GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 27


__ADS_3

"Aisyah kenapa? " kata Nathan


"tolong Aisyah" kata Ferdi sambil menunjuki kearah empat gadis itu


Nathan segera mengukuti mereka dari belakang.


Adel masih menyiksa Aisyah yang sudah babak belur tak berdaya.


* Byuuuur!!!


Disiramnya Aisyah dengan seember air, yang membuatnya menggigil kedinginan. Adel segera menghampirinya dan menamparnya berkali-kali.


*plaaaakkkk!!!!!


"mampus lo sekarang, ga da lagi yang bisa nolongin lo, dan lo bakal sering ngerasain lagi saat-saat seperti pertama kali lo datang kesini" kata Adel dengan penuh kebemcian


Keempat temannya hanya menyaksikannya dengan senyum penuh kepuasan.


"hentikan del!! " Teriak Nathan yang baru saja tiba diruang itu


"ups, ada my babe Nathan" kata Adel yang berusaha menjambak Aisyah


"arghhh!!!!" teriak Aisyah kesakitan


"Adel, cukup!! " teriak Nathan lagi


"kenapa beb, lo ga terima gue sakitin si cupu!" sambil mendekati Nathan


"hentikan del, jangan sakiti Aisyah lagi, kasian dia"


"kalo gue gak mau kenapa?, masalah buat lo?" jawab Adel


"tolong del, jangan sakiti dia lagi, aku mohon" Kata Nathan memohon kepadanya

__ADS_1


"baik, dengan satu syarat" kata adel sambil tersenyum sinis


"apa syaratnya?"


"gue Adel berjanji gak bakal nyakitin sicupu lagi, asalkan lo mau jadi cowok gue, hahaha " jawab Adel sambil tertawa puas penuh kemenangan.


"baiklah, asal kau tak menyakitinya lagi aku setuju" jawan Nathan


"good!!!, akhirnya gue berhasil, hahaha" kata Adel bahagia


Aisyah hanya bisa meneteskan tetesan air mata yang kini mulai turun membasahi pipinya tanpa permisi. Hatinya hancur melihat orang yang begitu ia sayangi mengorbankan dirinya hanya untuk menolongnya.


"maafkan aku ka Nathan" kata Aisyah pelan


Nathan mendekati Aisyah, ia menghapus air mata Aisyah yang masih turun tanpa henti.


"jangan bersedih, aku gak akan membiarkanmu menangis lagi" kata Nathan sambil memeluk Aisyah


"kaka gak usah lakuin itu buat Ais, hiks hiks" kata Aisyah sambi terisak


"hiks, hiks, hiks" tangis Aisyah semakin pilu mendengar jawaban Nathan, Ia tak mampu lagi menahan kesedihan hatinya.


"udah cukup dramanya!" kata Adel sambil menarik tangan Nathan dan pergi meninggalkan Aisyah sendiri


Ferdi datang menghapiri Aisyah, dia berusaha menggendong Aisyah dan membawanya kembali kekamarnya.


Ia membaringkan Aiayah ditempat tidurnya.


"istirahatlah" kata Ferdi sambil menyelimuti tubuhnya


"makasih Fer " kata Aisyah pelan


Ferdi membersihkan wajah Aisyah yang penuh luka lebam, Ia juga membantu menyisir rambut Aisyah yang berantakan dan acak-acakan.

__ADS_1


Cindy masuk kekamar itu dengan tatapan sinis.


"keluar lo idiot!! "usir Cindy yang tak suka dengan Ferdi yang begitu peduli dengan Aisyah.


Ferdi tetap tak bergeming, ia masih menyisiri rambut panjang Aisyah.


"pergi gak lo!!" kata Cindy sambil menarik lengannya


Ferdi hanya menatapnya dengan tatapan yang penuh kemarahan. Cindy mulai merasa ketakutan melihat Ferdi yang menatapnya dengan ekspresi penuh kemarahan.


"gue mau tidur, gue risih kalo ada cowok disini" kata Cindy sambil menjauh dari Ferdi


Ferdi segera pergi meninggalkan Aisyah dan Cindy.


💜💜💜💜💜


Pagi hari siswa-siswi SMA HARAPAN BANGSA telah berkumpul diruang serbaguna untuk mendapatkan pengarahan dari guru pembina. Setelah selesai mereka segera masuk kedalam mobil menuju kesebuah museum.


Bryan masih mencari Aisyah yang belum terlihat batang hidungnya dari pagi. Kemudian ia berinisiatif pergi kekamar Aisyah untuk menjemputnya. Ferdi seperti tahu apa yang ada dalam pikiran Bryan, ia kemudian mendekatinya sambil menunjukkan sesuatu kepadanya.


Bryan mengikuti arah telunjuk Ferdi, dan ia melihat Aisyah duduk menyendiri ditaman.


"kamu kenapa Ais" kata Bryan


"tidak apa-apa " jawabnya singkat


" kamu masih sakit? " tanya Bryan lagi


Aisyah hanya menggelengkan kepalanya, sementara Bryan tersenyum sambil mengajaknya pergi menuju ke dalam Bus.


Dalam perjalanan Aisyah hanya terdiam, tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.


"jangan takut lagi, gue akan menjaga lo sekarang" kata Bryan sambil memeluk Aisyah

__ADS_1


Aisyah hanya tersenyum mendengarnya kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu Bryan. Ia membelai rambut Aisyah penuh kasih sayang.


__ADS_2