GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 25


__ADS_3

Adel kembali lagi kegubuk Mbah Karto, wajahnya terlihat pucat, dan tatapan matanya kosong. Aurel dan Cindy langsung menyambutnya.


"tanganmu dingin del" kata Aurel sambil mengusap tangan Adel


"lo sakit del" kata Cindy yang mulai curiga melihat gelagat tak biasa temannya itu.


Mbah Karto muncul dari balik pintu membawa sesaji lengkap dengan dupa yang dibakar, membuat aromanya mengisi seluruh ruangan.


"sugeng enjing kanjeng Ratu Maheswari " kata Mbah karto sambil menunduk memberi hormat.


Kemudian ia meletakan sesaji itu didepannya.


Adel mengambil segelas kopi yang tersaji diatas sesaji, ia menghabiskannya dalam satu tegukan.


Ia mulai memakan satu persatu hidangan yang tersaji dalam sesaji itu, diakhiri dengan senyumnya yang menyeringai.


Setelah selesai makan kemudian mbah Karto membaca sebuah mantera yang membuat Adel akhirnya tidak sadarkan diri.


Melihat Adel jatuh pingsan keempat temannya langsung mendekatinya, melvy segera mengeluarkan minyak kayu putih dari dalam tasnya kemudian ia mengoleskannya ke pelipis dan hidung Adel, sedangkan Cindy dan Aurel memijat-mijat kakinya. Namun Adel tak kunjung sadar juga.


Mbah Karto mengambil segelas air putih, Ia membacakan sebuah mantera dan meniupkannya kedalam gelas air itu, Selanjutnya Ia menuangkan sedikit air ketelapak tangannya. Ia kemudian mengusapkan air itu kewajah Adel, tak lama kemudian adel mulai membuka matanya.


Setelah Adel sadar merekapun pamit pulang dan kembali ke Jakarta.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pagi hari semua siswa SMA HARAPAN BANGSA berkumpul di aula untuk melakuan breefing study tour, sementara itu Adel dan Aurel sedang mengendap-endap menuju kekelas. setibanya dikelas ia segera mencari tas Aisyah dan memasukan sebuah giok pemberian mbah Karto kedalamnya. setelah selesai mereka langsung berlari meninggalkan kelas menuju kel Aula.


Setelah selesai breefing semua siswa bergegas menuju ke bus masing-masing. Semua siswa tampak bahagia saat bus mulai meninggalkan halaman sekolah.


Sementara Aisyah duduk disamping Bryan.

__ADS_1


"mulai hari ini kamu resmi menjadi asistenku, dan tugas pertamamu adalah mengerjakan tugas-tugas study tour" kata Bryan


Aisyah mengangguk pelan.


"dan satu lagi mulai hari kamu juga harus berhenti bekerja dicafe, karena kau sudah tidak aman disana" kata Bryan lagi


"tapi nanti aku membiayai hidup keluargaku gimana? " jawab Aisyah


"sudahlah itu bisa diatur nanti" kata Bryan


Adel melirik sinis kearah Aisyah.


"gue udah gak sabar liat reaksi batu giok itu"


ucap adel dalam hati


Satu persatu Bus berhenti disebuah penginapan yang cukup bersih dan asri. Semua siswa turun menuju kekamarnya masing-masing untuk beristirahat.


"nikmatin aja Cin, anggap aja lo sekamar sama Cinderella, hahaha" kata Aurel sambil tertawa


"awas hati-hati lo Cin, si cupu klo jam dua belas malam berubah jadi hantu" kata Melvy


"berisik lo mel, jangan nakut-nakutin gue lo" jawab Cindy sambil berlalu meninggalkan sahabatnya.


Sebenarnya Cindy merasa takut sekamar dengan Aisyah, Ia masih terngiang-ngiang kata-kata tante Yuni yang mengatakan bahwa Aisyah dijaga oleh mahluk halus yang sangat sakti. Ia juga takut kalau sewaktu-waktu mahluk itu muncul dan menakutinya.


Cindy mulai memasuki kamarnya, dilihatnya Aisyah sedang membereskan barang bawaannya. Ia segera merebahkan tubuhnya, sambil sesekali melirik kearah Aisyah.


Malam hari pengurus OSIS mengadakan acara api unggun dan pentas seni. Semua siswi Putri berteriak histeris ketika Nathan tampil menyanyikan sebuah lagu Lebih Indahnya Adera.


Sementara Aisyah hanya menyaksikan dari kejauhan. Saat teman-temanya sedang larut dalam kebahagiaan. Ia malah pergi meninggalkan area api unggun menuju kekamarnya. Aisyah mencoba memejamkan matanya, namun sebuah bayangan hitam menariknya dari tempat tidur. Ia berusaha bangun dan menatap kearah sosok yang berdiri didepannya. sesosok mahluk tinggi besar dengan telinga yang lebar, dan mata yang melotot.

__ADS_1


"Buto ijo" kata Nyimas yang hadir menolongnya.


Ia mulai mengeluarkan sebuah kilatan berwarna biru dan mengarahkannya kepada Buto Ijo, Namun sebuah Cahaya merah menghalaunya.


"hahahaha!!! "


seorang wanita keluar dari balik pintu dengan suara tawa yang cukup keras.


"Ratu Maheswari" kata Nyimas tak percaya dengan sosok yang ada didepannya.


"iya ini aku Nyimas, aku datang untukmu" kata Ratu Prameswari


"tidak mungkin!! " kata Nyimas masih tak percaya


"sekarang kau tak bisa melindunginya lagi, karena aku akan menghalangimu, hahaha! "


Nyimas masih mencari-cari sosok Aisyah yang kini tak berada didekatnya lagi.


"kemana dia" kata Nyimas


"kau tak akan bisa menyelamatkannya sekarang, karena aku akan memusnahkanmu terlebih dulu" kata Ratu Prameswari sambil mengeluarkan kilatan berwarna merah dan mengarahkannya kepada Nyimas.


Beruntung Nyimas bisa menghindari serangan mematikan itu.


Sementara Aisyah berlari menjauh dari kejaran Buto Ijo yang hendak menghabisi nyawanya. Tubuhnya jatuh karena kakinya tersandung batu, nampak Mahluk itu tersenyum puas melihat buruannya jatuh tak berdaya. Aisyah masih berusaha bangkit meskipun kakinya susah digerakan karena terkilir.


Tanpa disadari Cindy melihat kejadian itu, karena ketakutan melihat sosok buto Ijo, ia berlari tunggang langgang meninggalkan Aisyah yang tak berdaya.


*Bruug!!!


Cindy menabrak Ferdi yang sedang menikmati alunan musik dari earphonenya.

__ADS_1


__ADS_2