
Salma hanya pasrah saja saat Arkana sudah menjalankan mobilnya
"eh motor gue turunin gue "ucap Salma masih dengan wajah dinginnya saat dia mengingat tadi ia membawa motor
"nanti ada yang nganterin motor kamu ke rumah kamu "jawab Arkana santai masih dengan menatap ke depan
"TURUNIN GUE SEKARANG JUGA"ucap Salma lagi dengan sedikit berteriak
"gak sekarang kamu tanggung jawab aku "jawab Arkana sambil menatap Salma dengan tersenyum tipis
"cih tanggung jawab apa coba " tanya Salma kembali
"tanggung jawab dirimu berada di tangan ku " jawab Arkana lagi masih dengan nada santai nya
"turunin gue se.."
Cup
Ucapan Salma terhenti saat tiba tiba saja Arkana mengecup singkat bibir Salma
Salma langsung memegang bibir nya "bibir aku udah ga suci lagi akhhh Arkana kamu mengambil ciuman pertama aku " batin Salma masih dengan memegang bibir nya
"kalau jadi perempuan itu bicara yang sopan dan anggun " ucap Arkana masih dengan menatap wajah Salma dengan jarak dekat bahkan nafas mereka saling mengenai wajah masing masing
"dalam diri gue ga ada kata anggun dan untuk sopan tergantung kepada orang yang ada di depan gue " jawab Salma sambil mendorong tubuh Arkana dengan sedikit kencang
"hah kenapa apa kenapa ada yang aneh hah kenapa tapi apa " batin Salma bertanya tanya saat tiba tiba saja jantungnya berdetak lebih kencang saat Arkana menatap nya dengan tatapan yang teduh dan hangat di tambah lagi dengan senyuman yang terlihat
"mulai sekarang belajar lah untuk bersikap sopan kepada siapapun dan untuk belajar anggun mungkin sulit untuk gadis misterius seperti kamu "saran Arkana dengan senyum jahilnya yang mulai terlihat sehingga membuat Salma sedikit waspada
Benar saja Arkana mulai kembali mendekati Salma dengan senyum jahilnya yang mulai mengembang sempurna di bibirnya Salma perlahan mundur saat tubuh Arkana mulai dekat dan dekat dan terus mendekat sehingga
Wush
Arkana meniup wajah Salma saat dia sudah berada di depannya sehingga membuat Salma kaget meskipun dia tidak menutup matanya tapi tetap saja dia kaget
"kalau naik mobil itu jangan lupa sabuk pengaman nya" ucap Arkana dengan tangannya memasang kan sabuk pengaman nya
"huh makanya jangan maksa udah sana " jawab Salma sedikit kesal terlebih lagi wajahnya sudah sedikit panas bisa di pastikan wajahnya sudah sedikit merah ,dengan mendorong kembali tubuh Arkana
"hahaha wajah kamu lucu "ucap Arkana sambil tertawa renyah dengan tangan nya yang sudah mengelus pipi Salma
"jauhkan tangan mu " ucap Salma sambil menyingkirkan tangan Arkana yang terus mengelus pipi salma
" hahaha baiklah baiklah hahaha " jawab Arkana dengan terus tertawa saat melihat wajah salma sudah semakin merah seperti kepiting rebus Arkana pun langsung menyalakan mesin mobilnya
__ADS_1
Salma tidak menjawab lagi ia hanya memalingkan wajahnya yang sudah merah sampai akhirnya di mobil itu tidak ada pembicaraan lagi sesaat kemudian Arkana heran kenapa dengan Salma
Saat dia melihat ke sisinya ternya Salma sudah tertidur pulas dengan posisi kepala yang menyender kepada kaca jendela Arkana berhenti sebentar untuk membantu Salma agar duduknya lebih rileks saat tertidur setelah selesai baru lah dia kembali menjalankan mobilnya
.
.
.
.
huh
Reyna membuang nafasnya terlebih dahulu
"hobi pertama ka Salma yang sangat di luar nalar dan sulit untuk di maklum lah pasti sudah tau Safira tapi mereka belum tahu " ucap Reyna yang masih terus memotong perkataan nya
"oh ayolah Rey jangan tetsu memotong perkataan mu " ucap Zainal yang sudah penasaran luar biasa
"iya lanjutkan saja " sambung Bisma
"hah hobi ka Salma yang pertama itu ??? Loncat dari ketinggian" jawab Reyna dengan nafas berat
"APA " teriak Ilham, Zainal dan Bisma bersama sehingga membuat Reyna dan Safira menutup telinga mereka
"iya masa ada hobi kaya begitu" sambung Bisma
" aneh kamu Rey jangan bercanda e" sambung lagi Zainal
"Reyna tidak berbohong bahkan aku Serena dan Zahra saja pernah melihat dengan kepala mata sendiri ka Salma loncat dari lantai 5 ke bawah " jawab Safira saat ketiga lelaki itu tidak percaya
"bukan dari lantai 5 saja bahkan ka Salma pernah dari lantai 8 entah apa yang ada didalam ka salma saat dia meloncat, tapi satu yang pasti jika ka salma meloncat dari ketinggian berarti ka salma sedang pusing atau banyak pikiran " sambung Reyna saat Safira selesai menjawab pertanyaan mereka
"hah tapi bagaimana bisa Salma bisa selamat setelah loncat dari ketinggian" tanya Zainal karena dia juga sering meloncat dari ketinggian tapi yang pasti di bawah sudah ada jaring atau sebagiannya yang di siapkan oleh bawah nya
"entah ka salma seperti memiliki nyawa kucing yang memiliki banyak nyawa " jawab Reyna lagi
"lalu yang kedua apa Rey "tanya Ilham saat mengingat bahwa Salma memiliki dua hobi
"hah ka salma menyukai seluruh hewan bahkan sampai binatang buas ka Salma bisa menaklukkan nya dengan mudah " jelas Reyna lagi
"hah maksudnya " tanya Ilham dan Safira bersamaan karena Safira juga belum mengetahui hobi lain Salma
"bisa di bilang ka salma itu pawang hewan seingat ku waktu aku masuk SD ka Salma juga memiliki hewan buas tapi apa ?? Akh aku lupa karena aku masih kecil jadi tidak terlalu mengingat nya "jawab Reyna lagi
__ADS_1
"lah serem amat dah hobi Salma " ucap Bisma setelah mendengar jawaban Reyna
Sedang di lantai bawah tepat nya di parkiran mobil
Arkana dan Salma sudah sampai di perusahaan wigani tapi Salma masih setia menutup matanya mungkin dia terlalu lelah
Karena tidak tega Arkana pun keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil di sebelah untuk mengeluarkan Salma saat dia sudah membuka sabuk pengaman Salma Arkana melihat ada pergerakan. Dia pun melambat kan tangannya saat akan membuka sabuk pengaman nya
Setelah selesai Arkana langsung menggendong Salma yang masih tertidur saat beberapa langkah salma bangun
Salma yang baru bangun itu kaget karena dia bangun sudah berada di luar Salma melindungi sekeliling saat nyawanya sudah terkumpul kembali
"Arkana turunin gue seka..."
Cup
untuk kedua kalinya lagi Arkana mengecup singkat bibir Salma lagi
"itu hukuman saat kamu berbicara dengan Nada mu itu " peringatan Arkana Kep Salma
"Arkana turunkan "
"Arkana aku bilang turunkan aku "
"akhh turunin sekarang juga " ucap Salma dengan sedikit berteriak saat Arkana terus saja berjalan tanpa menghiraukan kan Salma yang terus mengoceh
"kita sudah berada di lobi perusahaan jadi diam " ingat Arkana saat tetua saja mendengar ocehan Salma yang tidak melihat sekelilingnya
Salma yang mendengarnya langsung mengedarkan pandangannya dan benar saja mereka berdua sedang jadi tontonan karyawan
"eh itu tuan Arkana bukan sih "
"iya itu tuan Arkana tapi siapa gadis itu "
"wah ternyata tuan Arkan bisa romantis juga "
"iya tidak bisa di bayangkan betapa sepesial nya gadis itu "
"tuan Arkana pengen juga di gendong "
"lihat lihat tuan Arkana tersenyum tipis "
begitu lah bisik bisik karyawan Arkana saat dia dan Salma melewati mereka semua Salma yang malu sendiri memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang Arkana dan itu mampu membuat Arkana tersenyum lagi
mereka sudah sampai di depan lift tapi Salma masih menyembunyikan wajahnya lift sudah terbuka mereka pun masuk dengan posisi Salma masih seperti tadi dan Arkana masih enggan memberi tahu Salma bahwa mereka sudah berada di dalam lift
__ADS_1
Bersambung........