GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 16


__ADS_3

"Sudah dengerkan tante, jadi tidak Ada apa-apa Antara Ais Dan suami tante? "kata Bryan


"saya gak percaya! " Kata Yohana tidak percaya


"Terserah!!!, sekarang Ayo Kita pulang sayang?" kata Bryan sambil menggandeng lengan Aisyah


Mereka berdua berjalan meninggalkan tante Yohana sendiri menuju ke loker Aisyah. Aisyah segera mengganti baju kerjanya. Bryan hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil meninggalkannya menuju parkiran.


**Di area parkir **


"terima kasih ya tante, udah bantuin Ais? " Kata Aisyah yang mengira Nyimas masih didalam ditubuh Bryan


"apaa????, tante?????? " kata Bryan bingung


"hey Ais!, gue Bryan, bukan tante-tante? " Kata Bryan coba meyakinkan


"iya ais tau, tapi tante masih didalamkan? " kata aisyah sambil tersenyum


"didalem mana???, dasar cewek aneh? "kata Bryan kesal


"iiii...iiiii.... yyy!!!!" aisyah mendadak gagap ketika melihat Nyimas muncul disebelahnya.


Aisyah teringat ketika ia berganti baju didepan Bryan.


"Berarti tadi dia liat donk, aaahhh" kata Aisyah kesal.


"kenapa lagi lo, kesambet???? " kata Bryan


"iya-iya , Ais minta maaf sudah manggil kamu tante, soalnya aku masih kebawa suasana tadi? "


Bryan mendekati Aisyah sambil menempelkan tangannya kedahi Aisyah.


"gak panas kok, sehatkan? " Tanya Bryan


"apaan sih, ais sehat, puuuuaaas!!!! "


"hehehe " Bryan terkekeh melihat Aisyah yang mulai kesal.


"kamu mau pulang bareng gue gak?"kata Bryan


Aisyah menengok kearah Nyimas meminta pendapatnya, Nyimas hanya menganggukan kepala tanda setuju.


Aisyah kemudian langsung naik keatas motor sport Bryan.


"jangan tidur, karena gue gak tau rumahlo"


"iya" jawab Aisyah singkat


***********


**BRYAN POV


Bryan mulai mengerjapkan matanya, Samar-samar ia melihat sebuah loker dengan berbagai sticker tertempel. Ia kaget kenapa dirinya berada diruang pengap dan sempit itu.


"kenapa gue tidur disini ??, perasaan tadi pulang dari mall gue tidur dikamar gue deh" kata Bryan


Dia bangkit dan berjalan keluar.

__ADS_1


"ini seperti cafe? " katanya pelan


Ia berjalan lagi mencari pintu keluar. Terdengar suara gaduh seorang yang sedang melampiaskan amarahnya, Iapun mendekati sumber suara itu. Sungguh Ia tak percaya ketika melihat pemandangan didepannya.


"Aisyah??? "


Bryan melihat seorang wanita tengah menarahi Aisyah, entah kenapa kali ini ia sangat ingin menolongnya. Ada rasa iba melihatnya diperlakukan seperti itu.


"gue harus nolong dia" katanya pelan


Dia segera menahan tangan wanita yang kini hendak melayangkan tamparan ke wajah aisyah.


Dia merasa heran ketika Aisyah tanpa malu berganti baju didepannya.


"dasar cewek aneh, gak takut apa kalo gue bisa melakukan hal-hal diluar dugaan, malah ganti baju didepan gue? " katanya dalam hati


"untung gue masih punya iman, gak tau deh kalo si Imin dateng apa gue masih bisa tahan lihat pemandangan indah didepan mata" katanya lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya pergi meninggalkan Aisyah**.


**********


Bryan menghentikan motornya didepan disebuah rumah kecil disamping gang, Aisyah segera turun dari motor.


"makasih ya, dah bantu...." belum selesai Aisyah berbicara Bryan memotong perkataannya.


"inget Bryan, bukan tante? "


"iya,,, makasih Bryan dah nolongin aku hari ini?"


"cakeep, kembali kasih"


Aisyah segera membuka pintu rumah dan Ketika hendak melangkahkan kaki kedalam tiba-tiba Bryan menghampirinya.


"tunggu, boleh ga gue numpang ketoilet? "


"boleh, ayo saya anter?" sambil membimbingnya menuju ketoilet.


"tapi maaf toiletnya gak sebersih dan sebagus dirumahmu? "


"ndak masalah? " katan Bryan sambil masuk kedalam


Aisyah pergi meninggalkannya dan duduk diruang tengah. Dia kemudian masuk kekamar ayahnya untuk memastikan keadaannya.


"kamu dah pulang nak? "


"udah ayah, ayah udah makan belum? "


"sudah? "


"maaf ya tadi Aisyah gak pulang kerumah dulu? "


"iya gapapa, alhamdulillah kaki ayah sudah bisa berjalan walaupun pake tongkat?"


"alhamdulillah, yaudah ayah tidur lagi ya, aisyah juga mau istirahat?"


"Dia siapa nak?" sambil menunjuk Bryan yang mengintip dibalik pintu


"oh itu, dia Bryan teman Aisyah, tadi dia yang anter aisyah pulang? "

__ADS_1


"ohh, makasih ya nak Bryan, sudah mengantar anaku pulang? "


"iya sama-sama, om? " sambil menundukan kepalanya.


kemudian aisyah menyelimuti ayahnya dan pergi meninggalkan dia.


"bokap lo sakit? "


"iya? "


"sakit apa? "


"struk"


"dah lama? "


"dari aku SMP"


"ibumu kemana"


"udah meninggal"


"oh sorry?"


"gapapa "


"terus yang ngerawat bokap lo?"


"aku"


"kenapa gak dirawat dirumah sakit??"


"gak ada biaya, bahkan buat beli kursi rodapun sampe sekarang belum kebeli?" kata Aisyah


"trus kalo lo sekolah, dia?? "


"alhamdulillah ayahku orang mandiri, semua obat dan makanan serta keperluanyaa sudah kusiapkan diatas meja, mungkin dia hanya kesusahan saat akan kekamar kecil? " kata Aisyah sedih.


"dan selama ini lo yang menghidupi keluarga lo? " kata Bryan


Aisyah hanya mengangguk.


"ok ais, gue pamit ya? "


"makasih sekali lagi dah nolongin aku? "


"Bryan atau tante? " ledek Bryan


"iya Makasih Bryan? "


"hehehe " bryan tertawa sambil melajukan mototornya meninggalkan Aisyah.


*************


Bryan masih tidak dapat memejamkan matanya, meski malam telah larut. Ia masih memikirkan Aisyah yang selama ini hidup dalam kekurangan dan kini ia tak sampai hati jika harus menghukumnya karena sebuah kacamata.


"ahhh!!!, tapi bodo amatlah, demi Adel" katanya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2