GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 28


__ADS_3

Satu persatu Bus memasuki arena parkir sebuah museum, semua siswa segera turun dari bus dan masuk kedalam museum.


Kini semua siswa tengah larut dalam tugas mereka, tak terkecuali Aisyah yang juga asyik sedang mengerjakan Tugas-tugasnya.


Seorang siswa menjerit dan berlari ketakutan membuat guru-guru dan siswa yang lainnya panik.


"ada apa shelma" kata bu via


"Yarry, bu..., dia kesurupan " kata shelma ketakutan


"dimana dia"


"diruang diorama"


Aisyah berdiri didepan pintu melihat Yarry yang sedang mengerang seperti seekor harimau. Ia mendekatinya, dan mata mereka saling menatap.


"jangan gangu temanku" kata Aisyah kepada sesosok mahluk berwujud harimau yang merasuki tubuh Yarry


"dia sudah mengusiku, dan asal kau tau dia juga telah merusak rumahku" sambil menunjuk sebuah diorama yang hancur berantakan


"kalau aku memperbaiki rumahmu, apakah kau akan pergi dari tubuhnya?"


"tentu saja, tapi dengan satu syarat"


"apa? "


"bawakan aku seekor ayam cemani"


"baiklah"


Aisyah kemudian memberitahukan kepada Guru-guru keinginan mahluk astral itu. Kemudian Dia segera memperbaiki diorama yang hancur berantakan, tiba-tiba seorang lelaki tua datang menghampirinya.


"auramu terlalu kuat sehingga menarik mahluk-mahluk astral itu keluar dari sarangnya" kata Lelaki tua itu


"tapi aku tak mengganggu mereka"


"tapi giok itu yang mengundang mereka"


"aku juga tak mempunyai giok" jawab Aisyah

__ADS_1


"buka tasmu!!!" perintah lelaki tua itu


Benar saja Aisyah menemukan sebuah giok dari dalam tasnya.


"aku tidak tahu kenapa giok ini ada ditas saya"


kata Aisyah


"berikan padaku!"perintah lelaki itu


Aisyah memberikan giok itu kepadanya. Lelaki itu memandangi giok itu dan kemudian mulutnya berkomat-kamit membaca mantera. Asap putih mengepul dari tangannya yang masih meremas giok itu dan akhirnya giok itu hancur tak berwujud lagi.


"sepertinya ada yang sengaja ingin mencelakakanmu dengan menaruh giok itu didalam tasmu" kata Lelaki itu memperingatkan Aisyah


"tapi siapa, apa Adel? " kata Aisyah dalam hati


dalam keheningan Bu Via datang membawa seekor ayam cemani.


"Ais, ini ayamnya mau diapakan? " tanya Bu via


"berikan padaku" perintah lelaki tua itu


Lalu bu Via menyerahkan ayam itu kepadanya, Dia kemudian mengajak mereka keluar dari ruang diorama.


"biarkan saja dia, sebentar lagi juga sadar" kata Mang Diman yang juga merupakan juru kunci museum itu


"terima kasih pak atas bantuannya" kata Aisyah


"sama-sama dek, jangan lengah, gunakan kemampuanmu dengan bijak"


"baik pak"


Aisyah dan Bu Viapun panit ketika Yarry sudah siuman.


Rombongan dari SMA HARAPAN sudah meninggalkan area museum menuju kesebuah pabrik minuman susu fermentasi.


sesampainya disana para siswa langsung mengadakan pengamatan untuk menyelesaikan lembar kerja mereka.


Aisyah masih duduk melamun dibawah pohon rindang.

__ADS_1


"kekuatan????, memang kekuatan apa yang ku punya" kata Aisyah sambil menghela nafasnya, Ia masih terngiang-ngiang kata-kata pak Diman, yang menyarankan kepadanya agar menggunakan keluatannya dengan bijak.


"doooor!!!! "


Bryan mengagetkan Aisyah dari belakang.


"apaan sih" kata Aisyah kesal


"lagian ngelamun aja lo, ayok masuk!!, kita kerjain lembar kerjanya"


"bentar dulu, aku capek"


"mau aku pijitin gak"


"gak usah, bentar lagi juga enakan"


"oh ya, tugasku sudah selesai belum yang dimuseum"


"udah, tinggal yang disini aja"


"kamu memang asisten yang bisa diandalkan" kata Bryan sambil mencubit pipi Aisyah


"iiiiiih, sakit tau"


"sakit ya, uhhh tayang -tayang" kata Bryan menggodanya


Adel menatap Aisyah penuh kebencian.


"siall, katanya cuma suka sama aku, tapu sekarang kau juga sudah mulai menyukai si cupu itu" kata Adel kesal


"Baiklah, sepertinya aku juga harus menjauhkan Bryan darinya" kata Adel dengan senyum sinisnya.


Adel menggandeng Nathan dan mengajaknya menemui Aisyah dan Bryan.


"hello Bryan, kenalin nih cowok gue, Nathan" kata Adel memperkenalkan Nathan dengan Bryan. Kemudian Nathan dan Bryanpun saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri.


Aisyah hanya bisa menatap mereka dengan sedih, bagaimana tidak ia tahu bahwa Nathan terpaksa menjadi pacar Adel demi untuk menolongnya.


"oh ya, adel lupa kalo hari sabtu depan gue ulang tahun, jangan lupa ya datang keultah adel yang ke tujuh belas, lo juga diundang ko cupu?" kata Adel sambil menyerahkan undangan ulang tahun berwarna pink.

__ADS_1


Setelah memberikan undangan Adelpun pergi meninggalkan mereka.


"tunggu aja kejutan dari gue buat lo cupu" kata Adel dalam hati.


__ADS_2