gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 22


__ADS_3

Arkana dengan sangat hati hati menidurkan Salma di sofa panjang yang berada di ruang tamu


"ka apa boleh aku bertanya" tanya Arkana yang sudah duduk di samping Salma lebih tepatnya di ujung kakinya


"boleh tuan " jawab Ella saat sudah duduk


"jangan memanggilku dengan tuan panggil saja Arkana agar terdengar lebih enak " ucap Arkana saat mendengar Ella terus menerus memanggil nya dengan sebutan tuan


"baiklah Arkana " ulang Ella dengan tersenyum


"kenapa dengan kondisi Salma karena kami kenal belum lama " tanya Arkana mengenai kondisi Salma


"Salma tidak bisa berenang jika dia tercebur akan seperti ini tapi biasanya jika sampai tangannya bergetar hebat seperti tadi itu dia tenggelam terlalu lama " jelas Ella kepada Arkana


"apa dia selalu seperti ini jika tercebur" tanya Arkana lagi untuk memastikan


"iya tapi biasanya tidak sampai seperti ini apalagi tadi dia kesulitan untuk minum di tambah lagi tiba tiba saja dia pingsan biasanya hanya demam biasa, tidak mungkin juga Salma terlalu lama tercebur karena di sana ada Reyna " jawab Ella lagi


Arkana masih belum paham di saat dia akan menanyakannya lagi dia melihat bi Ajeng yang berada di belakang Ella menyimpan telunjuknya di bibir sebagai isyarat untuk diam


Arkana mengangguk samar agar tidak ketahuan oleh Ella , Arkana pun tidak bertanya lagi hingga Salma membuka matanya dengan perlahan


"ka " panggil Salma lirih saat membuka matanya langsung melihat wajah Ella yang berada di atas kepala nya


"Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga sal apa ada yang sakit bilang ke Kaka "syukur Ella lalu bertanya


Salma menggelengkan kepalanya " aku hanya ingin duduk saja " jawab Salma meminta bantuan Ella agar dia bisa duduk

__ADS_1


Ella membantu Salma untuk duduk lalu memberikan air minum yang di sodorkan oleh bi Ajeng Salma hanya meminumnya setengah saja


Tidak ada pembicaraan di rumah tamu mereka yang di sana hanya menatap Salma dengan perasaan kasihan karena badan Salma masih bergetar bahkan dia sudah berapa kali oleng untung saja Arkana selalu sigap menahan tubuh Salma


"sal kamu rebahan aja " tawar Ella saat dia tidak tega melihat Salma lantaran duduk tidak bisa tenang


"engga ka kalo aku rebahan yang ada aku semakin pusing " tolak Salma secara halus


Tidak lama kemudian Reyna datang terburu buru berbeda dengan Ilham yang berjalan santai setelah sampai Reyna pun langsung memberikan obat yang tadi ia beli kepada Ella untuk membantu Salma meminum obat entah takdir atau apa Ella memberikan air minum kepada Arkana dengan obatnya


Arkana hanya menerima nya saja karena Ella sendiri yang memberikan nya sedangkan Reyna yang menyodorkan tangannya hanya terbengong saja melihat kelakuan Kaka nya itu


Arkana tanpa banyak bicara langsung membantu Salma meminum obat tanpa masalah sama sekali Reyna hanya melihat saja tanpa mau memberi tahu Ella bahwa dia salah orang


Sedangkan Salma karena dia masih linglung belum menyadari bahwa yang membantu nya tadi bukan Reyna melainkan Arkana yang membantunya


"eh Rey kenapa kamu tidak membantu Salma meminum obat" Ella baru menyadarinya bahwa dia tadi salah


Salma yang mendengarnya langsung melihat ke sisi kiri nya tadi yang membantu nya betapa terkejutnya dia saat melihat Arkana yang sedang tersenyum tipis saat Salma melihat ke arah nya


"tidak apa apa ka aku juga tidak masalah " jawab Arkana kepada Ella masih dengan memandang wajah Salma yang belum mengalihkan pandangannya dari Arkana


"yasudah kalo gitu Kaka sama Reyna mau membantu Salma ke kamar dulu untuk istirahat " ucap Ella lalu menggandeng Salma di sisi kanan sedangkan Reyna di sisi kiri nya mereka pun naik ke atas


Bi Ajeng yang melihat mereka bertiga sudah hilang dari pandangan mereka langsung melihat Arkana dan Ilham secara bergantian


"ikutlah bibi ke taman " ucap bi Ajeng mengajak mereka untuk keluar

__ADS_1


Arkana dan Ilham hanya mengikuti bi Ajeng ke luar untuk ke taman saat mereka sudah sampai bi Ajeng mengajak mereka duduk di kursi taman yang ada di sana


"nak Arkana pasti ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan non Salma bukan " tebak bi Ajeng saat mereka sudah duduk di kursi taman


"iya bi tapi mengapa tadi bibi memintaku untuk diam " jawab Arkana


"non Ella tidak mengetahui yang sebenarnya terjadi karena non Ella lupa ingatan sehingga kejadian di masa lalu saat keluarga nya hancur non Ella tidak mengetahui nya " ucap bi Ajeng dengan nada pelan tapi terdengar jelas oleh Arkana dan Ilham karena bi Ajeng tidak mau Ella mendengarnya


"non Salma Taruma dengan Sura pistol tapi jika non Salma melihat bentuk pistolnya saja non Salma masih bisa menahan diri untuk tidak menangis atau pingsan tapi jika mendengar suara pistol hanya lima persen non Salma bisa menahan nya jadi bibi minta kepada kalian untuk menjaga non Salma dari suara pistol maupun bentuk pistol seperti ketiga sahabatnya " sambung bi Ajeng lagi panjang lebar


"memangnya kenapa bi " tanya Ilham kali ini


"hah meskipun non Salma menutupi semuanya dari bibi tapi bibi tau bahwa non Salma sedang menyembunyikan sesuatu dari bibi, non Ella , dan non Reyna " jawab bi Ajeng lagi


"menutupi sesuatu!?? Sesuatu semacam apa bi " tanya Arkana lagi


"beberapa hari lalu saat bibi dan non Salma sedang belanja mingguan ada yang mengikuti kami, non Salma yang menyadarinya langsung meminta bantuan seseorang dan benar saja mereka suruhan orang orang yang masih bersembunyi di suatu tempat " bi Ajeng menghela napas terlebih dahulu sebelum melanjutkan lagi


"saat non Salma mencari tahu tentang semuanya itu benar saja itu masih ada sangkut pautnya dengan masa lalu non salma dan non Ella tapi non salma tidak menceritakan semua itu kepada non Ella maupun non Reyna karena non Salma beberapa hari yang lalu Setelah kejadian itu non Salma selalu pulang dalam keadaan tidak baik baik saja " sambung bi Ajeng


"maksud bibi pulang dalam keadaan tidak baik baik saja bagaimana " tanya Arkana lagi dengan nada sedikit khawatir


"hah setiap pulang non salam pasti ada yang lebam di area tubuhnya meski non salma tidak menceritakan tapi bibi dapat melihat cara berjalan non salam seperti sedang menahan sakit saat malam tiba bibi sengaja masuk ke dalam kamar non Salma secara diam diam dan benar saja di sebagian punggung dan kakinya ada lebam bahkan luka pisau " jawab bi Ajeng lagi


"tapi bagaimana mana mungkin Salma pulang dalam keadaan seperti itu tapi orang rumah tidak mengetahui nya " heran Ilham kerena memang benar jika salma mendapati luka pisau otomatis dia akan pulang dalam keadaan berdarah


"non Salma pasti pulang terlebih dahulu ke apartemen nya untuk membersihkan diri dan mengganti baju sebelum pulang ke sini " jawab bi Ajeng lagi

__ADS_1


Bersambung........


siapa yang masih penasaran hihihi 🤭🤭


__ADS_2