GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 14


__ADS_3

"Kenapa lo diem aja, Buruan bayar? " Kata Bryan


"Kalo Harganya segitu Uangnya gak cukup?"


"Uangnya hanya Ada satu juta? "


"whaaat!!!! " Bryan kaget


"maaf ya, Kamu yang bayarin sisanya ya, nanti aku ganti Kok, Tapi nyicil ya? "


"emang gue tukang kredit, bisa nyicil? "


"yaudah Kalo gak bisa, aku paling bisa gantiin kacamatanya enam Bulan lagi"


"gak bisa, lo Harus ganti sekarang? "


Aisyah menarik nafas panjang sambil melihat KE Nyimas yang Berdiri disampingnya.


"tenang aku bisa bantuin Kamu Kok? " Kata Nyimas


"caranya? "Kata Aisyah pelan


"Biar aku Ambilin duit dari cowok ini Buat bayar kacamatanya? "


"jangan!!! " Teriak aisyah


"Jangan, kenapa si lo, gak danta banget dech?" Tanya Bryan bingung


"jadi gimana nich, mau dibayar Atau cancel?" Tanya kasir bingung.


"jadi!!!" Teriak Bryan


"trus yang bayar siapa?" Tanya kasir lagi


"saya" Ian datang sambil memberkan kredit caranya.


segera Bryan menggambil credit card milik Ian Dan mengembalikannya.


"gak usah kak, ini urusannya gue Sama Dia? " sambil menunjukan aisyah


"Tapi sampe lebaran monyet juga, gak Balkan AIs bisa bayarin kacamata Itu? "


"selow ka, Karena Dia yang Salah maka Dia yang Harus menanggung akibatnya, Biar gue yang bayar, nanti Dia bisa mengganti Uangnya? "


"lo mau ikut-ikut adel Menyiksa Dia?"

__ADS_1


"gak ka, Bryan Cuma ingin agar Dia belajar taggung jawab aja ka"


"ok"


"hey Kamu, nanti Kamu ganti Uangnya dengan menjadi asistenku Selama Setahun.Lo Harus ngerjain tugas-tugas gue Dan membuatkan catatan pelajaran Buat gue, satu lagi lo Harus available Kalo gue butuhin sewaktu-waktu?"


"baik, yang penting jangan pas jam kerja aku aja? "


"gue gak mau Tau? "


******************************************


Dalam perjalanan pulang Aisyah hanya Diam melamun.


"Sudah, gak usah dipikirin, nanti aku Bantu? " Kata nyimas


"beneran ya? "


"iya! "


Aisyah tersenyum bahagia, tiba-tiba perutnya tarasa lapar.


"Kita bisa berhenti didepan dulu Ga? "


"gue, Bukan supir angkot yang bisa berhenti selau lo? "


"dasar cewek aneh"


Aisyah segera Turun Dan masuk kedalam sebuah kedia bakso.


"Bang bakso satu campur" Kata Aisyah pada abang bakso


"satu lagi gak pake Mie? " Tambah Bryan


"Kamu ikutan juga? "


"ya iyalah, gue juga laper!! " jawabnya ketus


Dua mangkuk bakso tiba didepan Aisyah.


"cah Ayu Boleh Ga tante nyobain? " Kata Nyimas


"boleh" Kata Aisyah


Kemudian Nyimas langsung masuk kedalam Tujuh Aisyah.

__ADS_1


"Boleh Apaan si lo? " Kata Bryan penasaran


"Boleh aku nambah lagi? "


"busyeeet, Dah cepet banget lo makanya? "


"hehehe? "


Aisyah memesan bakso lagi, Dan lagi hingga Lima mangkuk.


"Gila, lo kerasukan Apaan sih, makanya banyak banget!" Bryan kaget Bukan main


Aisyah hanya terkekeh mendengar kata-kata Bryan.


"cewek Sarah dasar, ditanya Malah Ketawa doank"


Kemudian setelah kenyang Nyimaspun Keluar Dari Tubuh Aisyah.


"Enak juga makanan manusia? " Kata Nyimas senang


Sementara Aisyah kini Lena's, tubuhnya gak bisa Bergerak Karena kekenyangan.


"hey, lo gak mau pulang? "


"aku gak kuat jalan"


"ratain lo, Baru rasakan Kalo kekenyangan Susah Jalan? "


"gendong" tengeknya


"iiih, ogah banget" Bryan Pergi meninggalkanya.


Aisyah Masih terkulai Lemes dibangku, Nyimas hanya geleng-geleng melihat Bryan meninggalkan Aisyah.


"Tapi kasian juga" Kata Bryan pelan


Dia balik lagi kedalam kedia kemudian menggendong Aisyah Dan menaikannya Keatas motor.


"merepotkan sekali Kamu? " Kata Bryan kesal


Dalam perjalanan pulang Aisyah tertidur Karena kekenyangan, Sementara Nyimas Terus memegangi tubuhnya agar tidak jatuh.


"gue turunin dimana ni anak, gue Kan gak Tau Rumahnya? " Kata Bryan sambil menghentikan motornya.


"Lagian kenapa motor jadi berat banget, Apa gara-gara Lima mangkuk bakso berat Badannya langsung Naik dua Kali Lipat, impossible? "katanya lagi

__ADS_1


Dia Akhirnya menghentikan motornya disebuah rumah mewah bercat hijau.


Bryan membaringkan Tujuh Aisyah dikamarnya, Karena Kecapean diapun tidur disebelahnya.


__ADS_2