
Wanita itu mengamati foto Aisyah, kemudian menutup matanya sambil membaca mantera.
"braaak!!! "
suara pintu dibanting diikuti lilin-lilin yang mendadak padam diruang itu, membuat kelima gadis itu menjerit bersamaan.
"aaaaa!!!!!!" teriak mereka bersamaan.
"diammm!!!!" suara wanita itu membentak kelima gadis itu.
"jangan ganggu konsentrasiku" katanya lagi
kemudian dia kembali memejamkan matanya dan membaca mantera.
"praaaaangg!!! "
kali ini sebuah gelas dilempar kedalam kamar, dan jatuh disebelah aurel. Seketika aurel langsung pingsan.
Kini mereka berempat nampak semakin ketakutan dan saling berpelukan.
Kemudian tante Yuni bangkit dari tempat duduknya dan mengambil pecahan gelas disebelah adel.
"jangan beraninya hanya menggertak, tunjukan dirimu" suara tante Yuni sedang menantang seseorang.
Tiba-tiba angin kencang berhembus memporak-porandakan apa yang ada didalam kamar. Keempat gadis itu terpelanting menjauh dari tempat duduknya dan kemudian pingsan, kecuali adel yang masih memegang kuat tirai disebelahnya. Dia melihat tante yuni terpental jauh ke sudut kamar, kemudian ia mencoba bangkit.
Sementara itu aurel yang sedari tadi pingsan kini bangun dengan tatapan kosong, dia berjalan mendekati tante yuni.
"aku tidak pernah mengganggumu, jadi jangan usik diriku kalau kau ingin selamat" kata urel
Setelah berkata berkata seperti itu aurel terjatuh tak sadarkan diri.
Melihat kejadian itu adel menjadi lebih takut lagi, keringat dingin kini mengalir dari dahinya.
Sementara itu tante yuni datang mendekatinya.
"maafkan aku dia terlalu kuat, tapi tenang saja dia tidak jahat, asalkan kau tak mengusiknya" kata tante yuni
Adel hanya mengangguk.
"tapi dia siapa tante? "
"dia penjaganya, dia hanya ingin melindunginya? "
"apakah dia penunggu gudang sekolah?" tanya adel penasaran.
"bukan?" jawabnya singkat.
Kini Ia berusaha mengumpulkan sisa-sisa tenaganya dengan bersemedi dan membaca mantera. Kemudian ia menuangkan air dari dalam kendi kesebuah gelas dari tanah liat.
__ADS_1
"bantu aku, meminumkan air ini ketemanmu agar mereka sadar? "
Adel hanya mengangguk, dan langsung membantunya meminumkan air keteman-temannya. Tak butuh waktu lama setelah meminum air itu satu persatu mulai siuman.
Setelah mereka berempat merasa enakan mereka segera pamit pulang.
Setibanya dirumah adel langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur kamarnya. Dia masih saja membayangkan kejadian menyeramkan di ruamah tante Yuni.
"ooh sialll! " batinnya kesal karena tak bisa memejamkan matanya.
tok-tok
terdengar suara kamarnya diketuk.
Kemudian ia bergegas membukanya, dan ia terkejut dengan apa yang dilihat didepannya.
"Bryan!!! " teriak adel sambil memeluk Bryan
"sabar donk del, masih banyak waktu untuk kita melepas rindu, hehehe? "
"apaan si lo " sambil melepas pelukannya.
"kenapa muka lo acak-acakan gini sih del? "
"biasalah abis tauran, hehehe?"
"masih jadi preman lo"
"kenapa lo balik ke Indonesia? "
"kemarin, gue diusir bokap gue gara-gara bikin masalah disana? "
"lagian lo sih, hobinya bikin onar mulu, trus sekolah lo gimana? "
"gue pindah kesekolah lo? "
"serius lo"
"ya adel, gue pengin deket lo, gue pengin jadi pacar lo?"
"***, lo gak berubah ya, dasar playboy ? "
"lo tuh satu-satunya cewek yang aku cintai didunia ini? "
"hmmm"
"bisa gue manfaatin nih cowok buat balasin dendam ke Aisyah? " kata adel dalam hati*
"woiii, ngapain bengong?"
__ADS_1
"aku cuma laper dari pulang sekolah belum makan? "
"yaudah ayok kita cari makan keluar".
"ok, tapi aku mandi dulu ya?"
"baik princess, sekalian dandan yang cantik"
"pastinya" jawab adel sambil meninggalkan bryan dikamarnya.
Pukul empat sore Aisyah tengah menunggu angkot diujung jalan, dia tampak gelisah karena sudah beberapa menit menunggu belum mendapat angkot yang dicari.
Kini ia terlihat sedikit bahagia karena melihat sebuah angkot berhenti didepanya, iapun segera naik. Setelah beberapa menit kemudiam ia sampai juga ketempat kerjanya Quinza Cafe. Ia segera turun dan membayar ongkos angkotnya. Sesampainya didalam, ia segera mengganti bajunya dengan seragam cafe dan segera berbaur dengan karyawan lainnya.
"kemana aja lo aisyah, dua hari gak masuk kerja? " kata dinda teman kerja aisyah
"gue sakit din? "
"kok gak ngabarin sih, si bos nanyain lo mulu tuh dari kemaren? "
"iya hpku juga baru on lagi?"
"dah kamu temuin dulu sibos, baru balik lagi kesini? "
"ok? " kemudian aisyah segera menuju ruangan pak Calvin atasannya.
tok-tok (aisyah mengetuk pintu ruang kerja pak Calvin)
"masuk"
Aisyah segera masuk kedalam ruangan itu.
"oh Aisyah, kemana saja kau dua hari tidak masuk kerja? "
"saya sakit pak, maaf tidak bisa memberi kabar karena hp saya juga baru hidup? "
"oh begitu, sekarang sudah baikan? "
"sudah pak"
"baiklah kau kembalilah bekerja, nanti kalau sudah selesai kerja temui saya lagi".
"baik pak? " kemudian ia pergi meninggalkan ruangan pak Calvin.
Baru saja a
Aisyah ingin duduk sebentar dinda memanggilnya.
"Ais, tolong anter makanan ini ke meja no 105?"
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Aisyah segera mengambil nampang bertuliskan 105, dan membawanya keluar, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat Adel yang duduk di bangku 105.