GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 8


__ADS_3

"Kamu lucu banget ais?" sambil mengacak-acak rambut aisyah


"Oh Tuhan mimpi apa aku semalam" kataku dalam hati.


"ka Nathan, ditunggu oleh Mrs. Alice diruang OSIS" Kata seorang adik kelas yang langsung membangunkan aku dari khayalanku.


"baik, terima kasih atas informasinya?"


"sama-sama ka?" kemudian bergegas pergi meninggalkan kami.


"Ais,,, kaka tinggal ya. minumnya abisin aja, dan pake sapu tanganku untuk membersihkan keringatmu ya?" sambil menyodorkan sapu tangan berwarna merah marun.


"terimakasih ka?"


"sama-sama?" kemudian berlalu meninggalkanku.


Kulihat saputangan dari ka Nathan kuhirup bau wanginya, sambil ku bayangkan wajahnya yang tampan. Tiba-tiba seorang mengambilnya dari tanganku.


"Adel!!! " teriaku kesal


Entahlah biasanya aku tak pernah semarah ini tapi melihat saputangan itu direbut membuat darahku naik, rasanya ingin sekali kujambak rambutnya, dak kutampar mukanya.


"hey cupu...jangan mimpi kamu bisa dapetin ka Nathan, hanya karena kini kau sudah mulai terlihat cantik?"


Kali ini aku merasa sangat kesal dengannya, mungkin dulu aku hanya bisa diam dan mengalah jika berhadapan dengannya, tapi tidak untuk saat ini. Segera kujambak rambutnya dan kuambil lagi saputangan itu dari tangan ya.


"sakit!!!" teriak adel saat kujambak rambutnya.


"berani sekarang lo !!!"teriaknya lagi

__ADS_1


Dia kini berusaha mencakar wajahku. Dengan sigap ku coba menghindar dan kutarik lagi rambutnya, kali ini lebih kencang dari sebelumnya agar dia dapat merasakan apa yang ia dulu lakukan terhadapku. Karena merasa tidak bisa melawan, kemudian ia berteriak memanggil ketiga kawannya. Karuan saja tiga orang cewek kini mengeroyoku, dua orang menarik tanganku dari rambut adel dan seorang lagi menjambak ku.


"lepasin!!!" teriaku


"sekarang giliranmu cupu, rasakan sakitnya kehilangan rambut indahmu?"


"rasain lo, makanya jangan coba-coba melawan kami, hahaha!!!"


kulihat adel mengambil gunting dari saku roknya.


"astaga, sepertinya dia akan menggunting rambutku" batinku


"enaknya kita gunting model apa guys, rambut si cupu ini?"


"botakin aja del" sahut Aurel


"udah pitak-pitakin aja del?"


"great " kata adel sambil tersenyum bahagia.


Ku kumpulkan seluruh kekuatanku untuk melepaskan diri dari ketiga cewek brengsek ini, namun sekuat apapun aku berusaha tetap gagal karena mereka bertiga terlalu kuat.


Disaat ku merasa lelah karena terus menerus meronta tiba-tiba kurasakan seperti ada kekuatan yang masuk kedalam tubuhku kini. Kucoba melepaskan kedua tanganku dari vida dan aurel , keduanya terpental saat kucoba meronta sekuat-kuatnya. Kemudian ku plintir tangan amel yang menarik rambutku.


"akhhhhhhh!!!


terdengar teriakan suara amel menjerit kesakitan.


Kini tinggal adel, dia mulai maju dengan mencoba menusukkan gunting kearahku namun berhasil kutepis dan segera kutarik lengannya dan kuplintir hingga kudengar ia menjerit kesakitan.

__ADS_1


"akhhhhhh!!!!"


"tolong!!!!"


Teriakan adel membuat beberapa siswa datang dan melerai kami.


Beberapa saat kemudian aku dipanggil oleh guru Bk. Setibanya diruang BK, kulihat Adel dan ketiga temannya sudah berada disana.


"duduklah" perintah bu Via kepadaku


Kemudian aku duduk disampingnya.


"Kenapa kamu melukai adel dan teman-temannya?"


"Maaf bu tapi mereka dulu yang mulai" jawabku singkat


"bohong bu, dia yang duluan menjambak rambut adel" kata adel membela diri


"iya benar" bela ketiga teman-temannya.


"tidak mungkin jika saya yang seorang diri berani menantang mereka berempat, secara jumlahpun saya pasti kalah bu?" aku menjawab dengan tenang.


Kali ini Adel dan teman-temannya hanya terdiam mendengar jawabanku. Sementara bu Via masih berfikir mencerna setiap apa yang kami sampaikan. Dia tau memang selama ini Adellah yang sering membuat masalah disekolah, tapi karena dia adalah putri dari donatur terbesar yayasan makanya tidak ada yang berani menghukumnya. Itu yang membuat Adel semakin tinggi hati.


"baiklah setelah mendengar penjelasan dari kalian, ibu menyimpulkan kalian berdua bersalah, oleh karena itu Aisyah akan mendapat hukuman membersihkan toilet, sedangkan adel dan ketiga temannya membersihkan halaman sekolah depan dan belakang.


"whaaat!!!!" teriak adel dan temanya bersamaan.


Jangan lupa Like ya guys 😉😉 dan tambahkan ke favorite ♥️♥️, berikan cinta kalian jika suka dengan novel ini dan jangan lupa berikan vote juga ya, supaya aku lebih semangat lagi nulisnya. salam sayang dari zahra 😘😘.

__ADS_1


__ADS_2