
Sore harinya semua siswa sudah kembali lagi kepenginapan. Karena kelelahan Aiayah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Ia merasakan tubuhnya remuk seperti tertimpa benda yang begitu berat, dadanya juga terasa sesak sehingga susah bernafas.
"kenapa aku ini" kata Aisyah
perlahan-lahan ia mulai membuka matanya, ia melihat dua orang wanita tengah berduel hebat didepannya. seorang wanita jatuh tersungkur dengan darah segar yang keluar dari mulutnya, tak menyia-nyiakan kesempatan Putri Maheswari segera melancarkan serangan kembali. Kali ini ia mengeluarkan sebuah kilatan berwarna merah dari telapak tangannya dan mengarahkan kepada Nyimas.
"Braaakkk!!!?
Tubuhnya langsung terpental menghantam sebuah tembok, Ia sudah jatuh tak berdaya, sementara putri Maheswari tertawa penuh kemenangan. Aisyah mencoba membalikan sesosok tubuh yang jatuh disampingnya, betapa terkejutnya dia ketika ia melihat sosok disampingnya adalah Nyimas. Airmatanya jatuh tak tertahan lagi, ia menangisi sosok yang selalu melindunginya.
"Nyimas, banguuun hiks, hiks.... banguun, jangan tinggalin Aisyah, hiks, hiks? "
ia menangis sambil memeluknya, tak terasa Airmatanya jatuh menai wajah Nyimas.
"bangun tante,,,,, tante banguuun,,,, jangan tinggalin Ais... Hiks, hiks"
Nyimas mulai membuka matanya perlahan, dilihatnya Aisyah yang sedang menangisinya.
"jangan sedih cah ayu..., bantu aku melawan putri maheswari"
"apa yang bisa aisyah bantu tante? "
"datangi mang asep, ia akan membantumu" kata Nyimas yang kemudian menghilang dari pandangan Aisyah.
"Tante dimana,,,, tante,,, tante jangan pergii!!! "
Aisyah segera bangun dari tidurnya.
"oh ternyata hanya mimpi" kata Aisyah
Ia segera bangun dari tempat tidurnya kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri"
__ADS_1
Semua siswa berkumpul ditaman, mereka sedang mengadakan pesta barbeque.
Bryan masih mencari-cari keberadaan Aisyah tapi tak menemuinya, kemudian ia mencarinya dikamarnya juga tidak ada.
"kemana sih kamu Ais? " kata Bryan
Samar-samar Bryan melihat Aisyah duduk bersama seorang lelaki, ia mendekatinya dan benar saja Aisyah sedang bersama Ian disana.
"ehemmmm! " Bryan berusaha mengagetkan mereka
"Ganggu aja lo" kata Ian kepada Bryan
"maaf,, tapi gue harus ajak Ais ketaman, pesta barbequenya sudah dimulai"
"yaudah kak, aku ikut Bryan dulu ya, nanti kita sambung lagi" pamit Aisyah kepada Ian
"gue ikut!! " kata Ian
"adilkan? "kata Aisyah sambil tersenyum
Merekapun melenggang menuju ketaman.
Adel tampak kesal melihat Aisyah datang dengan Bryan dan Ian, ia kemudian menyuruh seseorang untuk mengambilkannya segelas jus.
"kakak!!! " panggil Adel kepada Ian
Ia kemudian memeluk Ian sembari tangan kirinya berusaha menumpahkan jus kebaju Aisyah.
Mengetahui gelagat jahat sahabatnya Bryan segera menepis tangan Adel yang berusaha menumpahkan jus kebaju Aisyah. Yang terjadi kini bukannya Aisyah yang tersiram jus tapi justru Adel yang terkena tumpahan jus itu.
Adel sangat marah ketika melihat baju mahalnya terkena jus.
"cupu!!!, lo dendam sama gue makanya lo tumpahin jus ke bajuku! " maki Adel kepada Aisyah
__ADS_1
"bukan Aisyah yang numpahin jus lo, tapi gue" Jawab Bryan
Adel merasa kesal dengan jawaban Bryan yang menggagalkan rencananya memarahi Aisyah, kemudian Ia pergi dengan menahan amarahnya. Melihat itu Ian merasa senang karena Aisyah selamat dari kemarahan Adel.
"makasih ya Bryan " kata Aisyah sambil tersenyum
"mulai sekarang aku akan selalu membuatmu tersenyum Ais, aku takan membiarkan seseorang membuatmu menangis lagi" Kata Bryan dalam hati
Memang Bryan tak bisa menampik perasaannya kini, ia mulai menyukai Aisyah ketika Dia menolongnya dari ledakan di Lab ipa, ia bahkan mampu melupakan obsesi masa kecilnya yang ingin sekali menjadikan adel pacarnya. Hatinya selalu berdetak tak karuan jika melihat senyuman manis Aisyah, senyuman yang selalu menaklukan hatinya untuk selalu berada didekatnya.
"woiii, kenapa melamun" kata Aisyah
"eh, gak kok cuma ..." Kata Bryan gugup
"cuma apa hayoo?" kata Aisyah menggodanya
"cuma...aku cuma gak kuat melihat senyum manismu itu Ais" kata Bryan menggoda Aisyah
"bisa ae, dasar playboy cap kadal" kata Ian kesal
sementara Aisyah hanya terkekeh melihat kelakuan dua sahabatnya yang selalu bertengkar itu.
Sesampainya di taman Ferdi langsung melotot kearah mereka bertiga.
"kanapa lo, jelous juga sama kita karena deket Aisyah " kata Ian tambah kesal
Sementara Aisyah dan Bryan hanya tertawa melihat Ian yang Marah-marah gak jelas.
Sedangkan Ferdi masih menatap mereka dengan tatapan aneh. Aisyah mulai menyadari jika Ferdi pasti melihat sesuatu.
"ada apa Fer? " kata Aisyah menanyakan pada Ferdi
Ferdi hanya menunjuk kearah pohon rindang disamping taman.
__ADS_1