gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 44


__ADS_3

Pagi sudah menjemput


Arkana yang sudah rapi dengan pakaian kantor nya itu langsung turun,tapi saat dia sudah ada di ruang makan Arkana tidak melihat ada nya papi


"pelayan di mana papi " tanya Arkana kepada pelayan yang baru saja melewati nya


"tuan besar ada di ruang tamu tuan muda " jawab pelayan itu


Arkana heran sendiri saat mendengar jawaban dari pelayan itu


"ruang tamu? Sedang apa papi di sana? Tidak mungkin juga sudah ada tamu sepagi ini"gumam Arkana di meja makan


Karena penasaran Arkana pun bangun dari duduk nya untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi


Saat dia sudah sampai di ruang tamu Arkana hanya menggelengkan kepala nya saja saat melihat ke adaan ruang tamu


"papi " panggil Arkana kepada papi nya yang sedang bermain dengan tepung


Merasa ada yang memanggil papi pun melihat ke sekeliling nya dia melihat ada nya Arkana


"ada apa Arkan" jawab papi sambil melanjutkan aktivitas nyaa itu


"apa yang papi lakukan " tanya Arkana lagi


"hehe papi sedang ingin melukis Arkan " jawab papi lagi dengan tangan yang terus bergerak membuat mahakarya


Di wajah ketiga sahabat Arkana yang tertidur pulas di ruang tamu, menggunakan tepung terigu yang tadi ia ambil di dapur


Setelah selesai papi Arkana mengambil ponsel nya lalu memotret nya, setelah selesai memotret nya papi Arkana meninggalkan ruang tamu sambil menyeret tangan Arkana Agra pergi dari situ


Karena papi Arkana tau ketiga sahabat Arkana sebentar lagi akan bangun


"pi udah lepas " ucap Arkana saat melihat tangan nya masih di seret oleh papinya meskipun sudah sampai di ruang makan


Papi Arkana yang baru menyadari nya itu langsung melepaskan nya


"maaf papi lupa hehe " jawab papi sambil tersenyum kuda


Arkana yang mendengar jawaban papi nya itu hanya memutar bola mata nya dengan malas


"loh Arkan di mana ketiga sahabat mu" tanya mami saat baru saja sampai di ruang tamu sambil membawa makanan yang akan di sajikan


"di ruang tamu masih tidur " jawab Arkana


"di ruang tamu? bukan nya mereka tidur di kamar ta..."


AAAAAAA


SETAN

__ADS_1


Ucapan mami Arkana terpotong saat mendengar teriakan yang berasal dari ruang tamu


Mereka bertiga kaget saat mendengar teriakan tersebut, sedang kan papi dia sudah tersenyum setelah kekagetan nya


"kenapa lagi pagi pagi udah teriak teriak kaya di hutan aja "gumam. Mami sambil berjalan meninggalkan ruang makan dan menuju ruang tamu untuk melihat apa yang terjadi


"astaghfirullah" kaget mami saat sampai di ruang tamu


"KYAAA Tante ada setan" teriak ketiga sahabat Arkana


"setan setan kalian bertiga setan nya " ucap mami kepada mereka bertiga


"sudah sana ke toilet lalu lihat wajah masing masing "sambung mami lagi


Mereka bertiga pun langsung lari pergi ke kamar mandi yang berada di dapur


"siapa pelakunya Tan " tanya mereka bertiga bersama


Mami Arkana mengangkat bahu nya tanda tidak tahu, ketiga sahabat Arkana pun langsung tersadar saat mendengar tawa lirih seseorang


Saat mereka bertiga melihat ke arah suara nya


"om apa ini ulah mu lagi " serentak mereka lagi


"hihihi " tawa papi Arkana tertahan kat na bibir nya di tutu oleh tangan kanan nya


"makanya kalau menginap itu di kamar bukan di ruang tamu " ingat papi Arkana


Papi Arkana berbeda dengan putra nya yang begitu dingin tapi tidak dengan dirinya yang begitu jahil


Seperti nya Arkana menuruni sifat dari mami nya di masa muda yang begitu dingin bahkan sekarang juga masih ada sifat dingin nya di sekitar orang yang baru saja di kenal


"sudah ayo makan bukan kah kalian mau ke bekerja " ingat mami saat melihat ketiga sahabat Arkana masih berdiam diri


"baiklah baiklah" jawab mereka lagi lalu mengambil makanan


.


.


.


.


Sedangkan di rumah Salma


Mereka semua sedang makan dengan lahap dan Ella pun sudah tidak membicarakan pembicaraan tentang malam bagi dirinya sudah cukup untuk penjelasan nya saja


Setelah selesai makan Seperti biasa bi Ajeng dan Ella yang membawa piring kotor dan makanan yang masih tersisa

__ADS_1


Salma dan Reyna yang membereskan meja makan setelah selesai mereka ber empat kembali lagi ke meja makan karena permintaan Salma


"Salma ada apa kamu meminta kami berkumpul lagi di meja makan " tanya Ella yang sudah duduk


"kemarin umi menelpon " ucap Salma langsung ke inti tanpa basa basi karena dia akan ke panti asuhan


"ada apa umi nelpon sal " tanya Ella lagi


"kemarin ......' Reyna pun menjelaskan pembicaraan nya dengan umi saat kemarin menelpon


"apa!! Jadi umi sedang tidak enak badan " kaget Elka saat mendengar penjelasan Reyna


"benar ka dan umi juga meminta kita untuk menginap beberapa hari di sana " sambung Reyna lagi


"Kaka sih ayo aja tapi?? Apa kalian bisa berangkat bersama Kaka dan bibi " ucap Ella


"itu masalah nya ka aku dan Reyna mungkin akan menyusul saja "jawab Salma saat mendengar ucapan Ella


"huh baiklah tapi kalian harus kesana " sambung Elma lagi setelah mendengar jawaban Salma


"iya ka dan untuk sekarang sebaik nya kaka dan bibi beres beres dan satu lagi aku minta maaf aku sama Reyna mau pergi ke panti" ucap Salma kepada Ella dan bi Ajeng


"baiklah "jawab Ella lalu pergi dari ruang makan


"non kalau non tidak berangkat bersama lalu siapa yang akan mengantar bibi dan non Ella " tanya bi Ajeng setelah melihat Ella pergi dari situ


"seperti biasa bi jika aku tidak berangkat bersama maka jawabannya sky " jawab Salma


Bi Ajeng sudah bisa menebak nya karena sky orang kepercayaan Salma dan juga tangan kanan Salma meskipun sky lebih muda dari ya tapi pemikiran nya hampir sama dengan Salma


"ya sudah kalau begitu bibi mau beres beres dulu "pamit bi Ajeng lalu pergi dari situ


"ka kapan kita akan menyusul ka Ella dan bi Ajeng "tanya Reyna kepada Salma


"mungkin lusa "jawab Salma dengan hembusan nafas panjang


"kenapa lusa ka "tanya Reyna lagi


"bukankah kita akan ke rumah lama dek "ingat Salma


"iya ka aku ingat, kenapa tidak di batal kan saja ka? Kan masih bisa nanti saat kita pulang dari rumah umi "tanya Reyna lagi


"tadi nya Kaka juga berfikir seperti itu, tapi ada barang yang ingin Kaka ambil dari rumah lama dek, jadi sekalian aja supaya lebih cepat bisa di gunakan oleh Kaka "jelas Salma


"OOO begitu baiklah "jawab Reyna sambil mengangguk kan kepala nya


"sudah ayo kita juga siap siap kita juga akan pergi bukan " ingat Salma lagi sambil berjalan


Reyna pun mengikuti Salma menuju lantai atas untuk kembali ke kamar

__ADS_1


Bersambung........


(maaf ya aga telat soalnya baru ada waktu, maaf juga kalau ada yang salah atau pusing saat membacanya, ikuti terus ya kisah gadis misterius yang baik hati selamat membaca)


__ADS_2