GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 18


__ADS_3

*Duaaar!!!!


Sebuah ledakan mirip suara petasan membuat semua siswa kaget dan berlari berhamburan meninggalkan lab. Sementara Aisyah berlari masuk kedalam lab , dia langsung menuju kemeja kerjanya. Ia melihat Bryan jatuh pingsan dibawah kolong meja, sementara asap mengepul dari atas meja . Aisyah menyeret tubuh bryan menjauh dari meja kerjanya. Dari asap yang mengepul kini mulai terlihat api yang dengan cepet menjalar kesemua penjuru, ditambah konsleting listrik menambah parah kebakaran di lab IPA.


"Tolong, tolong!!!!! " Aisyah berteriak sekencang-kencangnya, tapi tak seorangpun datang menolong.


"Tante Nyimas, tolong Aisyah, tante tolooooong Ais" .


Ia masih berteriak memanggil Nyimas, dan dalam sekejap Nyimas sudah ada disampi gnya.


"tante tolong, ais, tante, hiks hiks " sambil menangis


"tenang cah ayu" sambil mengusap lembut Aisyah.


"pegang tanganku, dan pejamkan matamu" perintah Nyimas


Dalam sekejap merekapun menghilang dari Lab.


Sementara beberapa mobil pemadam kebakaran mulai tiba diarea sekolah, dan segera memadamkan api, Sementara Ibu Luly masih mengabsen satu persatu siswanya. Kemudian ia segera menemui kepala sekolah untuk melaporkan kejadian itu.


"maaf pak, mungkin kecelakaan ini disebabkan adanya kesalahan saat melakukan percampuran larutan? " kata Bu luly


"kenapa kau begitu ceroboh, tidak mengecek lagi? "


"saya sudah mengecek satu persatu pak, tapi memang tidak ada yang salah, bahkan saya sudah pastikan saat mereka mencampurkan larutan saya mendampinginya? "


"apa ada yang melakukan sabotase? " kata kepala sekolah


"bisa jadi pak, atau ada yang sengaja memasukan cairan yang salah kedalam gelas kerja kelompok lain? " jawab bu luly


"baiklah nanti kita lihat di cctv? "


"Bryan dan Aisyah, tidak ada pak, kemungkinan mereka masih ada diruang lab?"

__ADS_1


"apa ibu sudah memberi tahu petugas Damkar?"


"sudah pak"


"yasudah berdoa saja semoga mereka baik-baik saja, ibu boleh kembali kekelas lagi? "


"baik pak" bu Luly pergi meninggalkan ruanf kepala sekolah.


"Del, aku takut" kata cindy


"udah lo diem aja"


"bagaimana kalo gue ketahuan, kan dilab ada cctv? "


"makanya lo jangan berisik, semakin lo berisik, semakin cepat ketahuan kalo lo pelakunya" kata adel


" tapi kan lo yang nyuruh del? "


"makannya lo diem, biar gue bisa mikir bagaiman caranya kita menghapus rekaman cctv hari ini"


"Adel!!! " teriak aurel


"ada apa? " jawab adel


"lo tau, Bryan masih didalam lab? "


"terus gue harus bilang wow gitu, atau nangis histeris, atau gimana?"


"del lo kok gitu, Bryan itu sahabat lo? " kata melvy


"salah sendiri, dia yang bodoh pake nolak tawaran gue, jadi malah dia sendiri sekarang yang jadi korban" kata adel


"maksud lo tadi nyuruh Bryan untuk masukin larutan itu, trus karena dia nolak lo minta gue yang lakuin"

__ADS_1


"yups, seratus buat lo cin? " kawab adel


"yaudahlah dari pada kita pusing-pusing ngurusin masalah yang gak penting. mending kita kekantin aja yuk? " ajak adel


Akhirnya mereka berlima pergi meninggalkan ruang kelas. saat sedang asyik menikmati makanan dikantin, Ian datang menghampiri mereka.


*plaaaak !!!!!


sebuah tamparan keras mendarat diwajah adel.


"kak Ian gila ya, dateng-dateng maen tampar adel aja, sakit tau" kata adel sambil meringis menahan rasa sakit


"apa yang lo lakuin sama Aisyah? " tanya Ian


"gue gak ngapa-ngapain dia kak? " jawab adel


"emang lo anggap gue bego hah, gue tau apa yang lo lakuin? "


"jangan asal nuduh lo? "


"awas ya del, kalo sampe terjadi sesuatu dengan Aisyah , lo bakal tanggung akibatnya?" kata Ian sambil pergi meninggalkam adel


*Braaak!!!!


adel menendang kursi yang ada disampingnya.


"kenapa sih, gue harus punya kaka kaya dia, hiks, hiks " kata adel sambil menangis


"kalian juga mau ikut-ikutan jauhin gue, belain si cupu? " tanya adel kepada empat orang temannya? "


"gak ko del, kita akan tetep dukung lo" kata cindy


"iya" jawab aurel

__ADS_1


Kemudian satu persatu mereka memelum adel untuk memberinya semangat.


__ADS_2