
Faisal yang mendengar Reyna meminta izin untuk menghukum dia, langsung panik dan di pikiran nya ada dua tebakan untuk hukum nya itu
"no help me " teriak Faisal di dalam batinnya
"baiklah kita tebak ATM ku lagi atau bertarung " batin Faisal menebak hukuman yang akan di minta Reyna
"kamu yakin put mau menghukum nya " tanya Kamila dengan memandang wajah Reyna yang masih tersenyum
"iya aunty aku yakin " jawab Reyna dengan semangat
"memangnya kamu mau memberi hukuman apa put "tanya Fahmi lalu melihat Reyna yang berada di sisinya
"hmmm bukankah Faisal si ilmuan gila ini baru saja menjual barang nya temuannya beberapa hari lalu" ucap Reyna dengan senyum terus mengembang saat melihat wajah Faisal semakin waspada
Faisal sebenarnya dia mengambil jurusan bisnis tapi karena hobinya itu terhadap sains sehingga dia mendapatkan julukan dari Reyna dan Salma yaitu ilmuan gila
Meski dia tidak masuk jurusan sains tapi dia dapat mempelajari tentang sains tanpa bimbingan guru, dia hanya bermodal bertanya saja dan mendengarkan saja, dia juga pintar dalam bidang kedokteran saat dia masih sekolah menengah atas dia mengambil jurusan kesehatan atau dokter (author ga tau karena author engga lanjut sekolah hehe ) dan itu pun mampu membuat dia berkembang lebih jauh lagi
"benar memangnya mau apa put " jawab Fahmi
Reyna tidak menjawab dia hanya tersenyum saja sambil melihat wajah Faisal yang masih menunduk dengan wajah pucat
.
.
.
.
Arkana membawa Salma menuju mobilnya saat sudah sampai di parkiran di ikut ketiga sahabat Arkana itu
"ham buka pintunya " titah Arkana k pada Ilham
Ilham pun membuka nya karena dia yang memegang kunci mobil Arkana saat tadi pagi ia pergi bersama dengan Arkana
pintu mobil sudah di buka Arkana menyimpan Salma di kursi depan dengan perlahan lalu menutup pintu mobil dan berjalan menuju kursi kemudi setelah mengambil kunci mobilnya dari Ilham
Lalu menyalakan mesin mobilnya setelah masuk dan duduk dengan rapih
Sedangkan Ilham, Zainal dan Bisma saling pandang saja saat mobil Arkana meninggal mereka di parkiran
"hah bis gue nebeng di mobil lu kita ikuti saja mobil Arkana " ucap Ilham sambil menyeret Bisma agar segera masuk sedangkan Zainal dia tidak banyak bicara langsung saja naik ke motor milik nya itu yang tadi sempat di bully oleh Reyna dan Safira
"Ar lo mau bawa gue ke mana " tanya Salma bingung dengan wajah waspada meski tertutup oleh raut wajah dingin dan datar
"hah gini nih kalo di kasih tau " Arkana bukan menjawab dia malah berbicara sendiri lalu menoleh ke arah Salma dengan tatapan penuh peringatan
__ADS_1
"jawab Ar " ucap Salma saat dia melihat Arkana menoleh ke pada diri nya
"harus di hukum lagi sepertinya" jawab Arkana dengan senyum jahilnya
"maksudnya " bingung Salma karena dia merasa tidak melakukan kesalahan
"Lo dan gue maksudnya" ulang Arkana agar Salma mengingat apa yang tadi ia ucapkan
Salma pun langsung mengingat nya
"ya ya ya jawab aja sih "ketus Salma
"tidak kalau ucapan kamu di ulang dengan sedikit sopan " ucap Arkana dengan tersenyum dan pandangan mata fokus menyetir
"hais ribet kamu mau bawa aku ke mana" protes Salma tapi tetep mengulang ucapan nya tadi
"ke KUA supaya sah " jahil Arkana sehingga membuat Salma kaget
Awww
"sakit sal kau ini suka sekali menjambak rambutku"ringis Arkana saat Salma menjambak rambutnya lagi
"kamu ini yang sakit bukan aku " jawab Salma lalu mengambil ranselnya yang masih setia ada di punggung nya
karena dia belum melepaskan ranselnya selama berjam-jam di perusahaan Arkana, lalu mencari sesuatu yang dia ingin setelah menemukan apa yang dia cari Salma pun menggendong ranselnya ke punggung nya lagi
"kalo iya emang kenapa,,,, kamu mau " jawab Salma sambil memakan permen lolipop yang masih setia berada di bibirnya
"engga aku cuman nanya " ucap Arkana lalu kembali fokus menyetir lagi
Sedangkan Salma dia langsung mengambil ponselnya untuk membersihkan noda darah yang ada di ponsel nya karena dia baru mengingatnya, saat dia meretas cctv untuk memastikan bahwa Faisal memang menonton nya, di tangan nya masih ada noda darah yang mengalir dari belati yang di pegangnya tangannya
Mobil pun kembali sepi lagi tanpa ada yang berani membuka suara terlebih dahulu mereka sibuk sendiri
Arkana yang sedang fokus menyetir dan Salma sedang fokus membersihkan ponsel nya dengan tisu yang ada di mobil Arkana
.
.
.
.
Di mansion milik tuan andiri
Tuan rumah mansion itu sedang menikmati makan malam nya dengan tenang dan tidak lupa juga masih ada senyum jahilnya Reyna yang sudah puas membuat Faisal menjadi pucat
__ADS_1
Fahmi dan Kamila hanya tersenyum saja kadang juga menggeleng saat mengingat betapa jahilnya Reyna
Sedangkan Faisal dia sudah bernafas lega saat mengetahui hukuman yang ia dapat dari Reyna setidaknya dia bisa tidur malam sebentar
flashback on
"memangnya kamu mau memberi hukuman apa put menanyakan penjualan Faisal " tanya Fahmi lagi
"menguras ATM nya lagi " jawab Reyna mantap tanpa ada keraguan
Faisal yang mendengarnya semakin tidak berani memandang wajah Reyna
"menguras lagi apa tidak terlalu rendah ya " ucap Kamila karena seingatnya Reyna selalu menguras ATM Faisal jika di hukum oleh nya
"oh sekarang beda aunty,, sekarang bukan untuk diri ku tapi untuk kebutuhan anak anak hehe " jawab Reyna sehingga membuat Fahmi dan Kamila menatap dirinya heran
Bahkan Faisal yang tadinya menunduk langsung mengangkat kepalanya
"hah aunty tidak paham put " ucap Kamila masih belum paham
"hahaha jadi begini uncle, aunty, Faisal ka Queen besok akan ke panti asuhan, alangkah baiknya sekarang aku menguras ATM Faisal untuk kebutuhan anak anak panti asuhan saja sekalian untuk anak anak jalanan yang ka Queen tolong " jelas Reyna lagi
sehingga membuat Faisal sedikit bernafas lega karena jika untuk kebutuhan Reyna pasti akan berjam-jam atau juga seharian, tau lah cewe kalau belanja suka ribet ada juga yang simpel
"hahaha baiklah nanti habis makan malam kalian langsung belanja saja " ucap Kamila dengan tertawa renyah
"baiklah mari kita makan aku sudah lapar " ucap Reyna dan Fahmi bersama mereka pun saling pandang lalu
HAHAHA
Mereka semua tertawa bahkan Faisal juga ikut tertawa
Flashback off
"aunty, uncle aku sudah beres aku mau kemar dulu aku mau sholat"pamit Reyna kepada Fahmi dan Kamila
"ya silahkan " jawab Fahmi sehingga tersisa mereka bertiga saja
Salma maupun Reyna mereka memiliki kamar masing masing di mansion milik tuan andiri hanya untuk istirahat atau sebagainya kadang juga mereka menginap,
bahkan di kamar mereka juga lengkap dengan baju dan yang lainnya sesuai kebutuhan dan juga sesuai selera mereka sendiri
jika di kamar Reyna tidak terlalu gelap dengan cat dinding yang berwarna abu, putih dan coklat yang tidak terlalu gelap
maka untuk di kamar Salma gelap dengan cat dinding warna hitam,abu dan putih tulang, dan di kamar Salma lebih banyak warna hitam dari baju dan sebagainya hanya kamar mandi saja yang tidak terlalu gelap dengan warna coklat gelap dan putih
Bersambung.........
__ADS_1