
"assalamualaikum ka "ucap salam Salma dengan perasaan yang semakin tidak enak
"walaikumsalam sal hiks " jawab salam Ella dengan Isak tangis nya
"ka Kaka kenapa" tanya Salma dengan wajah yang mulai panik dan suara yang sedikit takut
Sehingga membuat semua nya tertuju kepada Salma yang sedang berdiri sambil menelpon itu
"hiks sak hiks u-umi " ucap Ella dengan tangisan yang mulai semakin terdengar jelas oleh Salma
"kenapa dengan umi ka " tanya Salma dengan cepat dengan wajah semakin panik sehingga membuat semua nya semakin heran
"hiks umi hiks u-umi hiks su-udah hiks pergi sal hiks " ucap Elka dengan terisak di sebrang telpon sana
Deg
perasaan Salma menjadi tidak karuan saat mendengar nya bahkan tangan nya yang memegang ponsel sampai gemetar
"ma-maksudnya k-ka " tanya salma dengan gugup
"hiks umi sudah meninggal sal " jawab Ella dengan di susul suara tangisan Ella
Brug
Tubuh Salma menjadi lemas lagi sehingga dia menjatuhkan diri nya sendiri ke lantai karena tidak bisa menahan berat badan nya, dengan air mata yang mulai keluar
Salma
Salma
Salma
Ka Salma
Suara mereka berempat dengan sedikit kencang saat Salma menjatuhkan dirinya ke lantai
Mereka berempat langsung bangun dari duduk nya lalu berjalan untuk mendekati Salma yang masih duduk di lantai dengan ponsel yang masih menempel di telinga nya
"k-kak-ka eng-ngga bohong kan " tanya Salma lagi agar lebih pasti
"benar sal " jawab Ella dengan suara tangisan nya
"la-lalu di mana bi Ajeng" Salma menanyakan bi Ajeng kepada Ella
"bi Ajeng tadi pingsan dan sekarang belum sadar " jawab Ella masih dengan suara tangisan nya yang semakin kencang
"ka " panggil Safira setelah dia ada di sisi Salma yang masih menelpon
Sedangkan Arkana, Ilham dan Zahra hanya bisa melihat saja setelah berada di sisi Salma juga
__ADS_1
"ji-jika b-bi aj-ajeng su-udah ban-ngun hu-ubungi ak-aku la-lagi ka " ucap Salma dengan suara yang gugup dan berat serasa lidah nya tidak bisa bicara tapi ia paksakan untuk berbicara
"iya sal " jawab Ella masih dengan tangisan nya
Tut
Ella mematikan panggilan nya setelah menjawab ucapan Salma
Salma mematikan ponsel nya dan menyimpan di sisi nya, sedang kan ke empat nya menjadi heran dan khawatir kepada Salma
"ka "panggil Safira lagi
Salma tidak menjawab ataupun melirik dia hanya diam mematung dengan pandangan yang mulai kosong
"ka "Safira mencoba sekali lagi tapi tetap saja Safira pun saling melirik kepada mereka bertiga
"Salma " Zahra pun ikut memanggil sambil memegang pundak agar Salma tersadar
Salma yang merasa ada yang memegang pundak pun melihat ke arah pundak nya lalu melihat siapa yang memegang nya
"ada apa sal " tanya Zahra saat salma melihat ke arah nya
"umi sudah pergi" jawab Salma dengan pelan tapi masih terdengar oleh semua nya dengan air mata yang mulai keluar lagi
Zahra yang melihat itu pun langsung memeluk Salma agar lebih tenang, meski Salma menangis tapi dia tidak mengeluarkan suara nya hanya air mata saja yang keluar dari mata nya dengan sendiri nya dan terlihat jelas oleh semu nya
"sudah sal ikhlas kan aku tau kamu menangis hanya saja kamu tidak mengeluarkan suara saja " bisik Zahra dengan suara berat juga karena ini pertama kali nya Zahra sebagai sahabat nya Salma melihat dia menangis
"Zahra sebagai bantu Salma untuk bangun " ucap Ilham kepada Zahra
Zahra hanya mengangguk pelan dengan di bantu oleh Safira juga agar lebih mudah, Safira dan Zahra membantu Salma berdiri lalu mendudukkan Salma di sofa
Salma
Ka
Kaget Safira dan Zahra saat Salma tiba tiba saja pingsan saat dia Sudah dudu di sofa
"kenapa lagi dengan Salma " tanya Arkana dengan khawatir saat Salma pingsan dan wajah nya menjadi pucat
"seperti nya dia kelelahan dan terlalu banyak pikiran di tambah lagi dengan berita tadi, sehingga memperbanyak pikiran Salma sehingga dia pingsan "ucap Zahra setelah memeriksa Salma
"apa ka salma akan baik baik saja muka nya begitu pucat " tanya Safira dengan perasaan khawatir
"Salma akan baik baik saja, sementara itu aku mau pasang selang infus kepada Salma agar ada cairan yang masuk," ujar Zahra dengar profesional seperti sedang menangani pasien saja
"selang infus??! kenapa "tanya Arkana saat mendengar nya
"sepertinya dia makan tidak teratur dan kurang tidur dapat di lihat dari mata nya yang sedikit hitam " jawab Zahra masih dengan profesional
__ADS_1
Arkana tidak bertanya lagi dia jadi mengingat ucap Safira tadi bahwa Salma sering minum obat tidur agar bisa tidur
Zahra pun menelepon seseorang agar mengantar kan selang infus beserta cairan yang ia maksud
"profesional amat mbakkkk " ledek Safira kepada Zahra yang baru saja selesai menelpon
Zahra melirik sekilas ke arah Safira
"hais sudah lah lupa kan " jawab Zahra yang mendengar ledekan Safira
Arkana sedang memperhatikan wajah Salma yang sedang pingsan dengan wajah yang pucat
"apa sebenarnya masalah kamu sal ??? Sehingga memperbanyak pikiran kamu sendiri"batin Arkana bertanya tanya lagi sambil melihat wajah Salma
Tidak lama kemudian pintu di ketuk dan Zahra pun mendekati pintu untuk melihat siapa yang datang ternyata suster dengan membawa barang yang ia minta tadi
Setelah mengambil nya Zahra pun langsung kembali ke sofa lalu memasang kan selang infus kepada tanga Salma
"sudah selesai"gumam Zahra setelah memasang kan nya
"apa kalian tau permasalahan yang di alami oleh Salma "tanya Arkana tiba tiba
"tidak kami hanya mengetahui tentang Salma yang sering di keroyok, atau di ikuti oleh pembunuh bayaran dan geng motor saja selebih nya hanya bi Ajeng yang mengetahui nya, bahkan Reyna dan ka Ella tidak mengetahui yang sebenarnya "jelas Zahra apa ada nya saja yang ia ketahui
"semakin sulit" batin Arkana
Ceklek
Suara pintu kembali terbuka dan memperhatikan Zainal yang baru saja masuk
Merk semua pun langsung melihat ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang
"Lo udah balik nal "tanya Ilham saat melihat Zainal masuk
"ya "jawab singkat Zainal sambil berjalan menuju sofa
"gue heran sebenarnya kalian ini ada hubungan apa sama Salma dan Reyna "tanya Zahra tiba tiba
"maksud nya zah " Safira tidak paham akan pertanyaan dari Zahra itu
"ya gue heran aja saf, dari pertama Reyna masuk rumah sakit mereka selalu aja ada di siah hari "jelas Zahra mengeluarkan unek-unek nya yang ia simpan beberapa hari di pikiran nya
Mereka semua saling pandang termasuk Safira juga yang sedikit terlibat,karena dia belum menceritakan apa yang membuat Arkana dan ketiga sahabat nya selalu datang ke mari
"mereka sedang ada tugas yang di berikan oleh bi Ajeng"jawab Safira setelah melihat anggukan dari Ilham dan zainal Arkana hanya menghela nafas saja
"tugas?? Dari bi Ajeng" ulang Zahra
"hah jadi begini...." Safira pun menceritakan semuanya kepada Zahra dengan menghela nafas nya dulu, tapi dia tidak menceritakan siapa sebenarnya Arkana karena di juga tidak mengetahui nya
__ADS_1
Bersambung........