Ajeng
"iya Bi walaikum salam " jawab salam Salma
Bi Ajeng pun mematikan panggilan nya setelah mendengar jawaban Salma
Hah
Salma menghela nafas nya sambil menutup mata nya saat panggilan itu sudah di matikan oleh bi Ajeng
Salma hanya mendengarkan saja masih dengan mata terpejam menahan air mata yang akan keluar
"hah sulit" jawab Salma tiba tiba
Sret
merek di buat kaget oleh tindakan Salma yang menarik selang infus dengan sedikit kasar sehingga membuat tangan nya sedikit mengeluarkan darah
"Salma "panggil Zahra dengan ngilu saat Salma menarik selang infus itu
"kenapa" ucap Arkana tiba tiba kepada Salma dengan wajah datar setelah melihat Salma menarik selang infus itu
Salma yang mendengar ucapan Arkana pun langsung melihat ke arah nya
"dari kecil gue anti yang nama nya cairan yang di masukan ke dalam tubuh gue dengan bantuan selang infus" jawab salma dengan wajah datar sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain
"astaghfirullah ka tangan Lo berdarah" kaget Safira saat melihat tangan Salma
mereka semua pun langsung melihat ke arah tangan Salma, dan benar saja tangan nya berdarah
__ADS_1
"aish Lo ini sal " ucap Zahra sambil berdiri lalu berjalan ke arah lemari kecil yang ada di dekat ranjang Reyna untuk mencari kotak obat
Sedangkan Salma dia hanya bisa melihat saja dengan wajah yang tanpa ekspresi
setelah dapat apa yang di cari oleh Zahra, dia pun berjalan kembali menuju Salma untuk mengobati tangan nya itu
Zahra dengan perlahan membersihkan darah yang berada di tangan Salma dengan pelan dengan sedikit meringis seperti dia yang sedang di obati
Sedangkan Salma dia hanya diam saja masih dengan wajah yang tanpa ekspresi
"selesai" gumam Zahra setelah dia menempelkan plester di tangan Salma
"apa Lo engga ngerasa sakit sal " ucap Zainal yang sedari tadi memperhatikan wajah Salma yang sedang di obati oleh Zahra
"tidak " jawab salma singkat
"sungguh di luar nalar jawaban ka Salma ini " heboh Safira dengan suara yang sedikit cempreng tapi dengan suara pelan (hanya seseorang yang memiliki suara cempreng saja yang bisa ya)
" tidak??? Maksud nya bagaimana sal " ulang Ilham tidak paham
"luka sayatan sudah terbiasa " jawab Salma dengan singkat padat dan jelas sehingga membuat mereka semua langsung menutup mulut mereka
karena mereka semua paham akan jawab Salma yang singkat itu, meskipun jawaban Salma singkat tapi perjalanan Salma untuk membuat luka sayatan itu hilang tidak lah singkat
"apa sebenar nya masalah di balik semua ini sal??? Sehingga membuat luka seperti itu membuat mu sudah terbiasa" batin Arkana bertanya tanya lagi
derttt derttt derttt
Ponsel Salma berdering kembali sehingga membuat mereka semua langsung membuyarkan pikiran mereka
Salma pun melihat siapa yang menelpon nya, saat dia melihat siapa yang menelpon Salma Mengangkat ke dua alis
saat di layar ponsel nya terdapat nama 'gillaaa' karena penasaran salma pun mengangkat panggilan itu
"gila "panggil Salma kepada orang yang di sebrang telpon itu
sehingga membuat mereka semua bertanya tanya lagi ' siapa yang di panggil gila oleh Salma ' itulah isi pikiran mereka saat mendengar panggilan Salma yang sedikit unik bin aneh itu
"aish busa tidak panggil orang itu yang benar dan enak di dengar" omel orang di sebrang telpon itu dengan suara yang cepat
"bagi Kaka lebih enak di panggil gillaaa " jawab Salma masa bodo
orang di sebrang sana menjadi jengkel sendiri saat mendengar jawaban Salma
__ADS_1
Bersambung.......