
Sementara Aisyah dan Bryan hanya tertawa melihat Ian yang Marah-marah gak jelas.
Sedangkan Ferdi masih menatap mereka dengan tatapan aneh. Aisyah mulai menyadari jika Ferdi pasti melihat sesuatu.
"ada apa Fer? " kata Aisyah menanyakan pada Ferdi
Ferdi hanya menunjuk kearah pohon rindang disamping taman.
Aisyah kemudian melihat kearah telunjuk Ferdi, benar saja ia melihat Nyimas yang berlumuran darah tampak jatuh tak berdaya, sementara putri Maheswari terus menyerangnya tanpa henti.
"hentikan!! " kata Aisyah sambil berlari mendekati Nyimas
"hentikan!, tolong jangan sakiti Tante Nyimas lagi, hiks, hiks " kata Aisyah memohon kepada Putri Maheswari
"oh jadi dia, reinkarnasimu Nyimas, sungguh menyedihkan kau bahkan tak akan bisa menolongnya lagi" sambil mengeluarkan kilatan berwarna merah kearah Aisyah.
Melihat apa yang akan menimpa Aisyah, Ferdi segera berlari menarik Aisyah menghindar dari serangan putri Maheswari. mereka berdua jatuh disamping Nyimas.
"Keluarkan cincin itu ais" kata Nyimas
Aisyah segera mengeluarkan sebuah cincin yang ia temukan digudang, dari dalam dompetnya. Tak berapa lama tubuh Nyimas terhisap masuk kedalam Cincin itu.
Putri Maheswari geram melihat Aisyah berhasil menyembunyikan Nyimas kedalam cincin itu, Ia kemudian mengarahkan kilatan berwarna jingga kearahnya namun belum sempat ia mengarahkannya ke Aisyah, Ferdi terlebih dulu melempar sebuah benda panjang seperti tongkat kearahnya.
"arghhhhh!!! " teriak Putri Maheswari kesakitan
"jangan ikut campur kau anak muda" kata Putri Maheswari kepada Ferdi
"sudah cukup, putri sekarang saatnya kau kembali ke asalmu" Kata Ferdi sambil melemparkan sebuah batu berwarna jingga dari sakunya.
"Panglima! "teriak Putri Maheswari yang kaget melihat sosok Panglima Arya panangsang dalam diri Ferdi
Beruntung Ia berhasil mengelak dari Kejaran batu Berwarna jingga itu, kemudian karena takut tertangkap oleh Panglima Arya Panangsang sang Putripun menghilang dari depan Ferdi.
Ferdi segera membantu Aisyah bangkit berdiri.
Bryan dan Ian hanya bengong melihat kejadian itu, mereka hanya saling pandangan karena masih bingung tak mengerti.
__ADS_1
"kau tak apa-apa cah Ayu" kata Panglima Arya
"aku baik-baik saja, siapa kau sebenarnya?" Kata Aisyah penasaran
Panglima Arya hanya tersenyum.
"nanti kau juga akan tau" jawabnya
setelah itu Ferdi jatuh tak sadarkan diri.
Melihat Ferdi pingsan Bryan dan Ian segera berlari kearah mereka.
"Ferdi kenapa Ais" kata Bryan
"gak papa, sebentar lagi pasti ia sadar" kata Aisyah
Tak lama kemudian Ferdipun siuman.
"kalian lagi ngapain sih tadi? " kata Ian penasaran
"biasalah Belajar akting buat acara perpisahan nanti" kata Aisyah coba mengalihkan perhatian Bryan dan Ian yang mulai mencurigainya.
"ayok kita nikmati pesta barbequenya" ajak Aisyah
Kemudian keempatnya segera menuju pesta barbeque.
************
Pagi hari semua siswa sudah naik kedalam busnya masing-masing, mereka sudah tidak sabar untuk kembali pulang ke Jakarta.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya sampai juga disekolah.
Ketika semua siswa sudah pulang kerumahnya masing-masing Aisyah justru masih didalam kelas, Ia hendak menemui mang Asep sesuai dengan perintah dari Nyimas. Dia menunggu sampai semua siswa sudah pulang, Baru ia akan menemui mang Asep.
Setelah merasa sudah Sepi Aisyah bergegas menuju kebelakang sekolah, ia berjalan menuju ke tempat Mang Asep.
Setibanya disana mang asep segera mempersilahkannya masuk.
__ADS_1
Aisyah kemudian memberikan cincinya kepada mang asep.
"kau dapat darimana cincin ini" kata mang Asep
"aku menemukannya digudang" jawab Aisyah
"kenapa kau memberikannya kepadaku, bukankah kau adalah pemiliknya? " kata mang asep lagi
"aku hanya menjalankan perintah Nyimas yang menyuruhku memberikan cincin ini kepada mang Asep"
"jadi kau juga sudah bertemu dengannya"
"iya mang" jawab Aisyah
Kemudian ia membersihkan cincin itu kedalam air kembang, dilanjutkan dengan menggosoknya menggunakan saputangan berwarna hijau. Tak lama kemudian Nyimas keluar dari dalam cincin itu. Kali ini Nyimas terlihat lebih segar dari kemarin yang penuh luka dan darah.
Aisyah tersenyum melihatnya.
"terima kasih cah ayu sudah menolongku" Kata Nyimas.
"sama-sama tante" jawab Aisyah
"kamu harus bersemedi dulu untuk memulihkan kondisimu Nyimas" kata Mang Asep sambil menyiapkan sesaji dalam sebuah baki
"tentu saja aki, tapi setelah menyatap makanan darimu itu" kata Nyimas sambil menunjuk sesaji yang dibawa Mang Asep kearahnya.
"makanlah" perintah Mang Asep
Kemudian Nyimas segera menghirup Aroma sesaji yang ada didepannya.
"Nduk, aku pamit dulu, beberapa hari kedepan mungkin kau taakan melihatku, jadi jaga dirimu baik-baik" kata Nyimas yang kemudian menghilang dari pandangan matanya
"apa aku bisa bertemu dengannya lagi mang?" kata Aisyah
"tentu saja jika dia sudah pulih, tapi kau juga harus menolongnya dari kejaran putri Maheswari" jawab mang asep
"bagaimana aku bisa menolongnya? " kata Aisyah
__ADS_1
"ambil cincin adel" kata mang Asep