GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 21


__ADS_3

"hoaaam!!!, selamat pagi Ais" kata Bryan yang baru saja membuka matanya.


"pagi juga " jawab Aisyah


Sementara Ian masih tidur meringkuk dibawah menggunakan tikar.


"selamat pagi Bryan" sapa seorang perempuan cantik


"pagi mah, kapan mamah datang? "


"semalem, tapi mama baru sempat kesini sekarang? "kata viona


"Mah, kenalin Aisyah, dia yang udah nyelametin bryan mah? "


"makasih ya udah nyelametin anak tante? " sambil menjabat tangan Aisyah


"sama-sama tante" kata Aisyah


"Ian ada disini juga?" tanya viona


"iya mah, dia semalem temenin bryan sama Aisyah " kata Bryan


Ian membuka matanya dan langsung bergegas kekamar mandi untuk mencuci muka.


"tante, vio kapan dateng" sapa Ian


"baru aja sampe, kamu apa kabar Ian"


"Ian baik tante? "


"syukurlah, adel gimana? "


"dia juga baik kok tante "


"karena tante sudah datang, Ian sama Ais pamit ya?" kata Ian


"iya, makasih ya semuanya" kata Viona


Kemudian Ian mengajak Aisyah untuk segera pulang. Ian menghentikan motornya disebuah kedai bubur ayam.


"kita sarapan dulu ya, baru aku anter kamu pulang" kata Ian


Aisyah hanya mengangguk.


Setelah selesai sarapan Ian tak lupa membelikan seporsi bubur untuk ayah Aisyah.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Aisyah dia langsung menuju kamar ayahnya, dia menuangkan bubur kedalam mangkuk dan menyerahkannya kelada sang ayah.


Selesai meracikan obat untuk ayahnya, dia segera mandi dan siap-siap pergi sekolah.


Tak butuh waktu lama ia segera meluncur kesekolahnya menggunakan angkutan kota.


"cupu!!!! " teriak adel yang melihat aisyah memasuki gerbang sekolah.


Adel masih mengucek-ucek matanya, memastikan yang dilihatnya adalah benar Aisyah, dia masih gak percaya bagaiman mungkin Aisyah bisa selamat dari ledakan itu. Perlahan dia mendekati Aisyah yang kini sudah berdiri didepannya.


"bagaimana lo bisa selamet cupu!!! " tanya adel


"alhamdulillah, Allah masih sayang sama aku del? " jawab aisyah


"pasti lo ditolong sama jin peliharaan lo itu kan?"


"kalo iya emang kenapa? "


"sekarang lo udah berani ya!! "


"semut yang terus menerus diinjakpun lama-lama akan menggigit del, jadi jangan salahkan aku jika kini aku sudah tidak bisa diem lagi seperti dulu "


"tunggu aja cupu, bentar lagi gue akan buat lo kaya dulu lagi" ancam Adel


Melihat Adel mengancam Aisyah, Nyimas tampak tidak senang.


Nyimas meniupkan sesuatu hingga membuat sebuah ranting jatuh didepan Adel, karena kaget maka Iapun hilang keseimbangan dan membuatnya jatuh tersandung. Untung ada Ferdi yang dengam sigap menarik tubuh adel, yang jatuh bagaikan adegan dalam drama korea.


"untung gue gak jatuh" sambil membuka matanya


Dan betapa terkejutnya ia ketika membuka matanya, ternyata pangeran yang menolongnya bukanlah Nathan tetapi Ferdi.


Ferdi adalah seorang yang dijauhi teman-temannya karena sikapnya yang aneh, dia suka bicara sendiri dan tidak punya teman, selain itu ia juga anak mamah yang setiap datang dan pulang sekolah selalu diantar jemput oleh mamanya seperti anak TK.


"lepasin gue!!! " teriak adel


Ferdipun langsung menjatuhkan tubuh adel ke lantai.


*brugg!!!!


"aduh sakit tau!!, dasar idiot!!! " gerutu adel


Sementara Aisyah dan Nyimas terkekeh melihat kejadian itu.


"sial, awas lo cupu, tunggu pembalasan gue, gue sekarang gak takut sama lo" ancamnya lagi

__ADS_1


Kemudian Adel mendorong ferdi yang dianggap menghalangi jalannya.


"minggir lo idiot!! "" bentak adel kepada Ferdi


Aisyah segera menolong Ferdi yang jatuh tersungkur dilantai, kakinya terluka karena terbentur dengan benda keras.


"kamu gak papa" tanya Aisyah


Ferdi hanya menggelengkan kepalanya.


" kaki kamu berdarah, ayo ikut aku ke UKS" ajak Aisyah


Aisyah segera membersihkan luka Ferdi dengan alkohol dan menutupnya dengan plester.


"makasih" kata Ferdi dingin


Ferdi pergi meninggalkan UKS, disusul Aisyah dari belakang.


*********


"ciee, cieee si cupu dan si idiot dateng barengan, emang cocok kalian!!! " teriak melvy dan vida


Aisyah tak merasa terprovokasi dengan ucapan melvy dan vida, sedangkan Ferdi tampak berbicara sendiri karena kesal dengan Melvy dan Vida.


"si Ferdi itu kenapa sih Nyimas, suka bicara sendiri? " tanya Aisyah pada Nyimas.


"dia seperti itu karena seseorang"


"maksudnya?" tanya Aisyah penasaran


"ada yang membuatnya seperti itu"


"jadi maksudnya kaya diguna-guna atau disantet gitu" kata Aisyah


"benar" jawab Nyimas


"tega banget orang itu" kata Aisyah lagi


Ferdi tampak sedang mengamati Aisyah dari kejauhan.


"lihatlah dia terus melihatmu" kata Nyimas sambil menunjuk kearah Ferdi


"iya, kenapa ya dia, tatapannya berbeda"


"dan asal kau tau cah ayu, ferdi itu bisa melihatku" kata Nyimas

__ADS_1


"apaaa!!! , jadi dia INDIGO" Aisyah masih kaget tak percaya


__ADS_2