GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 37


__ADS_3

"dasar dukun brengsek, bersiap-siap saja kau akan kukirim keneraka !!" kata Arya panangsang yang mulai mengarahkan sebuah kilat berwana Putih kearah Vida


seketika Vida ambruk dan jatuh kelantai. Dan sebuah bola api keluar dari tubuh vida, semua yang ada dikelas menjerit ketakutan dan keluar dari kelas.


**aaaaakkkhhhh, uwaaaa!!!!


Bola Api itu kemudian berubah menjadi sesosok Perempuan berbaju hitam lengkap dengan keris ditangannya.


" jadi kaulah yang selama ini menyakiti cucuku! " kata Arya Panangsang


"benar panglima, tapi ingat!, tak semudah itu kau mengusirku dari sukmanya, hahaha" kata wanita itu tertawa bahagia


"jangan banyak bicara kau! " kata Arya Panangsang yang mulai menyerangnya tanpa henti.


Wanita tua itu tak mampu lagi menahan serangan dari Arya Panangsang yang bertubi-tubi. Tubuhnya ambruk dengan darah yang terus mengalir dari kepalanya yang terbentur tembok.


Ia terus mengerang kesakitan hingga suaranya tak terdengar lagi, Arya Panangsang membawa tubuh wanita itu dan kemudian menghilang.


Aisyah segera membersihkan darah yang tercecer dikelasnya. Ia juga memapah Vida yang masih belum sadarkan diri ke UKS.


Ia memberi Vida bau-bauan yang menyengat, agar Ia segera Siuman.


Bu Via masuk kedalam UKS untuk mengecek keadaan Vida.


"apakah Vida sudah siuman Ais? " tanya Bu Via


"belum bu? " jawab Aisyah


"sekarang kau panggil mang Asep, suruh dia kemari? " perintah bu Via


"baik bu" jawab Aisyah sambil meninggalkan bu Via


"kenapa sih banyak kejadian aneh disekolah ini" kata bu Via dalam hati


Tak berapa lama Aisyah sudah kembali dengan Mang Asep.


Mang Asep segera mengusap kepala Vida sembari membaca sebuah mantera. Tak lama kemudian Vida mulai Mengerjapkan matanya.


"dimana aku" kata Vida yang mulai melihat sekitarnya


"kamu di UKS, nak" jawab bu Via lembut


"aku ingin kembali kekelas bu" kata Vida


"baiklah, Ais tolong kamu antar dia ya? " perintah bu Via

__ADS_1


"baik ibu" jawab Ais sambil menggandeng lengan Vida meninggalkan UKS


************


Setibanya dikelas, Adel sudah menunggu Aisyah. Entah mengapa semenjak kematian Bryan Aisyah menjadi makin benci ketika melihat Adel.


"kau apakan dia cupu " kata Adel sambil mendorong tubuh Aisyah menjauh dari Vida


"kau tanya saja sama temanmu itu, apa yang aku lakukan padanya" jawab Aisyah kesal


"dia yang menolong ku del" jawab Vida


"gak mungkin, pasti ia sedang merencanakan sesuatu untuk membalas dendam karena kematian Bryan kan?" kata Adel sinis


"kalaupun aku harus balas dendam, bukan ia sasarannya, tapi lo! " jawab Aisyah sambil menunjuk kearah adel


"*****, berani lo sekarang ama gue! "teriak adel sambil mendorong Aisyah hingga terpental dan membentur tembok.


untung bu Via datang memisahkan mereka.


"hentikan Adel!!! " teriak bu via


"adel!, ikut ibu ke ruang BK"


"maaf gue ga da waktu " jawab Adel sambil meninggalkan bu Via


"lepasin!!!! " teriak Adel


Namun bu Via tak juga melepaskannya malah semakin kencang mencengkeramnya.


Sementara Aisyah berjalan keluar kelas mencari udara segar. Ia kemudian duduk ditaman sekolah. Saat ia sedang melamun dikagetkan kedatangan sesosok mahluk yang sangat cantik dan tersenyum kearahnya.


"tante Nyimas??? " kata Aisyah kaget karena Nyimas berdiri didepannya


"iya cah ayu, aku sudah kembali" jawab Nyimas yang kemudian memeluknya.


"apa tante sekarang sudah baikan? " tanya Aisyah


"tentu" jawabnya singkat


Ketika sedang Asyik berbincang dengan Nyimas, Ferdi datang menghampiri Aisyah.


"kau Ferdi atau Panglima Arya Panangsang? " tanya Aisyah memastikan sosok didepannya.


"aku Ferdi, memangnya siapa Arya Panangsang itu? " Ferdi berbalik bertanya

__ADS_1


"ohhh begitu? " kata Aisyah Sambil tersenyum


"Arya Panangsang adalah buyutmu, ia berhasil mengeluarkan mahluk jahat yang bersemayam dalam sukmamu? " terang Nyimas


"jadi makhluk yang tadi merasuki vida itu... " kata Aisyah


"iya dialah yang membuat Ferdi sering bicara sendiri seperti anak idiot" tambah Nyimas lagi


"tapi kemana paman Arya sekarang" kata Aisyah penasaran


"ia sudah kembali keasalnya, karena tugasnya sudah selesai" jawab Nyimas


************


Sementara diruang BK Adel berusaha menghubungi Ayahnya, ia Ingin ayahnya segera kesekolah dan memecat Bu Via yang dianggapnya sudah ikut campur dalam urusannya.


"halo ayah, ini adel, buruan datang kesekolah. ada hal yang sangat penting" kata Adel yang kemudian menutup teteponnya.


Adel masih tak mau menjalani hukuman yang diberikan oleh bu via. Ia masih saja duduk mematung sambil memainkan ponselnya.


"awas saja kau anak sombong, sebentar lagi pasti akan tunduk padaku" kata bu Via lirih


Satu jam kemudian sesosol laki-kaki memakai stelan jas hitam memasuki ruang BK.


"ayah!!" teriak Adel sambil memeluk ayahnya


"ada apa sih del, ayah sedang sibuk nih"


"tuh yah, ada guru baru rese, dia tadi narik - narik tangan Adel sampai sakit gini" kata Adel sambil menunjukkan tangannya yang memerah


"hukum dia yah, klo perlu pecat aja!" perintah Adel


"dimana dia" tanya pak Frans


"tuh dia !" kata Adel sambil menunjuk Via yang baru saja memasuki ruangan


"Mas Frans? " kata Via yang kaget karena Frans ternyata adalah ayah Adel


"Via, lo ngajar disini? " kata Frans yang tak kalah kahet karena kekasihnya ternyata mengajar disekolah yang dinaunginya


"apa kalian saling kenal? " kata Adel curiga


"iya del, rencananya ayah ingin mengenalkan Tante Via sama kamu, eh malah ketemunya disini? " kata Frans sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal


"maksudnya yah, adel gak paham? "

__ADS_1


"tante Via ini adalah calon mamah kamu? "


"apa!!! " teriak Adel tak percaya dengan apa yang didengarnya


__ADS_2