GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 38


__ADS_3

"apa kalian saling kenal? " kata Adel curiga


"iya del, rencananya ayah ingin mengenalkan Tante Via sama kamu, eh malah ketemunya disini? " kata Frans sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal


"maksudnya yah, Adel gak paham? "


"tante Via ini adalah calon mamah kamu? "


"apa!!! " teriak Adel tak percaya dengan apa yang didengarnya


"pokoknya Adel gak setuju kalo ayah sama bu Via, Aku gak mau punya ibu tiri galak!" kata Adel sambil berlari meninggalkan Ayahnya


"adel tunggu! " kata Frans yang coba mengejarnya


Frans kembali lagi keruang BK.


"sabar ya sayang, aku janji akan membujuk Adel agar bisa menerimamu"


"iya mas" jawab Via singkat


"yaudah aku pamit dulu ya" kata Frans sambil mengecup kening via


Adel menatap ayahnya dari kejauhan.


"ayah jahat!, bukannya mengejarku malah kembali lagi sama mak lampir itu" kata Adel kesal


Ia kemudian berjalan menuju kelasnya.


"kenapa lo del, kok kusut amat" tanya Amel


"huftt, lo tau ga guys, bokap gue ternyata mau nikahin bu Via" kata Adel lemas


"sumpeh lo" kata Cindy


"beneran del" kata Aurel


"iya gengs, makanya gue sedih banget" jawab Adel lesu


"bisa gawat kalo tuh mak lampir jadi ibu tiri lo, tiap hari lo bisa dihajar atau dimaki-maki ama dia" tambah Melvy


"betul banget tuh yang dibilang melvy, disini aja dia killer banget apalagi kalo dirumah, gue gak bisa bayangin del" kata Cindy


"serem bangeet!!" kata Aurel


"pokoknya gue bakal gagalin rencana pernikahan mereka" kata Adel


"setuju!! " jawab keempat sahabatnya serentak

__ADS_1


*****************


Pulang sekolah Aisyah mendatangi sebuah kafe yang tak jauh dari rumahnya, ia berniat melamar pekerjaan disana. Tapi sayangnya tak ada lowongan dikafe itu.


"hufftt, kemana lagi aku harus cari kerja sampingan" kata Aisyah lirih.


"coba kamu melamar dikios bakso itu ?" kata seorang pelayan kafe sambil menunjuk kios bakso diseberang jalan.


Aisyah segera bergegas menuju kekios bakso itu.


Ia menemui pemilik kios bakso tersebut.


Seorang pria paruh baya menyuruhnya masuk keruangan pembuatan bakso.


"kamu beneran lagi nyari kerja? " kata pak Harjo


"iya pak" jawab Aisyah


"baiklah kamu nanti bertugas sebagai pembuat bakso yah, kamu bisa bekerja sepulang sekolah sampai jam sepuluh malam" pak Harjo menjelaskan


"baik pak, jadi kapan Ais mulai kerja pak" tanya Aisyah


"besok pagi" jawab Pak Harjo


"Alhamdulillah" kata Aisyah mengucap syukur


"kenapa cah ayu, sepertinya kamu sedang bahagia? " kata Nyimas


"hati-hati nduk, aku punya firasat yang tak baik dengan kios bakso itu" kata Nyimas khawatir


"tenang aja tante, aku pasti akan selalu waspada" kata Aisyah sambil tersenyum


Setibanya dirumah Aisyah merasa kaget karena Ian sudah menunggunya disana.


"kak Ian sudah lama? " kata Aisyah


"gak kok, baru satu jam" jawab Ian


"itu lama kak" kata Aisyah sembari duduk disamping Ian


"tumben kaka kemari ada perlu apa? " kata Aisyah


"kaka mau ajak kamu jalan, mau kan? " ajak Ian


Aisyah berfikir sejenak sebelum ia mengiyakan ajakan Ian.


"ok, tapi kita mau kemana? " tanya Aisyah

__ADS_1


"pokoknya lo ikut aja, dijamin gak nyesel" kata Ian meyakinkan Aisyah


"ok, tapi Ais ganti baju dulu ya? " kata Aisyah yang kemudian bergegas menuju kamarnya.


Tak menunggu lama Aisyah sudah siap dengan baju casualnya.


"kamu cantik Ais" puji Ian


"udah jangan gombal, mending kita segera jalan" kata Aisyah yang menarik tangan Ian keluar dari rumahnya


Ian segera melestkan motornya menuju kepusat perbelanjaan, ia mengajak aisyah kesebuah wahana permainan ice skating.


"wah bagus banget, aku seneng banget bisa kesini, makasih ka Ian" kata Aisyah


"kamu suka? " kata Ian


"banget"


Ian hanya memandang takjub kearah gadis yang sedang bermain ice skating didepannya.


"mulai sekarang gue janji, akan selalu membuatmu tersenyum Ais" batin Ian


Karena belum mahir bermain Ice skating Aisyahpun terjatuh saat sedang asyik bermain.


Ian segera mengulurkan tangannya, membantu Ia berdiri.


"makasih ka"


"peganglah tanganku, agar kau tak jatuh lagi" kata Ian sambil menggengam erat tangan Aisyah.


Setelah puas bermain, Ian mengajak Aisyah kesebuah foodcourt, ia memesan beberapa menu makanan.


********


"sekali lagi makasih ka Ian, karena hari ini kaka udah bikin Aisyah seneng " kata Aisyah


Ian hanya tersenyum sambil menatap Aisyah lekat. Ia kemudian menggengam tanga Aisyah.


"jadilah pacarku, aku akan buat kamu selalu bahagia" kata Ian


Aisyah hanya terdiam mendengar ucapan Ian, ia tak menyangka kalau secepat itu Ian akan mengungkapkan perasaannya.


"tapi ka... "


belum sempat Aisyah menyelesaikan perkataannya Ian sudah menutup bibir Aisyah dengan jari telunjuknya.


"berikan aku kesempatan dulu, aku janji akan selalu melindungimu" kata Ian lagi

__ADS_1


Mendengar kesungguhan Ian membuat Aisyah tak tega untuk menolaknya. Ia hanya mengangguk untuk mengakhiri percakapan mereka.


"terima kasih Ais" kata Ian bahagia sambil memeluk Aisyah


__ADS_2