
Aisyah masih mematung memandangi meja no.105. "bisa ribut lagi kalau aku mengantarkan makanan ini kesana" katanya dalam hati.
Tak berapa lama ia melihat Adel pergi meninggalkan meja itu, dan kesempatan itu dimanfaatkan aisyah untuk segera mengantar pesanan itu. Sesampainya dibangku no 105, ia segera meletakkan semua makanannya keatas meja.
"selamat menikmati" kata aisyah.
Bryan masih sibuk dengan ponselnya sehingga tak sempat memperhatikannya, dia hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam, saatnya Aisyah bersiap-siap pulang, sebelum pulang ia sempatkan untuk menemui Pak Calvin atasannya.
"selamat malam pak?"
"malam ais, kamu sudah selesai bekerja?"
"sudah pak, bapak ingin membicarakan masalah apa?" Aisyah sedikit takut, ia takut dirinya akan dipecat karena dua hari tidak masuk kerja tanpa kabar.
Pak Calvin tersenyum melihat raut wajah Aisyah yang terlihat gugup.
"tenanglah, tidak perlu takut. saya hanya ingin memberikan uang gajimu bulan kemarin?"
"Alhamdulillah, kirain ada apa pak?" kini Aisyah merasa lega.
"kamu pulang sama siapa?"
"sendiri pak?"
"yaudah nanti bareng bapak saja, kan kita searah?"
"tidak usah pak, biar aisyah naik angkot saja"
"jangan menolak ais?"
"baiklah pak"
Kemudian mereka bergegas menuju mobil SUV berwarna Hitam, yang kini mulai melaju menyusuri gelapnya malam. Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, dan kini mobil berhenti disebuah rumah kecil disamping gang.
"sudah sampai ais?" sambil membukakan pintu untuknya.
Kemudian Aisyah turun dari mobil.
"terima kasih pak?"
__ADS_1
"sama-sama ais, selamat istirahat ya?" sambil mengusap dahi Aisyah.
"*Cklik, cklik " suara orang mengambil gambar.
"dug*!!!"
Aisyah menabrak pintu yang dibuka oleh Nyimas.
"aduh, sakit tau?"
"makanya kalau jalan pake mata?"
"iya-iya, darimana saja tan, kok baru keliatan?"
"biasalah ada urusan dikit?"
"oh ..."
"tadi kau diantar yang mulia raja, apa dia menyukaimu?"
"oh tadi itu pak Calvin, dia sudah beristri kali?"
"hati-hati dengan dia?"
Pagi hari yang cerah Aisyah sudah menunggu angkot diujung jalan.
ciiit!!!! suara motor sport berhenti didepannya.
"naiklah !!" perintah seorang cowok
Aisyah hanya menggelengkan kepalanya, dia takut kalau orang itu adalah orang jahat.
Kemudian laki-laki itu membuka helmnya.
"kak Ian?"
"naiklah kalau tidak kau akan terlambat"
Aisyah mengangguk kemudian naik ketas motor itu, karena melaju dengan cepat membuat Aisyah hilang keseimbangan dan hampir jatuh.
"pegangan!!"
__ADS_1
aisyah segera memegang pundak Ian kemudian tangan ian memegang tangan Aisyah dan meletakkannya melingkari perutnya.
Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di halaman sekolah, semua mata menatap kearah mereka.
"terima kasih ka?"
"sama-sama ais?" sambil menggandeng tangan Aisyah
"ka, biar Aisyah kekelasnya sendiri saja?"
"gak enak dilihatin teman-teman?" tambahnya lagi
"kita bareng aja?" sambil menarik Aisyah
Langkah mereka terhenti ketika terdengar suara memanggil Ian.
"kak Ian !!!"
mereka berdua berhenti dan menoleh kearah suara itu berasal.
"adel?" kata Aisyah
"hey cupu ngapain lo deketin kaka gue!"
sambil melepaskan tangan adel dari genggaman Ian
"lo kenapa del, gak usah ngurusin gue, urusin aja hidup lo" kata ian kesal
"gue gak suka lihat lo sama sicupu, kalo mau cari pacar cari donk yang selevel?"
"cupu??" kata Ian sambil tertawa
"lo kali yang cupu?" tambahnya lagi sambil pergi meninggalkan adel dan menggandeng Aisyah.
"sial...!!!" maki adel dalam hati.
Kemudian ia berlari menuju kelas, sesampainya dikelas ia segera mengambil cermin dari dalam tasnya.
kemudian ia segera melihat dirinya didalam cermin.
"apa benar gue cupu" batinnya.
__ADS_1
"apa gue kalah cantik sama si cupu" batinnya
"la cantik kok del !" suara Bryan mengagetkan Adel.