gadis misterius yang baik hati

gadis misterius yang baik hati
bagian 27


__ADS_3

Ilham yang baru saja sampai di lantai bawah dia pun dengan sedikit berlari menuju resepsionis dengan nafas tidak teratur


"saf apa lo kenal orang yang sedang menuju kemari "tanya Reyna saat melihat Ilham yang mulai mendekat


Safira yang di tanya langsung melihat ke arah mana Reyna melihat saat dia melihat Betapa terkejut dia


"Rey ini beneran bukan bohong atau mimpi bukan " Safira langsung bertanya saat melihat siapa yang sedang menuju ke arah mereka


"ya benar saat gue bertemu dengan dia saat pertama kali seperti tidak asing dengan wajah nya dan saat gue cari tahu ternyata benar dia orang yang sedang lo tunggu selama ini " jawab Reyna lirih yang hanya dapat di dengar oleh Safira karena Ilham sudah berdiri di depan mereka


Saat Ilham akan berbicara Reyna tanpa pikir panjang lagi dia langsung


Bugh


Awww


Ringis Ilham saat Reyna meninju perutnya dengan tenang yang lumayan


"hah om Arkana emang ga bilang dulu ya kalau aku mau ke sini " tanya Reyna dengan wajah yang bisa saja seperti tidak terjadi apa apa


Sedang Safira dan para karyawan yang berada di sana kaget bukan main saat melihat Reyna dengan enteng nya meninju perut Ilham dengan raut wajah biasa saja


"awww bisa kaga sih sopan dikit" ucap Ilham sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit


"tidak jika orang itu pun tidak bersikap sopan kepada aku " jawab Reyna enteng lalu menyeret Ilham menuju lift tanpa rasa bersalah lagi


"eh Rey kasihan itu anak orang baru ketemu aja udah di bully hahaha" ucap Safira yang mengekori Reyna yang sedang menyeret kerah jas mahal Ilham dari belakang


Ilham yang mendengar suara yang tidak asing baginya dan begitu ia rindukan langsung melihat ke arah Safira dan saat melihat nya dia langsung terdiam melihat Safira yang tersenyum ke arah nya sehingga membuat Reyna semakin jengkel


Bugh


akhh


Ilham meringis lagi saat Reyna meninju perutnya kembali


"heh om jika melamun kapan masuknya " ucap Reyna saat mereka sudah di depan pintu lift


Ilham pun langsung tersadar kembali lalu masuk kedalam lift bersama Reyna dan Safira setelah masuk Ilham langsung menekan tombol nomor 20 di dalam lift tidak ada pembicaraan apapun mereka sibuk dengan pikiran masing masing


Reyna yang masih jengkel dengan Ilham , Safira masih setia tersenyum kepada Ilham sedangkan Ilham dia masih belum percaya


Ting


Suara pintu lift terbuka mereka bertiga langsung keluar lalu menuju ruangan Arkana dengan Ilham di depan sedangkan kedua gadis itu mengikuti Ilham


Setelah sampai di depan pintu mereka pun langsung masuk saat masuk mereka melihat Bisma dan Zainal sedang menahan tawanya


"hah nyesel gue nyuruh lo nal " ucap Ilham yang melihat mereka masih setia dengan laptop yang menyala

__ADS_1


"eh Safira bukannya om yang ini tadi kena musibah ya " ucap Reyna sambil mengingat nya padahal dia tidak lupa


sedang kan Safira dia sedang menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan dengan tangan kanannya


Ke empat lelaki itu saling pandang dan bertanya tanya kepada dirinya masing masing "siapa yang terkena musibah" itulah isi pikiran mereka sedangkan Zainal dia langsung mengingat saat tadi ia jatuh tertimpa motornya sendiri pun langsung melihat wajah Reyna yang sedang tersenyum mengejek


"wah Safira dia langsung faham" ucap Reyna lagi


"ya bahkan tadi motor Yamaha milik nya itu keren loh tapi kurang satu " jawab Safira dengan senyum tipis


"motor Yamaha??? Bukannya itu motor milik lo ya nal" tanya Bisma dengan menatap wajah Zainal


"iya bukankah lo kemarin baru beli motor Yamaha itu " sambung Ilham


"iya gua punya motor Yamaha yang kemarin baru gua beli " jawab Zainal


"tapi om Zainal tidak menggunakan motor itu dengan benar " ucap Reyna masih dengan senyuman penuh arti nya


Sedangkan Arkana dia hanya mendengarkan dan menonton saja tanpa berniat untuk membantu nya


"lah gue tadi salah ya pake motor Yamaha milik gue " tanya Zainal saat mendengar ucapan Reyna


"iya seharusnya kalo pake motor Yamaha itu dengan menggunakan full gas pol dengan benar dan paling depan om " jawab Reyna lagi


"dan jangan lupakan juga standar motornya om "sambung Safira yang mulai mengikuti permainan Reyna


"hah maksudnya bagaimana Rey ??? " tanya Ilham penasaran


BWAHAHAHAHA


Pecah sudah tawa Ilham dan Bisma sedangkan Arkana dia hanya tersenyum tipis saja saat melihat cctv


"jadi yang di maksud Reyna itu lo nal hahahaha" ucap Ilham dengan tertawa lagi


"tapi sebenarnya om Zainal jika tidak bisa menggunakan full gas pol dan paling depan om Harus ingat ini " ucap Reyna lalu melirik Safira


Safira yang dilirik paham setelah melirik Safira Reyna bangun dan berdiri di depan Zainal


"ingat ini om " ucap Reyna dengan tersenyum


"Yamaha semakin di depan "ucap Safira dengan tersenyum saat melihat Reyna yang sudah mengambil ancang ancang


"full gas tampol "sambung Reyna dengan mengambil ancang ancang lalu


Bugh


Akhh


teriak Zainal yang sedikit tertahan saat tiba tiba saja Reyna memberi bogem mentah di pipi Zainal dengan kencang sehingga dia sedikit mundur dan jatuh

__ADS_1


BWAHAHAHAHA


pacar sudah suara tertawa Ilham dan Bisma saat melihat aksi nekat Reyna Arkana hanya tersenyum saja tidak seperti tadi hanya tersenyum tipis


"aww apa maksud lo nampar gue coba kenceng lagi " ucap Zainal sambil memegang pipinya yang masih terasa sakit masih dengan setia dia duduk di lantai


"CK CK CK Rey apa benar ini tangan kanan nya " tanya Safira dengan senyum mengejek


"entah lah aku juga jadi tidak yakin jika ia dia tangan kanannya mengapa dia tidak melihat serangan ku " jawab Reyna sama seperti tadi masih dengan senyum mengejek


"coba kau cek lagi Rey " titah Safira kepada Reyna


Reyna pun setuju dengan ucapan Safira diapun duduk di sisi Bisma saat melihat Bisma menggeser duduknya Reyna yang sudah duduk pun langsung mengeluarkan laptop nya yang tadi ia bawa yang di simpan di ranselnya


"hah Safira lihat lah benar dia tangan kanannya" ucap Reyna yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan


Safira pun mendekat lalu melihat laptop Reyna sedangkan ketiga lelaki yang duduk di sebelah Reyna itu pun melihat apa yang akan di tunjukkan Reyna saat melihatnya mereka langsung sakit tatap tidak percaya karena Reyna dengan mudah nya mendapatkan informasi tentang Zainal dengan lengkap


"wah maaf tuan Arkana bagaimana kalau tangan kanan anda di ganti saja dengan Reyna " ucap Safira yang masih membaca semuanya aku


Zainal yang mendengarnya pun langsung berdiri


"wah kamu tidak punya sopan santun" ucap Zainal yang sudah berdiri di depan Safira yang masih setia membaca


"wah om ilham om Zainal berani sekali dia kapasan Safira" adu Reyna kepada Ilham


Arkana ,Bisma dan Zainal langsung melihat kearah Ilham yang sedang menatap Zainal


"lo berani sama Safira berarti lo juga berani ke gua " ucap Ilham


Sedangkan Reyna dan Safira sedang tersenyum penuh kemenangan


"lo di pihak mereka nal???? Emangnya siapa gadis ini " tanga Zainal dengan menunjuk Safira


"dia gadis gue yang gue tinggal beberapa tahun lalu untuk ikut bersama papi Arkana ke luar negeri " jawab Ilham dengan wajah bahagia nya


mereka bertiga langsung kembali mengingat masa masa itu lalu tersenyum


"oh jadi ini gadis yang lo tunggu sampe nutup hati lagi " goda Bisma


"bukan hanya om Ilham saja yang menutupi hati tapi Safira juga " sambung Reyna


"jadi waktu kemarin lo bersikap acuh karena ini " tanya Zainal


"Yap dia bakalan seperti itu jika bertemu dengan laki-laki lain "jawab Reyna


"jadi kapan kamu menceritakan semuanya dan juga rencana kamu Reyna " ucap Arkana sehingga mereka semua diam


"baiklah baiklah"jawab Reyna

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2