
*Brugg!!!!
Cindy menabrak Ferdi yang sedang menikmati alunan musik dari earphonenya.
"minggir !!" kata Cindy sambil mendorong tubuh Ferdi yang menghalangi jalannya
Cindy masih terus berlari mencari keberadaan Adelia. Dia berlari menuju area pensi.
*Braakkk!!!
Ia menabrak sebuah meja yang berisi minuman dan jatuh tersungkur. Semua siswa yang tengah asyik menikmati alunan musik kini terfokus kepanya. Semua mata teetuju padanya tak terkecuali Adel yang sedang asyik menikmati api unggun bersama melvy, amel, aurel dan vida.
Adel berjalan mendekatinya, Ia membantunya berdiri, tubuhnya masih lemas dan ketakutan.
"lo kenapa cin? " tanya Vida sambil memberikan segelas air putih
"Aisyah del, Aisyah " kata Cindy dengan nafas yang terengah-engah.
"kenapa sicupu" jawab Adel santai
"dia sedang dikejar mahluk halus yang menyeramkan" kata Cindy
"baguslah, berarti giok itu sudah bekerja" kata Adel sambil tersenyum sinis
Tiba-tiba Bryan hadir diantara mereka.
"lo apain lagi Aisyah!" kata Bryan
"gue gak apa-apain dia" kata Adel
"boong lo!, Cindy aisyah ada dimana?" kata Bryan
"dia ada di ruang seebaguna" jawab Cindy
"arghhhhh!!, sakiit" Cindy menjerit kesakitan karena kakinya diinjak oleh Adel
"bego lo, kenapa lo kasih tau Bryan" kata Adel kesal
__ADS_1
"diberitahupun Bryan gak akan bisa melawan mahluk astral itu del" jawab Cindy
"betul juga" kata adel bahagia
Ian segera berlari menuju ruang serbaguna, Ia melihat Ferdi hanya mematung menyaksikan Adel yang tengah dicekik oleh mahluk besar berwarna hijau.
"kenapa cuma diem aja lo, bantuin Ais!! " kata Bryan kepada Ferdi
Bryan berusaha menarik tangan mahluk astral yang mencekik Aisyah, namun sia-sia mahluk itu terlalu kuat.
"Ferdi, cari bantuan jangan diem aja!! " teriak Bryan yang mulai kelelahan.
Ia kini berusaha mebarik Aisyah dari cengkraman mahluk astral itu, akhirnya ia berhasil juga melepaskan Aisyah. mereka berdua lari menjauhi mahluk itu. Tiba-tiba Ferdi menghadang mereka.
"kembali kekamarmu!" kata Ferdi
"mingggir lo!!" kata Bryan yang berusaha mendorongnya
Namun Ferdi tidak tinggal diam, ia malah mendorong balik tubuh Bryan hingga jatuh terplenting membentur pintu.
"siaalll!!, kuat banget tenaganya" kata Bryan
"kembali kekamarmu!! " kata Ferdi lagi, sembari menarik lengan Aisyah menuju kekamarnya.
"kenapa fer? " tanya Aisyah bingung,
Ferdi berusaha mengacak-ngacak isi lemari Aisyah.
"kamu cari apa? " tanya Aisyah lagi
Aisyah merasakan tubuhnya ditarik oleh sesuatu yang tak terlihat, ia kini melayang-layang diatas diatas tempat tidurnya dan,
"***brugghh!!! "
Ia merasakan*** tubuhnya remuk, karena jatuh dari tempat yang sangat tinggi. Ia masih merintih kesakitan akan tetapi ia merasakan tubuhnya sakit seperti terinjak oleh seseorang yang sangat besar, nafasnya terengah-engah karena mulai kehabisan nafas. Sementara Ferdi masih mencari-cari sesuatu dari dalam tas Aisyah, tanpa memperdulikannya.
"dasar brengsek!!! " umpat Bryan yang melihat Ferdi tak bergeming menolong Aisyah
__ADS_1
Bryan menggambil sebuah kursi dan menghantamkannya kearah sosok bertelinga lebar itu.
mahluk itu kini mulai mendekatinya dan berganti mencekik Bryan kemudian membantingnya hingga mengenai tembok, Bryan langsung pingsan seketika itu juga. Aisyah bangkit dan kemudian lari menjauhi kamarnya, sedabgkan mahluk itu terus mengejarnya.
Ferdi membuka kotak kayu dari dalam tas Aisyah, diambilnya batu berwarna merah menyala dari dalamnya.
Aisyah sudah terpojok, ia tak bisa lari Dari mahluk astral itu lagi, Ia sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.
Ia mulai kehabisan nafas, karena cekikan makhluk itu, tubuhnya mulai lulnglai karena kehabisan tenaga.
Ferdi segera melempar batu yang merah yang dipegangnya.
"***arrrgghhhhh!!!
terdengar teriakan yang sangat keras dari mahluk itu, kini tubuhnya berubah menjadi kepulan asap yang lama-kelamaan menghilang dari pandangan, dan tinggalah sebuah batu kecil berwarna merah yang tergeletak yak jauh dari Aisyah***.
Aisyah memungut batu itu, sambil memandanginya.
"ini batu dari boneka setan itu, ternyata berguna juga, betul kata Nyimas, untung belum aku berikan kepada Mang asep" kata Aisyah
"makasih ya" kata Aisyah kepada Ferdi
"sama-sama" jawab Ferdi sambil berlalu pergi
Baru saja Aisyah hendak masuk kedalam kamar, Adel langsung menjambaknya.
*arghhhh!!! sakiiiit!! " teriak Aisyah
"lo boleh selamat dari mahluk astral itu, tapi lo ga bakal Selamat dari gue" kata Adel
Ia menyeret Aisyah menuju ruang serbaguna, Ferdi berusaha menolongnya namun dihalau oleh keempat sahabat Adel.
Ferdi berusaha menyelamatkan diri dari kejaran Melvy, Vida, Cindy dan Aurel, Ia berlari kearah api unggun. Disana ia bertemu Nathan dan meminta bantuannya.
"to...to.. to.. tolong... ng, Aisy.... aaah! " Kata Ferdi gagap karena takut dengan Cindy dan kawan-kawannya.
Aurel dan ketiga temannya berhenti mengejarnya karena melihat Ferdi bersama Nathan kini di tempat pensi. Nathan menatap kearah empat gadis itu, dan merekapun segera pergi dari sana.
__ADS_1