GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 40


__ADS_3

Seorang akhirnya berinisiatif untuk menuangkan kuah bakso kedalam mangkok mangkok itu. Ia mulai mencelupkan sendok sayur dan mengambil kuah dari dalam panci besar itu, ia merasa ada sesuatu yang menyangkut pada sendok sayurnya, karena terasa berat. Ia mengira kalau itu adalah iga sapi, atau tulangan pelengkap kuah bakso agar terasa lebih nikmat.


Tapi betapa terkejutnya ia manakala melihat apa yang ada dalam sendok sayurnya. Matanya seketika langsung melotot seperti hendak keluar dari tempatnya. Dia berteriak hingga membuat semua yang ada disana menjadi panik.


"aaaarrrggghh!!!! "


Pak Harjo segera berlari keluar dan menarik tangan Bambang menuju kekamar khusus miliknya, sebelum karyawan yang lain membrondongnya dengan ribuan pertanyaan.


Dia mulai mendudukannya tepat didepannya, dan mulai menginterogasinya seperti seorang terpidana.


" kau sudah Melihatnya bukan" kata Pak Harjo


Bambang hanya mengangguk pelan


"kau sudah mengetahui rahasiaku jadi kau juga harus keluar dari sini, aku tak akan membiarkan usahaku hancur dengan mempertahankanmu disini" kata Pak Harjo dingin


"dan ini demi keselamatanmu juga, jika terus disini aku tak yakin kau dapat menjaga rahasiaku dengan aman, karena pasti teman-temanmu akan selalu menanyakan kejadian hari ini. Dan ingatlah jika ingin selamat, pertama kamu harus merahasiakan hal ini, tak boleh seorangpun yang mengetahui rahasia itu, karena baik yang memberitahu ataupun yang diberitahu akan mendapatkan nasib yang sama, apakah bisa kau menjaga rahasia ini selama kau tetap berada disini? " kata Pak Harjo menjelaskan


seketika wajah bambang langsung berubah pucat pasi, ia bergidik mendengarkan akibat yang harus ia terima karena ulahnya yang sebenarnya ingin membantu mengatasi masalah malah mendatangkan masalah yang besar baginya.


"aku tidak akan bisa pak, karena aku takut keceplosan, lebih baik aku berhenti bekerja saja pak" jawab Bambanh dengan tubuh yang gemetaran


"bagus, jadi ingatlah pesanku tadi jika ingin nyawamu selamat" kata Pak Harjo sambil menyodorkan amplop coklat kearahnya.


"itu pesangonmu, dan segeralah kamu pindah rumah dengan uang itu" Kata Pak Harjo

__ADS_1


Pak Harjo sepertinya juga mengetahui ada seseorang yang sedang menguping pembicaraannya.


"dan asal kau tau juga, bahkan yang sedang mengupingpun tak akan selamat, hahaaha" kata Pak Harjo sambil tertawa senang


Mendengar itu Aisyah segera beringsut dari tempatnya menguping.


Bambang segera pamit dan membawa amplop coklat darinya.


Sementara ia tak menghiraukan teman-temannya yang terus menanyainya. ia berjalan gontai seolah baru sadar dari pingsan.


teman-temannya hanya mengangkat bahu melihat perubahan sikap Bambang pasca insiden kuah bakso.


Bambang masih duduk termenung didepan kontrakannya, ia masih membayangkan sebuah celana dalam berwarna hitam yang tersangkut disendok sayur saat ia akan mengambil kuah bakso.


Ia membuka amplop coklat pemberian pak Harjo.


"banyak sekali, pantas ia menyuruhku untuk pindah rumah? " gumam bambang


***************


Setelah selesai bekerja Aisyah segera bergegas keluar, menemui Ian yang sedari tadi menunggunya dengan setia.


Mereka kemudian melesat meninggalkan kedai bakso Pak Harjo.


Ditengah perjalanan tiba-tiba ban motor Ian bocor, ia segera menghentikan motornya dan mendorongnya mencari tambal ban terdekat.

__ADS_1


"maaf ya Ais, bukannya mengantarmu pulang cepat, malah merepotkanmu karena harus menemaniku mencari tambal ban? " kata Ian


"gak papa kok ka" jawab Aisyah


Mereka kemudian berhenti disebuah tambal ban, Ian segera memarkirkan motornya. Seorang montir Dengan sigap menambal ban motor Ian yang terkena paku. Setelah selesai Montir itu masuk kedalam rumahnya tanpa kembali lagi. Ian mencoba mengetuk pintu rumah itu tapi montir itu tak keluar juga.


Aisyah berfikir ada yang janggal dengan montir itu, mulai dari ia yang tak sedikitpun menatap atau bersuara saat bertemu dengannya.


Ia melihat sekeliling bengkel itu.


"aku ingat sekarang, harusnya disini sebuah pohon Asem tua bukan bengkel" kata Aisyah kaget


Ian hanya mematung mendengar penjelasan Aisyah, seketika bulu kuduknya berdiri.


Dalam hitungan detik bengkel yang ada dihadapannya menghilang berganti dengan pohon Asem jawa yang sangat besar dan rimbun. Ian segera berjalan mundur menarik Aisyah menjauhi pohon itu.


Sesosok kepala manusia dengan organ tubuh yang menggantung turun dari atas pohon Asem itu.


Matanya yang merah menyala dan taringnya yang panjang membuat Ian dan Aisyah berlari menjauhi mahluk itu.


Namun mahluk itu terus mengejarnya, hingga Ian jatuh tersungkur karena tersandung batu. Sebuah batu koral yang membuat kakinya tersayat bersimbah darah.


"arrghhhh" teriak Ian mengerang kesakitan karena kakinya mengeluarkan darah yang cukup banyak


Mencium bau amis darah dari kaki Ian membuat mahluk itu tertawa menyeringai. Ia Kemudian berusaha menyerang Ian dengan brutal.

__ADS_1


__ADS_2