gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 40


__ADS_3

Setelah selesai makan Salma membantu mami Arkana membereskan meja makan dengan bantuan maid juga


Derttt derttt


tiba tiba ponsel Salma berdering dia pun melihat siapa yang menelpon nya, saat melihat nya Salma meminta izin ke mami Arkana untuk pergi sebentar


"maaf Tante aku mau angkat panggilan dulu " izin Salma kepada mami Arkana


"iya silahkan ada pelayan yang bantu Tante " jawab mami dengan lembut


Salma yang sudah mendengar jawaban mami Arkana pun langsung pergi ke ruang tamu untuk mengangkat panggilan dari Reyna beruntung ruang tamu tidak ada siapa siapa


Salma pun mengangkat panggilan video call itu entah kenapa Reyna menelepon nya dengan panggilan video call


"assalamualaikum ka"


"walaikum salam"


"ka Salma tidak perlu belanja untuk besok "


"belanja???"


"aish bukankah Kaka besok akan ke panti asuhan "


"iya terus kenapa Kaka tidak boleh belanja??"


"bukan seperti itu ka,,, aku mau menguras ATM si ilmuan gila ka "


"apa kamu sedang bersama nya "


"iya tuh " sambil memperhatikan wajah Faisal


"boleh juga,,, sekalian buat Silva sama adik adik nya "


"tenang saja ka aku tidak akan lupa untuk mereka "


"bagus "


"bisa tidak alihkan ponselnya ke wajah mu saja Reyna " Faisal angkat bicara saat melihat ponsel Reyna masih menghadap wajah nya


"oh ternyata kamu tidak suka dengan kamera tuan muda " ucap Reyna dengan sedikit menekan ucapan tuan muda nya


"malas kau pasti akan mem bully ku " ketus Faisal lagi masih dengan pandangan mata fokus menyetir


"iya kan tapi aku belum mem bully mu " jawab Reyna dengan tersenyum lagi


Sedangkan Salma dia hanya menonton saja tanpa berniat untuk melerai keduanya


"terserah kamu saja Reyna " ucap Faisal lagi dengan mobil yang sudah berhenti karena mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan yang sedikit dekat dengan mansion milik tuan andiri yang sengaja ia dirikan


"lah kenapa ke sini " tanya Reyna kepada Faisal saat menyadari bahwa mobil sudah berhenti


"bukannya kau akan belanja" jawab Faisal kepada Reyna


"iya,," jawab Reyna lagi


"terus kenapa masih bertanya,, bukankah kau yang meminta untuk ke pusat perbelanjaan " ucap Faisal lagi dengan nada jengkel kepada Reyna yang berpura pura polos

__ADS_1


"yah tadinya aku pikir kau akan mengajak ke pusat perbelanjaan yang berada di kota" jahil Reyna semakin menjadi jadi


"bukankah tadi mommy bilang jangan terlalu malam untuk pulang " ingat Faisal dengan nada semakin kesal


"oh ak...." ucapan Reyna terpotong oleh Salma yang berada di sebrang telpon


"baiklah jika kalian ingin bertengkar lanjut kan saja, dan satu lagi tuan muda Faisal,,, jaga adikku jika dia kenapa napa kau jadi kelinci percobaan ku lagi " ucap Salma dengan nada dingin


Salma belum menyadari bahwa di sana sudah ada Arkana dan ketiga sahabatnya yang mulai kebingungan saat Salma menyebutkan nama Faisal dan mengancamnya


"CK jika tidak di jaga juga dia sudah menjaga dirinya sendiri" jawab Faisal semakin malas meskipun dengan rasa takut


"woho ka dia berani kepada mu,,, baiklah lah ka aku akan membungkus dia untuk di bawa pulang " ucap Reyna dengan melirik Faisal lewat ekor matanya


"terserah kau saja " jawab Faisal semakin malas dengan melawan ke gugup pan nya


"kalian lanjutkan saja tidak akan ada beresnya melihat pertengkaran kalian" ucap Salma lagi saat menyadari bahwa sekarang di sana sudah ada orang lain


Tut


Salma pun mematikan panggilan video call itu lalu melihat ke sisi kanan nya yang sudah ada Arkana yang sedikit menjaga jarak nya dengan Salma agar tidak terlihat saat dia melakukan panggilan video call


Lalu di hadapannya ada ketiga sahabat Arkana juga yang sedang menatap Salma penuh tanda tanya


"siapa gadis bersama Reyna "tanya Arkana kepada Salma yang sedang menatap nya


"laki laki "jawab Salma singkat


"siapa dia " tanya Zainal juga kepada Salma sehingga dia langsung melihat ke arah Zainal


"ya dia pernah bilang " jawab Ilham sambil mengingat ucapan Reyna tadi di perusahaan


"dia lah orangnya" sambung Salma singkat lagi


"tapi kenapa tadi kau bilang tuan muda Faisal??" tanya Bisma saat mendengar obrolan Salma tadi


"kurasa kalian mengenalnya " jawab Salma lagi


Mereka bertiga saling pandang lalu mengangguk dan melirik Arkana


"jadi benar dia putra tuan andiri"tebak Arkana kepada Salma


"mungkin sudah jelas " jawab Salma lagi


"tapi apa hubungan Kalian dengan keluarga andiri " tanya Zainal lagi


"mungkin kalian sudah mendengar tentang 'gadis bar bar tuan muda Faisal ' " ucap Salma kepada mereka lagi


ketiga sahabat Arkana langsung mematung saat mendengar ucapan Salma, karena gadis bar bar tuan muda Faisal tidak asing bagi mereka meski mereka tidak pernah bertemu langsung, tapi di sosial media sangat lah ramai


"jadi aku minta kepada kalian agar sedikit lembut,, karena Reyna tidak pernah memandang siapa orang yang dia hadapi meski orang itu memiliki martabat yang sangat tinggi dan di hormat oleh orang orang "jelas Salma dengan datar


"meski orang itu bergelut dengan dunia bawah " tanya Zainal lagi


"ya, meski orang itu sangat di takuti di dunia bawah " jawab Salma lagi dengan pandangan mata kosong


Mereka bertiga langsung melihat ke arah Arkana yang diam tanpa suara

__ADS_1


Aish


Salma meringis kembali dengan tangan yang sudah memijit pelipisnya lagi dengan pelan


Mereka semua langsung sadar kembali lalu melihat ke Salma yang sedang meringis lagi


"ham minta mami ambilkan obat " titah Arkana kepada Ilham saat mengingat kembali bahwa Salma harus meminum obat


Ilham pun langsung menuju di mana mami Arkana berada


"Tante Arkana menyuruh ku untuk meminta obat pereda pusing kepada Tante " ucap Ilham yang sudah ada di samping mami Arkana


"obat buat siapa ham " tanya mami dengan sedikit heran karena tadi mereka baik baik saja tidak ada yang sakit atau kelelahan


"untuk Salma " jawab Ilham lagi


"apa, memangnya kenapa dengan Salma " tanya mami sambil mengambil obat yang Ilham inginkan


"tadi saat Salma akan ke perusahaan wigani dia di serang dan akhirnya dia harus merelakan keningnya terbentur sedikit"jawab Ilham berbohong karena tidak mungkin juga Ilham mengatakan yang sejujurnya


karena Ilham dan yang lainnya juga belum mengetahui siapa Salma sebenarnya dan juga apa masalah nya


"astaghfirullah baiklah ayo ke ruang tamu Tante juga ingin melihat ke adaan salma " mami Arkana sambil membawa kotak obat dan air putih itu mengajak Ilham ke ruang tamu


"ayo Tan " ajak Ilham mereka berdua pun menuju ruang tamu


"salma kamu baik baik saja"cemas mami setelah duduk di samping Salma


"hanya sedikit pusing saja Tante " jawab Salma dengan nada yang sedang menahan sakit


"baiklah makan obatnya dulu agar pusing nya sedikit menghilang " ucap mami Arkana sambil menyodorkan obat dan air putih


Salma tanpa bisa menolak akhirnya meminum obat dan air itu, setelah selesai meminum obat Salma pun menyimpan gelas yang berisi air itu ke meja


"kamu istirahat saja disini Salma " tawar mami kepada Salma setelah selesai meminum obat


"tidak usah Tante nanti aku istirahat di rumah saja " tolak Salma secara halus


"tapi ini sudah malam Salma " ucap mami lagi


"mam sudah lagi pula juga Salma ada yang harus di bicarakan dengan keluarga nya sekarang " lerai Arkana kepada maminya yang tetap memaksa Salma


"baiklah kalau begitu, tapi kamu nanti mau lagi ke sini " pasrah mami


Salma yang mendengarnya hanya mengangguk saja


"baiklah mam aku mau mengantarkan Salma pulang dulu, tadi dia ikut bersama ku " ucap Arkana


"ya udah antar kan Salma pulang dengan selamat "jawab mami


Salma pun berpamitan kepada mami Arkana sebelum pulang tidak dengan papinya karena dia sedang ada di kamarnya


Salma pun masuk ke mobil Arkana dengan menghembuskan nafasnya lagi dengan pelan takut Arkana menyadarinya


Arkana yang melihat Salma sudah masuk dan memakai sabuk pengaman nya langsung menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan mansion milik nya dan menuju rumah salma


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2