
Sepulang sekolah Aisyah segera menuju kedai bakso pak Harjo. Dia mulai belajar cara membuat bakso yang diajari oleh mak Ipah, yang merupakan istri dari pak Harjo. Kedai bakso ini sangat ramai, walaupun ada beberapa kedai bakso didepannya. Karyawannyapun puluhan untuk melayani konsumen yang membludak setiap harinya. sebagai pemilik kedai tak membuat pak Harjo hanya berongkang-ongkang kaki saja.
Ia bahkan terjun langsung untuk menuangkan kuah kedalam mangkuk bakso. selain itu pembuatan kuah memang khusus hanya dia yang melakukannya begitu juga yang menuangkan kuah bakso kedalam mangkok bakso. Ia bahkan mengultimatum semua karyawannya agar tidak menyetuh bagian yang satu itu termasuk mak Ipah istrinya sendiri.
Entah apa alasannya Aisyah tak mau menanyakannya lebih lanjut kepada temannya yang sedang memberitahukan larangan itu kepadanya.
"mumgkin itu kali syarat dari dukunnya, supaya warung baksonya laris manis" celetuk seorang pelayan yang memperhatikan Aisyah dan Airin.
"bisa jadi" kata Airin menimpali ucapannya.
Sementara Aisyah hanya berlalu pergi sambil tersenyum.
*********
malam sudah semakin larut, para karyawan mulai membersihkan kedai bakso yang sudah sepi pengunjung. Aisyah segera memasukan bakso - bakso buatannya kedalam Fresher, setelah itu ia bergegas pulang.
Ia berjalan melewati sebuah kamar kosong disamping ruangan pak Harjo, ia merasa bulu kuduknya berdiri saat melintasi kamar itu, ia merasa ada seseorang yang mengawasinya dari balik pintu.
Aisyah segera menoleh kebelakang dilihatnya sekeliling ruangan itu tapi tak ada seorangpun disana.
Ia segera mempercepat langkahnya meninggalkan ruangan itu.
"hufft... akhirnya bisa keluar juga" kata Aisyah lega.
Sebuah angkot berhenti didepannya, ia segera beringsut masuk kedalamnya.
Seorang lelaki tua berbaju hitam-hitam menyapanya ramah.
"baru pulang kerja nduk?" tanya lelaki tua itu ramah
"iya pak"
"kerja dimana?" tanya laki-laki itu lagi
"dikedai Bakso pak Harjo" jawab Aisyah
"hati-hati nak, karena setau kakek sudah banyak yang dijadikan tumbal Disana? " jawab laki-laki itu yang sukses membuat Aisyah ketakutan
__ADS_1
"tumbal?, maksudnya gimana pak? " tanya Aisyah penasaran
Belum sempat pria tua itu menjawab, angkot itu sudah berhenti didepan rumah Aisyah.
ketika hendak berpamitan Aisyah kaget bukan main karena tak mendapati pria itu lagi. ia hilang bak ditelan bumi.
Ia segera turun dan membayar angkot yang kemudian melesat meninggalkannya.
Aisyah masih belum bisa memejamkan matanya, masih teringiang-ngiang kata pria tua tadi.
semakin lama ia memikirkan hal itu, ia semakin tak dapat memejamkan matanya.
Malam telah berganti pagi, sang surya mulai menampakan wajahnya dan memancarkan cahayanya yang hangat.
Aisyah masih berdiri dipinhgir jalan menunggu angkot yang berhenti dan mengantarnya kesekolah.
*Ciiiittt!!!
Sebuah motor sport berhenti didepannya. Ian segera membuka helmnya dan mengajaknya naik keatas motornya. Aisyah segera naik dan Ian segera melunckan motornya menuju kesekolah.
" selamat belajar sayang, tetap semangat ya, aku akan selalu melindungimu" kata Ian saat meninggalkan Aisyah didepan kelasnya
"maksih ka, selamat belajar juga" jawab Aisyah sambil tersenyum
Ian melambaikan tangannya sambil berlalu meninggalkan Aisyah.
"ciiih, kemarin ayah yang ingin memperistri guru yang paling aku benci, kini kakaku memacari cewek yang paling aku benci juga!" kata Adel yang memperhatikan gerak gerik Aisyah dari balik pintu.
Adel kemudian menjulurkan kakinya sambil terus bersembunyi dibalik pintu, tentu saja kaki itu membuat Aisyah jatuh tersandung dan meringis kesakitan
"rasain lo cupu, makanya jangan sok kecakepan, pake macarin kaka gue segala, ngaca lo, lo itu gak pantes sama ka Ian " maki Adel kepada Aisyah
*plaaak!!
sebuah tamparan mendarat diwajah cantik Adel.
"kakak!! " teriak Adel kesal
__ADS_1
"beraninya kaka menanpar Adel, hiks... hiks" kata Adel sambil meneteskan air mata
"lo jangan ganggu Aisyah lagi, karena kaka pasti akan selalu membelanya" kata Ian
"tega lo ka nyakitin adik lo sendiri, hanya karena cewek cupu itu!" kata Adel kesal
"dengar Adel, gue gak segan-segan nampar lo lagi kalo lo terus nyakitin Aisyah "
"bunuh gue sekalian ka, biar lo puas!! " teriak Adel yang membuat teman-temnnya datang mengkrubutinya.
Melihat kerumunan itu Nathan datang dan segera melerai pertengkaran kakak beradik itu, ia membawa Adel dan berusaha menenangkannya.
"makasih ka Nathan, lo udah ngertiin gue? " kata Adel yang menyandarkan kepalanya dibahu Nathan
Ada rasa yang terus berkecamuk ketika melihat Nathan membelai lembut Adel, Aisyah tak mampu menyembunyikan rasa cemburunya pada Adel. Bagaimanapun juga Ia masih menyukai Nathan sampai detik ini, rasa itu susah untuk terhapuskan walaupun Nathan hanya menganggapnya sebagai adik saja.
"kau tidak apa-apa Ais" perkataan Ian yang membuyarkan lamunanya
"iya ka, aku baik-baik saja" jawab Aisyah sambil tersenyum
"baiklah, aku kekelas dulu ya, kalo ada apa-apa, hubungi aku" pesan Ian kepadanya
"iya ka"
***********
Seperi biasa Sore ini Aisyah sudah bergulat dengan adonan daging yang siap dibuat bakso-bakso yang nikmat disantap.
Hari ini kedai bakso lebih ramai dari biasanya, membuat semua karyawannya sibuk tanpa ada yang bisa bersantai sedikitpun. menjelang magrib sntrian pembeli bertambah banyak karena pak Harjo yang bertugas meyiram kuah bakso sedang menerima kunjungan dari teman lamanya, mereka berbicara sangat lama diruang khusus pak Harjo.
Tak seorangpun berani memanggilnya, untuk sekedar mengingatkannya bahwa pengunjung sudah banyak yang kompalain. Mereka ingin segera dilayani, bahkan Bang Danur yang sudah seniorpun tidak berani mengganggunya ataupun menggantikan posisinya menyiramkan kuah kemangkok bakso yang sudah mengantri disampingnya.
Seorang akhirnya berinisiatif untuk menuangkan kuah bakso kedalam mangkok mangkok itu. Ia mulai mencelupkan sendok sayur dan mengambil kuah dari dalam panci besar itu, ia merasa ada sesuatu yang menyangkut pada sendok sayurnya, karena terasa berat. Ia mengira kalau itu adalah iga sapi, atau tulangan pelengkap kuah bakso agar terasa lebih nikmat.
Tapi betapa terkejutnya ia manakala melihat apa yang ada dalam sendok sayurnya. Matanya seketika langsung melotot seperti hendak keluar dari tempatnya. Dia berteriak hingga membuat semua yang ada disana menjadi panik.
"aaaarrrggghhj!!!! "
__ADS_1