GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 36


__ADS_3

Suara Sirine ambulance berhenti didepan rumah Bryan, Viona segera bergegas keluar untuk menyambut kedatangan jenazah putranya.


*flashback


Seorang petugas rumah sakit menelpon Nyonya Viola mengabarinya tentang kematian putranya Bryan karena kecelakaan mobil. Arya Panangsang sengaja membuat jenazah Bryan seperti orang yang kecelakaan agar keluarganya tidak menyalahkan Aisyah atas kematiannya. Sedangkan Viola tampak terpukul mendengar berita kematian putra tunggalnya.


*********


Ia masih menangisi Bryan yang kini sudah menyatu dengan tanah, sementara Viktor suaminya berusaha menenangkannya, dan mengajaknya untuk kembali pulang. Ditatapnya wajah Aisyah yang juga hadir dalam pemakaman itu, ia mendekatinya dan kemudian memeluknya.


"maafin Bryan kalo dia ada salah denganmu ya nak" bisik Viola ketelinga Aisyah


"iya tante, Aisyah yang harusnya minta maaf sama tante karena tak dapat menyelamatkan Bryan" kata Aisyah merasa bersalah


"ini bukan salahmu nak, tapi memang sudah menjadi suratan takdir" kata Viona sambil melepaskan pelukannya.


Kemudian ia menyodorkan sebuah amplop coklat kepada Aisyah.


"Bryan menitipkan ini untukmu sebelum ia pergi ke ulang tahun Adel" kata Viona


Aisyah menerima amplop yang diberikan oleh viona.


"terima kasih tante" jawab Aisyah


*********


Aisyah masih duduk bersimpuh disamping makam Bryan, ia masih belum rela untuk meninggalkannya.


"maafkan aku Bryan, hiks.. hiks" kata Aisyah yang mulai menitikan airmatanya


"aku janji aku akan sering menjengukmu dan mengirim doa untukmu, tenanglah disana, aku akan mengikhlaskanmu" kata Aisyah sambil menyeka air matanya


Setelah mengirimkan doa dan alfatiha, Ia pergi meninggalkan Bryan yang sudah kekal dialam Keabadian.


😭😭😭😭😭


Setibanya dirumah Aisyah segera membuka amplop coklat yang diberikan oleh viona. Sebuah kacamata D***, yang menjadi awal pertemanannya dengan Bryan.


Aisyah memeluk erat kacamata itu, yang menyimpan banyak kenangan dengan Bryan.


"terima kasih Bryan, aku taakan melupakanmu" kata Aisyah lirih


**************


Malam telah berganti pagi, Aisyah masih bermalas-malasan diatas kasurnya, ia tak lagi bersamangat kesekolah hari ini.


Ayahnya memasuki kamarnya berusaha membangunkannya.


"bangun nak, apa hari ini kau tidak masuk sekolah? " kata Ayah Aisyah


"Ais males yah" jawab Aisyah sambil menutup wajahnya dengan selimut

__ADS_1


"tapi ada temanmu didepan" kata Ayahnya lagi


"teman yang mana yah? " kata Aisyah penasaran


"ayah tidak mengenalnya"


Aisyah segera bangun dari tempat tidurnya, dilihatnya jam beker disamping tempat tidurnya.


"siapa sih yang pagi-pagi udah jemput kesini?" kata Aisyah sambil keluar dari kamarnya


"Ferdi!!! " teriak Lulu yang tak percaya,


"Ferdi si anak mama yang menjemputnya berangkat kesekolah, apa ini mimpi" kata Aisyah sambil mengucek- ucek matanya.


Ia masih mengucek-ucek matanya, karena masih tak percaya kedatangan Ferdi dirumahnya.


"lo tau rumahku darimana? " tanya Aiayah penasaran


Ferdi hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Aisyah.


" loh ditanya kok malah senyum bukannya dijawab" kata Aisyah kesal


Lagi-lagi Ferdi hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan Aisyah.


"sakit nih anak" kata Aisyah sambil menyentuh dahi Ferdi


"udah buruan mandi nanti telat! " perintah Ferdi


"diih siapa ya mau sekolah, gue hari ini bolos sekolah, gue lagi males"


"apa aku yang harus mandiin kamu? " kata Ferdi kepada Aisyah


"diiih gak usah, pergi sono lo!" jawab Aisyah sambil mendorong tubuh Ferdi keluar dari kamar mandi


Setelah selesai mandi Aisyah segera berganti pakaian dan menemui Ferdi dimeja tamu.


"ayok! " ajak Aisyah


kemudian mereka berdua berpamitan kepada ayah Aisyah dan segera menuju kesekolah.


Ferdi melajukan mobilnya dengan cepat, karena ia tak ingin mereka berdua terlambat kesekolah.


"tumben lo gak dianter nyokap lo" tanya Aisyah penasaran


"sekali - kalilah biar bisa bareng lo" jawab Ferdi


Aisyah menatap Ferdi dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"lo bukan Ferdikan? tanya Aisyah


"lo pasti udah tau siapa aku? " jawabnya singkat

__ADS_1


"lo panglima Arya?? "


Ferdi hanya mengangguk.


"tapi kenapa lo masuk kedalam tubuhnya? "


"saya hanya ingin menolongnya dan menjagamu tentunya" jawab Arya Panangsang


"apa ada alasan lain? " tanya Aisyah lagi


Arya Panangsang hanya tersenyum melihat Aisyah yang masih penasaran.


"yang jelas aku ingin melindungimu sampai Nyimas kembali" jawab Arya Panangsang


Ferdi mengentikan mobilnya diparkiran dan menggandeng Aisyah berjalan menuju kelasnya.


Semua mata tampak tertuju pada Ferdi yang berubah 360 derajat. Ia yang anak mamah kini terlihat lebih gagah dan macho.


"wuuiiih gak nyangka ternyata Ferdi ganteng juga kalau berpenampilan seperti ini, gak jauh beda sama ka Nathan" kata Cindy yang masih tertegun kagum memandang wajah Ferdi


"coba dari dulu lo kaya gini Fer, pasti lo udah jadi cowok gue" kata Aurel


Ferdi hanya menatap dingin cewek-cewek yang mengaguminya kini.


*praanng!!!


Terdengar suara cermin yang sengaja dibanting oleh vida.


"lo kenapa vid? " tanya Melvy


Vida tak menjawab pertanyaan, matanya masih menatap kearah Ferdi dengan tatapan penuh kebencian.


Ia berjalan mendekati Ferdi dan kemudian menghajarnya, hingga Ferdi terpelanting membentur tembok.


Cindy, amel, melvy dan aurel merasa ketakutan dengan kelakuan vida.


"lo kenapa vid?" tanya Cindy


bukannya menjawab peryanyaan Cindy, malah mendorongnya hingga jatuh tersungkur


"busyet gede banget tenaganya" kata Cindy yang mencoba berdiri


"lo gapapa Cin? " kata Aurel


"gak cuma nyeri dikit, kita harus telpon Adel, kayaknya vida kesurupan deh" kata Cindy


sementra itu Arya Panangsang segera berdiri dan menyerang kearah Vida.


vida kini bersiap menyerang Ferdi dengan kilatan cahaya berwarna ungu, beruntung Arya panangsang bisa menghindarinya.


"dasar dukun brengsek, bersiap-siap saja kau akan kukirim keneraka !!" kata Arya panangsang yang mulai mengarahkan sebuah kilat berwana Putih kearah Vida

__ADS_1


seketika vida ambruk dan jatuh kelantai. Dan sebuah bola api keluar dari tubuh vida, semua yang ada dikelas menjerit ketakutan dan keluar dari kelas.


**aaaaakkkhhhh, uwaaaa


__ADS_2