
*Kriiiing... kriiing... kriiing.... kriiiing
Bel panjang berbunyi tanda berakhirnya jam pelajaran. Aisyah masih enggan untuk melangkahkan kakinya keluar kelas, Ia masih asyik mengerjakan soal matematika.
Ferdi duduk disamping Aisyah, Ia merasa kaget karena selama ini Ferdi jarang bergaul dan berbicara dengan teman-temannya.
Ferdi menyerahkan sebuah boneka kepada Aisyah.
"terima kasih telah menolongku" kata Ferdi sambil memberikan boneka kepada Aisyah
"sama-sama, ini boneka buatku" kata Aisyah
Ferdi hanya mengangguk, kemudian meninggalkan Aisyah.
Nyimas mengambil boneka dari tangan Aisyah, Ia mendengar ada yang meminta tolong dari dalam boneka itu, dia kemudian mengembalikannya lagi ke Aisyah.
"kenapa tante"
"sepertinya ferdi butuh bantuanmu"
"bantuan apa?"
"nanti kau juga tau"
"tapi kenapa harus aku?" Aisyah masih penasaran
"karena hanya kamu yang bisa menolongnya"
Aisyahpun segera membereskan buku-bukunya, dan meninggalkan kelas. Ia berdiri depan gerbang menunggu angkot. Sebuah mobil sedan berhenti didepannya. Seorang membuka kaca mobil dan menawarkan tumpangan padanya.
"ayo pulang bareng" ajak Nathan
"tapi, rumah ka Nathan kan ga searah sama rumah Ais" kata Aisyah
"udah naik aja !!" Perintah Nathan sambil membuka pintu mobilnya.
Aisyah segera naik kedalam mobil, dia merasa senang karena bisa pulang dengan orang yang ia cintai.
"aku senang ternyata kau selamat dari ledakan kemarin, padahal aku sedih saat mendengar kau dan Bryan tidak ditemukan saat kejadian kebakaran dilab kemarin" kata Nathan
Hati Aisyah menjadi berbunga-bunga memdengar Nathan ternyata begitu menghawatirkannya.
"alhamdulillah ka, Ais bisa selamat karena keluar lewat pintu belakang" jawab Aisyah
"katanya kau juga yang menyelamatkan Bryan?" tanya Nathan lagi
__ADS_1
"sebenarnya, Bryan yang menyelatkan aku, kalo bukan karena dia, mungkin aku yang terkena ledakan itu" jawab Aisyah
"apa Bryan terluka parah? "
"untungnya tidak ka, hanya luka bakar sedikit ditangannya"
"syukurlah" kata Nathan
Nathan menghentikan mobilnya disebuah rumah kecil disamping gang, Aisyah segera turun sambil mengucapkan terima kasih kepada Nathan.
**********
Sore harinya Aisyah sudah berada dicafe tempatnya bekerja, Hari ini kafe sangat ramai sehingga Aisyah tidak bisa beristirahat karena banyaknya pengunjung yang datang. Pukul sepuluh malam Aisyah sudah mulai merapikan meja dan kursi, dilanjutkan dengan mennyapu kemudian mengepelnya.
Setelah menyelesaikan aktivitasnya, Ia bergegas pulang kerumah. Didepan kafe pak Calvin menunggu Aisyah keluar dari dalam kafe. Ia segera mendekatinya ketika melihat Aisyah keluar dari kafe.
"Ais, maafkan istri saya kemarin ya? " kata pak Calvin
"iya pak" jawabnya singkat
"kamu pulang bareng bapak aja ya"
"maaf pak, saya tidak bisa, saya takut istri anda akan melabrak saya lagi"
"tidak Aisyah, dia sekarang sedang Keluar kota" kata pak Calvin
Namun tangan pak Calvin menariknya.
"masuk sekarang!!!" perintah pak Calvin dengan nada memaksa
"sakit pak! , tolong lepaskan! " kata Aisyah
"masuk cepat, kalau kau tak mau kesakitan!" sambil memaksa Aisyah masuk.
Aisyah berusaha melepaskan cengkraman tangan pak Calvin, yang mulai mendorongnya masuk kedalam mobil.
Tiba-tiba seorang menarik lengan pak Calvin dari tangan Aisyah.
"Bryan!" kata Aisyah kaget.
"lepaskan dia!" kata Bryan
"jangan ikut campur " jawab Calvin
"tentu saja saya harus ikut campur kalau kau menyakiti kekasihku"
__ADS_1
"apa!!!!, jadi Aisyah ini pacarmu??, jangan bohong kau anak muda"
"kalau kau tak percaya tanya istrimu saja" sambil menunjuk kearah Yohana yang berdiri disamping Bryan
Melihat Yohana, Calvin segera melepaskan tangannya dari tangan Bryan.
"jadi ternyata benar, ayah yang kegatelan" kata Yohana
"bukan begitu mah, ayah bisa jelaskan nanti?" jawab Calvin sambil berusaha menenangkan istrinya
Melihat kejadian itu Bryan langsung menarik tangan Aisyah, menjauh dari suami istri yang sedang bertengkar itu.
Bryan segera melajukan mobilnya menembus kegelapan malam.
Karena kelelahan bekerja Aisyah tertidur selama perjalanan pulang. Sesampainya dirumah Aisyah, Bryan melihat Aisyah masih terlelap, ia tak tega ketika hendak membangunkannya. Ia segera menggendongnya membawa ia masuk kedalam rumahnya.
Ayah Aisyah kaget ketika putrinya pulang digendong oleh seorang pria.
"Aisyah kenapa nak" tanya ayah Aisyah
"tidak apa-apa om, dia cuma kelelahan"
"terima kasih sudah membantu anak saya"
"oh ya om, saya juga punya hadiah untuk om" kata Bryan
Ia segera keluar untuk mengambil sesuatu dimobilnya, dan ia kembali dengan membawa sebuah kursi roda.
Ia menyerahkan kursi roda itu kepada ayah Aisyah.
"ini buat om, supaya om bisa jalan-jalan keluar" kata Bryan
"terima kasih nak " kata ayah Aisyah terharu
"yaudah pak, Bryan pamit dulu"
"iya hati-hati nak"
Ia pergi meninggalkan rumah Aisyah.
********
Aisyah merasa ketakutan karena ia berada ditempat yang asing dan gelap, Ia berjalan menyuduri lorong-lorong bangunan tua yang sudah tak terawat. Ia mendengar jeritan suara orang meminta tolong, ketika melewati sebuah kamar. Aisyah berusaha membuka pintu kamar itu, tapi pintunya terkunci.
"tolooooong!!!! "
__ADS_1
"toloooong!!!!! "
suara itu semakin kencang terdengar ditelinganya.