GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 31


__ADS_3

"apa aku bisa bertemu dengannya lagi mang?" kata Aisyah


"tentu saja jika dia sudah pulih, tapi kau juga harus menolongnya dari kejaran putri Maheswari" jawab mang asep


"bagaimana aku bisa menolongnya? " kata Aisyah


"ambil cincin adel" kata mang Asep


Aisyah masih berfikir bagaimana caranya bisa mengambil cincin Adel untuk mendekatinya aja susah baginya.


"baiklah akan Aku coba mang" kata Aisyah


Aisyah kemudian menyerahkan juga batu berwarna merah jelmaan boneka setan.


mang Asep menjadikan batu itu sebagai liontin kalung yang kemudian ia berikan kepada Aisyah.


"pakailah, suatu saat ia akan berguna untukmu"


Aisyah menerima kalung itu kemudian memakainya.


setelah itu Aisyah pamit pulang kepada mang Asep.


*******************


*ciiiit!!!!


sebuah motor sport berwarna merah berhenti didepan Aisyah.


"ayo naik" ajak Bryan


Tanpa berpikir panjang aisyah langsung naik keatas motor itu, Bryan segera melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi.


"kok kerumah kamu, bukan rumahku " kata Aisyah bingung kenapa Bryan menurunkannya disana.


"aku ada sesuatu yang harus kau kerjakan" kata Bryan sambil turun dari motornya


Aisyahpun turun mengikutinya. Bryan masuk kekamarnya dan kembali lagi sambil membawa dua buah buku tulis.


"tolong kamu kerjakan tugasku dulu" sembari menyodorkan dua buku kepada Aisyah


Aisyah segera mengerjakan tugas-tugas Bryan dengan cepat.


"selesai! " kata Aisyah menyerahkan dua buku tulis Bryan kepadanya.


"cepet Banget" kata Bryan tak percaya


Aisyah kembali memikirkan bagaimana caranya bisa mengambil cincin Adel.


"woiiii!!!" teriak Bryan mencoba memanggil Aisyah yang sedari tadi tak meresponnya.

__ADS_1


"kenapa sih bengong mulu dari tadi" kata Bryan


"gak papa kok" jawab Aisyah mencoba menyembunyikan kegalauannya.


"jujurlah, toh gue udah denger semuanya dirumah mang Asep tadi" kata Bryan serius


"jadi lo tadi ngikutin aku kerumah mang Asep" kata Aisyah masih tak percaya


Bryan mengangguk sambil menunjuk Kalung yang Aisyah pake.


"kalung itu pemberiannya kan? " kata Bryan


Aisyah mengiyakan apa yang dikatakan oleh Bryan. Kemudian Ia menceritakan semuanya kepada Bryan.


"kau tak usah khawatir aku akan membantumu mengambil cincin Adel" Kata Bryan coba menghibur Aisyah


"sungguh" kata Aisyah memastikan lagi


"tentu, aku adalah sahabat Adel dari kecil tentu Ia tidak akan curiga kepadaku" Sambil mengusap kepala Aisyah


"terima kasih Bryan " kata Aisyah sambil tersenyum.


"teruslah tersenyum untuku" Kata Bryan menatap lekat Aisyah


Aisyah tak dapat menghindari tatapan Bryan yang membuatnya salah tingkah, Kini Bryan mulai mendekatinya. Ia mulai membelai rambut panjang Aisyah, mengusap pipinya dengan lembut. Aisyah hanya menunduk, ia tak mampu membalas tatapan Bryan yang membuat jantungnya berdeguk kencang.


Ada rasa yang tak bisa diungkapkan saat Bryan mulai melumat bibirnya dengan lembut, belum pernah ia rasakan sensasi kenikmatan seperti itu, karena ini adalah ciuman pertamanya.


Wajahnya terlihat merah merona saat Bryan mulai mengakhiri ciumannya, jantungnya semakin bergemuruh ketika Bryan menatapnya dengan senyum manisnya dan mengecup keningnya.


💘💘💘💘💘💘💘💘


**Dreeet.... dreeet... dreeet


Adel segera mengangkat ponselnya yang berdering dari tadi.


"halo, del lo dimana? "


"gue dirumah, kenapa?"


"kita harus ketemuan penting, ada info yang lo butuhin tentang Aisyah"


"ok, kita ketemu dikafe biasa"


"baik, daah" Bryan segera menutup teleponnya


Adel segera bersiap-siap meluncur menemui Bryan.


#MOUSE CAFE

__ADS_1


Bryan langsung melambaikan tangannya saat melihat Adel memasuki kafe.


"lo mau makan apa del?"


"samain aja sama lo"


"ok" kata Bryan yang kemudian memesan beberapa menu makanan


"ada info apa lo tentang si cupu"


"inget janji lo del, lo harus siap-siap putusin Nathan dan jadi cewek gue" Kata Bryan


"maksud lo"


"sesuai kesepakatan kita, gue udah tau semua rahasia Aisyah"


"tapi bukannya lo sekarang suka sama dia kan, buktinya lo kemarin gagalin rencana gue" kata adel kesal


"hmmm, itu bagian dari akting sayang, keren kan akting gue, hahaha? " jawab Bryan sambil tertawa penuh kemenangan


"gilaaaa!, gue selama ini nyangka lo berpihak sama sicupu, sumpah gue gak nyangka kalo itu semua cuma akting? " kata Adel masih gak percaya


"bukan Bryan namanya kalau tidak bisa menaklukan hati seorang wanita, bahkan kaka lo aja sampe jelous sama gue gara-gara ini"


"tapi sumpah gue masih gak percaya, gue takut lo ngejebak gue? " kata Adel


Bryan hanya tersenyum simpul ketika mendengar jawaban Adel yang tak mempercayainya. Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dengan Liontin batu merah delima.


"ni jimat yang dipake Aisyah" sambil menyerahkan kalung itu kepada Adel


Adel segera mengambil kalung itu.


"sumpah ini beneran??? "


"masih gak percaya juga? " kata Bryan sedikit kesal


"asal lo tau liontin kalung itu yang dijadikan senjata olehnya untuk ngalahin mahluk astral yang lo kirim melalui giok didalam tas Aisyah" Bryan mulai menjelaskan


Adel membulatkan matanya karena tak percaya dengan apa yang disampaikan sahabatnya.


"itu benar Bryan" kata Adel yang mulai mempercayainya


"gue akan lakuin apa aja demi mendapatkan cinta lo del, lo taukan walaupun gue suka gonta-ganti cewek, tapi cuma ada lo dihati gue, karena gue udah suka lo dari kita masih kanak-kanak "


"iya aku percaya kok, aku seratus persen percaya sama kamu Bryan, kamu emang bisa diandalkan dari dulu" kata Adel sambil memeluk Bryan


ada senyum kemenangan yang Bryan rasakan saat Adel mempercayainya.


"yes, sedikit lagi rencana gue berhasil, gue bisa dapetin lo del" kata Bryan dalam hatinya

__ADS_1


__ADS_2