
Ada senyum kemenangan yang Bryan rasakan saat Adel mempercayainya.
"yes, sedikit lagi rencana gue berhasil, gue bisa dapetin lo del" kata Bryan dalam hatinya.
💕💕💕💕
Pagi hari yang cerah Aisyah bersiap pergi kesekolah, hari ini ayahnya mengantar hingga kedepan menggunakan kursi roda.
"Aisyah pamit ayah, terima kasih sudah mengantar Ais"
"sama-sama nak, ayah juga senang bisa mengantarmu lagi" jawabnya senang
Sebuah angkot berhenti didepan Aisyah, Ia segera naik dan melambaikan tangannya.
Adel dan keempat sahabatnya sudah bersiap-siap menunggu Aisyah didepan kelas.
"cepatlah datang cupu, sudah gak sabar ingin melihatmu menangis!! " kata Adel dengan senyuman sinisnya.
Tak lama kemudian Aisyah sudah terlihat dibibir pintu.
Adel segera menarik rambutnya dan menyeretnya kebelakang kelas.
"sekarang sudah tidak ada yang akan menolongmu cupu! " kata adel sambil mendorong Aisyah hingga ia jatuh terpental
"sekarang gantian del, gue mau mandiin sicupu biar cantik" kata Aurel sambil menyiramkan Air ke tubuh Aisyah.
"hentikan!!!" kata Nathan yang berdiri dibelakang Aisyah
"Nathan!!" kata Adel kaget
Amel dan Cindy segera melepaskan Aisyah yang kini mulai menggigil kedinginan.
"lo udah janji sama gue del, kalo lo ga bakal nyakitin Aisyah lagi setelah gue jadi pacar lo, tapi kenyataannya lo malah tetep nyakitin dia" kata Nathan kecewa
"Nathan, ini ga seperti yang lo liat, gue ga nyakitin Aisyah kok" kata Adel membela diri
"gue kecewa sama lo del, sekarang kita putus! " kata Nathan sambil membawa Aisyah pergi meninggalkan Adel
"Nathan tunggu!!, gue gak mau putus sama lo, Nathan!!!! " teriak Adel sambil mengejar Nathan
Nathan terus saja melangkah pergi tanpa menghiraukan teriakan Adel, Ia membawa Aisyah ke UKS. Nathan memberikan baju ganti kepada Aisyah.
__ADS_1
" gantilah bajumu, aku akan menunggumu didepan" kata Nathan keluar dari ruang UKS.
Aisyah segera mengambil baju ganti itu kemudian memakainya.
"apa kau masih dingin " kata Nathan
Aisyah hanya mengangguk, Nathan membuka jaketnya dan memakaikannya kepada Aisyah. Ia kemudian mengantar Aisyah kedepan kelasnya.
**************
*Kriiiing.... Kriiiiing
Bel masuk berbunyi, semua siswa bergegas masuk kekelas, seorang guru memasuki kelas dengan wajah berseri.
"selamat pagi anak-anak? " sapa Miss Alea
"selamat pagi miss" jawab semua siswa serentak.
"Baiklah hari ini kita akan belajar menggambar senirupa tiga dimensi, kalian boleh berkelompok mencari objek gambar yang akan kalian buat, dan kalian boleh pergi ketaman sekolah untuk mencari objek gambar tersebut" perintah miss Alea
Semua siswa berjalan keluar menuju taman sekolah untuk mengerjakan tugas mereka.
Kali ini Aisyah satu kelompok dengan Ferdi sedangkan Bryan memilih satu kelompok dengan Adel.
"kau diam saja, biar aku yang akan mengerjakan tugasnya" kata Ferdi
"baiklah, aku juga sedang tidak mood hari" jawab Aisyah
Ferdi mengambil sebuah buku gambar dan segera menggambar sesuatu, Aisyah hanya mengamati saja.
Tiba-tiba mata Aisyah terbelalak melihat apa yang digambar Ferdi.
"kamu gambar apa Fer? " tanya Aisyah
Ferdi hanya menunjuk kesebuah air mancur ditengah-tengah taman.
"Oh Tuhan, mahluk apalagi itu!! " kata Aisyah sambil membulatkan matanya melihat sesosok mahluk yang keluar dari air mancur dan mendekati Bryan dan Adel.
Aisyah segera berlari kearah mereka, ia hendak memberitahukan Bryan tentang mahluk itu.
Tapi belum sempat Aisyah memberitahukannya, Adel sudah lebih dulu mengeluarkan kalung yang diberikan oleh Bryan kearah mahluk itu, dan benar saja mahluk itu langsung tersedot masuk kedalam liontin kalung itu.
__ADS_1
"kalungku! " kata Aisyah sambil meraba lehernya
Aisyah merasa kaget karena saat meraba lehernya ternyata kalung miliknya sudah tidak ada.
"kenapa cupu, kaget!!! " kata Adel sinis
"itu kalungku, darimana kau mendapatkannya" kata Aisyah
"aku yang memberikannya" jawab Bryan
"kau!!!! " jawab Aisyah tak percaya
"iya aku, aku selama ini mendekatimu hanya untuk mencari tau tentang rahasiamu, dan asal kamu tahu aku melakukan itu semua karena aku sangat mencintai Adel " jawab Bryan sambil merangkul Adel
"kamu jahat Bryan!!! " kata Aisyah yang mulai menitikan air mata
"wowww, senangnya lihat sicupu menderita! " kata Adel bahagia
"lo harus inget cupu, gue bakal mengambil satu-persatu orang-orang yang sayang sama lo, dan satu lagi gue akan bikin lo keluar dari sekolah ini secepatnya " kata Adel sambil mendorong Aisyah
Aisyah terjatuh dan menangis, Ia tak mengira kalau selama ini Bryan hanya memanfaatkannya.
"kamu tega!!!, disaat aku sudah mulai sayang sama kamu, kamu malah menghianatiku, hiks.. hiks" kata Aisyah sambil menangis
Adel menarik tangan Bryan meninggalkan Aisyah yang masih terisak.
Ferdi datang menghampiri Aisyah dia kemudian membantunya berdiri dan membawanya pergi dari sana.
Entah apa yang Bryan rasakan saat ini. Ada rasa perih mengiris hatinya, ia belum pernah merasakan sakit seperti ini. Sebenarnya ia merasa tersiksa ketika melihat Aisyah menangis, namun ia berusaha menepisnya. akan tetapi semakin ia berusaha menepis rasa itu, maka semakin perih yang ia rasakan.
💔💔💔💔💔
Sabtu pagi Adel tersenyum bahagia karena akan mengadakan pesta ulang tahunnya yang ketujuh belas, semua persiapan sudah ia susun dengan matang.
Berbeda dengan Aisyah yang sepertinya enggan untuk datang kepesta ulang tahun Adel, ia masih bermalas-malasan diatas kasurnya.
"dreet.... dreeet... bunyi ponsel Aisyah.
"halo" sapa Aisyah
"hai ais, apa kau mau datang kepesta Adel" kata Nathan
__ADS_1
"aku gak tau kak, ais masih malas, takutnya nanti aku malah dibully disana" jawab Aisyah
"datang saja, aku akan menemanimu kesana" jawab Nathan