GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 20


__ADS_3

Seorang perawat masuk untuk mengecek kondisi Bryan, sementara Aisyah keluar mengambil ponselnya untuk memberitahu Dinda kalau hari ini ia tidak bisa masuk kerja.


" halo din"


"iya halo ais, ada apa"


"tolong kasih tau pak calvin, kalo aku hari ini aku gak masuk karena harus jagain temenku dirumah sakit" kata Aisyah


"baik" jawabnya singkat


Aisyah segera menutup telponya dan kembali untuk melihat keadaan Bryan.


"bagaimana keadaannya, sus? "


"kondisinya sudah stabil, tolong nanti sesudah makan minum obat ini ya? " sambil memberikan beberapa butir obat kepada Aisyah


"baik sus"


*************


"sekarang kamu istirahat ya, aku mau pulang nengok ayah dulu, nanti aku balik lagi" kata Aisyah


"iya, hati-hati ya" jawab Bryan


Kemudian Aisyah pergi meninggalkan Bryan sendiri.


Sesampainya dirumah Aisyah keget karena banyak orang dirumahnya. Ia mencoba menerobos masuk kedalam. Dilihatnya ayahnya sedang menangis terisak.


"Aisyah!" kata Ian kaget


Ayahnya langsung berdiri memeluk Aisyah


"kamu gak papa nak"


"Aisyah baik-baik saja ayah"


"alhamdulillah "


Kemudian Aisyah duduk dan menjelaskan kejadiannya kepada Ian dan bu Luly.


"Aisyah keluar lewat pintu belakang saat terjadi kebakaran, sambil membawa Bryan keluar dari ruang lab, kemudian kami naik taksi menuju kerumah sakit" kata Aisyah menjelaskan


"trus Bryan dimana? " kata Bu Luly

__ADS_1


"Dia ada dirumah sakit Harapan, bu"


"terima kasih Aisyah , kau telah menyelamatkan Bryan" kata bu Luly


"sama-sama bu"


"baiklah karena semua sudah selamat, ibu dan guru yang lainnya pamit ya? "


"iya ibu? "


Ibu Luly dan guru-guru yang lain pergi meninggalkan rumah Aisyah, diikuti warga yang juga bubar meninggalkan halaman rumah Aisyah. Tinggalah Ian dirumah Aisyah.


"syukulah kau baik-baik saja Ais, kaka khawatir terjadi sesuatu kepadamu? "


"alhamdulillah, terima kasih ka Ian sudah peduli dengan Ais"


"ayah sudah minum obat belum? " kata Aisyah


"sudah nak" jawab ayah


"Ais pamit kerumah sakit lagi ya, soalnya Bryan tidak ada yang nungguin? "


"iya hati-hati nak"


"tentu kak" jawab Aisyah


Kemudian Aisyah mencium tangan ayahnya dan segera berlalu meninggalkan rumah.


**********


Sesampainya dirumah sakit Aisyah dan Ian langsung menuju ruang perawatan.


Bryan masih terlelap ketika mereka memasuki ruanga kamarnya.


*kruyuuk... kruyuuk


Karena dari pagi belum sarapan cacing diperut Aisyah sepertinya sudah berdemo meminta makan.


karena malu dengan Ian Aisyah hanya tersenyum kearah Ian.


"apa kau sudah makan ais? " Kata Ian


"belum ka, hehehe ? "

__ADS_1


"tunggu disini, biar aku keluar membeli makan dulu"


Aisyah hanya menganggukan kepalanya. Tak berapa lama Ian sudah kembali dengan membawa dua bungkus nasi goreng. Mereka segera menyantap nasi goreng dengan lahapnya. Wangi aroma nasi goreng membuat Bryan terbangun dari tidurnya.


"hmmn, wanginya nasi goreng, aku juga mau dong? " kata Bryan


"kamu laper" kata Aisyah


"iya" jawab Bryan


Aisyah kemudian menyuapi Bryan, melihat pemandangan itu Ian merasa cemburu terhadap Bryan yang mendapat perhatian spesial dari Aisyah.


"kak Ian kenapa, kok bengong?"


"gapapa kok? "


"mau disuapin juga"


Ianpun mengangguk, Aisyah segera menyuapinya dengan sesendok nasi goreng. Kini Bryan yang tidak suka melihat Ian juga disuapi oleh Aisyah.


"huft, ikut-ikutan saja" kata Bryan dalam hati


"aku juga mau? " kata Nyimas


"tante juga mau?? " kata Aisyah


" gak kok cah ayu, cuma iri aja ngeliat Bryan dan Ian disuapin sama kamu nduk" kata Nyimas


"Tantee???? "kata Ian dan Bryan bersamaan


"ooo.. tan.... tante itu maksudnya Ais, iya Aku juga kan mau makan nasi goreng, hehehe" kata Aisyah berusaha meyakinkan meraka berdua


"tapi kamu sering banget nyebut-nyebut tante, buktinya waktu di kafe, trus pas kebakaran di lab aku juga dengar kamu panggil-pangil dia, coba terus terang saja ais, siapa dia? " Selidik Bryan yang makin penasaran


Aisyah melirik kearah Nyimas, meminta sarannya, Nyimas hanya Menggelengkan kepala.


"jadi, tante Itu hanya tokoh hayalku saja kok, aku selalu berhayal ada seorang yang selalu melindungi aku saat aku dibully atau ditindas oleh adel dan teman-temannya" kata Aisyah sambil menitikan air mata.


"bagus banget aktingmu nduk" kata Nyimas sambil mengacungkan dua jempolnya


Ian langsung memeluk Aisyah, dia tau penderitaannya selama ini.


"maafin adel ya, aku tau selama ini dia sudah banyak menyakitimu? kata Ian sambil membelai rambit Aisyah.

__ADS_1


Bryan hanya memandangi mereka berdua, Ia baru tau jika selama ini Aisyah sampai mengalami trauma mental karena sering dibuli oleh adel dan teman-temannya. Ia jadi tak teka untuk membantu adel membalaskan dendamnya.


__ADS_2