
Bryan masih tidak dapat memejamkan matanya, meski malam telah larut. Ia masih memikirkan Aisyah yang selama ini hidup dalam kekurangan dan kini ia tak sampai hati jika harus menghukumnya karena sebuah kacamata.
"ahhh!!!, tapi bodo amatlah, demi Adel" katanya dalam hati.
*Kriiiing kriiiing, kriiiing
suara jam beker membangunkan Bryan dari mimpinya.
"hoooaaaam"
"Selamat pagi dunia!!" kata Bryan sambil mengerjapkan matanya.
Setelah selesai mandi ia segera melesatkan motornya menuju kerumah Aisyah. Hari ini Ia ingin berangkat kesekolah bareng Aisyah. Setibanya dirumah Aisyah, ia melihat sebuah motor sport bewarna hitam baru saja meninggalkan halaman rumah membawa Aisyah pergi.
"siall, gue kalah cepet!!! "teriak bryan
💔💔💔💔
Setibanya di sekolah Bryan langsung berlari menuju kelasnya, Ia bertambah kesal tatkala melihat Ian sedang berbincang dengan aisyah didepan kelas.
"Kenapa gue jadi gak suka ya ngeliat kak Ian berdua dengan Aisyah " kata Bryan
"Bryaaan!!!! " Pangil Aurel dan Cindy
Bryan hanya tersemyum sambil melambaikan tangannya.
"tambah ganteng aja kamu? " kata aurel gemas
"iya, Nathanmah lewat" tambah Cindy
"Adel mana? "tanya Bryan
__ADS_1
"lom datang, paling bentar lagi? " jawab Aurel
"lo lagi nyari apa si Bryan? " kata Cindy
"bangku kosong " jawab Bryan
"ada tapi sebelah si cupu" kata cindy lagi
"klo mau sama aku aja duduknya, nanti aku suruh melvy pindah? " kata aurel
"gak usah kasian, dah biar aku duduk sama Aisyah " jawab Bryan.
Kriiiing....Kriiiing, Kriiiing (bel tanda dimulai pelajaran)
Adel baru saja tiba dikelas ketika Bu Luly memasuki kelas. Ia segera duduk sambil melirik Bryan yang duduk disamping Aisyah.
"sepertinya rencana gue berhasil buat deketin Aisyah dan Bryan" kata Aurel dalam hati
"baiklah anak-anak, kalian lakukan percobaan sesuai dengan lembar kerja masing-masing, dan tolong setiap kelompok wajib membuat Laporan kerja" Bu Luly memberi Instruksi
Sekarang semua siswa sudah bekerja dengan kelompoknya masing-masing.
"Bryan, " adel memanggilnya pelan
kemudian ia datang menghampiri Adel, Ia membisikian sesuatu ketelinga Bryan.
"aku gak mau lakuin itu del, bahaya? "
"udahlah gpp" jawab adel
"gue punya cara sendiri buat deketin Aisyah, bukan dengan cara jahat kaya gitu? " jawab Bryan sambil meninggalkan adel.
__ADS_1
Adel kesal mendengar jawaban Bryan.
"sial, berani ngebantah gue lo sekarang" kata adel
kemudian ia pergi menghampiri keempat temannya.
"cindy, lo masukin larutan ini ke dalam gelas eksperimen Aisyah"
"tapi aku takut del"
"kalo lo gak mau lo keluar dari kelompok gue" jawab adel marah
"tapi nanti kalo hantu penjaga aisyah neror kita gimana? "
"gak mungkin, udah cepetan lo masukin!! "
"del, gue gak ikut-ikutan ya, gue gak mau kejadian dirumah tante yuni terulang" kata Melvy
"hey, dengerin lo semua, kalo ada yang ngebantah gue mending keluar dech dari grup ini, ngerti gak lo, dan siap-siap dibully setiap hari"
Mereka bertiga hanya diam melihat adel yang sedang marah. Sementara Cindy dia berjalan pelan-pelan menuju meja kerja kelompok Aisyah. setelah memastikan tak ada yang melihatnya ia segera menuangkan larutan yang ia bawa kedalam gelas kerja Aisyah, kemudian ia lari meninggalkan tempat itu.
"Anak-anak waktu kalian sepuluh menit lagi, jadi segeralah membuat laporan, dan presentasikan hasil kerja kalian didepan" kata bu Luly
Aisyah segera kembali kemeja kerjanya, Ia mengaduk larutan yang ada di depannya guna mengetahui reaksi yang ditimbulkan dari percampuran beberapa jenis larutan.
"Ais, mending kamu yang bikin laporan kerja aja, biar aku yang melanjutkan eksperimennya" kata Bryan
Aisyah hanya mengangguk sambil berjalan meninggalkan Bryan, belum terlalu jauh Aisyah meninggalkannya tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat dahsyaat.
"duaaaar!!!! "
__ADS_1