
"toloooong!" suaranya kini terdengar melemah. Aisyah semakin penasaran ia berusaha mendobrak pintu kamar itu.
*Brakkk!!!!
Pintu berhasil terbuka, namun sayangnya tak ada seorangpun didalam sana, bulu kuduk Aisyah mendadak berdiri. Ia semakin merinding ketika melihat sesosok mahluk bertanduk dengan mata merah menyala berada didepannya kini, kuku-kukunya yang tajam siap mencengkeram lehernya. Ia berusaha beringsut mundur dan lari dari kejaran mahluk itu, namun kakinya tertahan oleh gigitan sebuah boneka yang berada dikakinya.
"arghhhhh!! " teriaknya kesakitan
Darah segar mengalir dari kakinya, yang kemudian dijilati oleh sesosok wanita berambut panjang dengan busana serba hitam. tangannya kini meraih boneka yang masih menggigit kakinya.
"inikan boneka dari Ferdi" kata Aisyah dalam hatinya
Boneka itu tertawa dengan memperlihatkan giginya yang tajam penuh dengan darah, Aisyah segera melemparkan boneka itu kearah mahluk bertanduk yang mengejarnya.
ketika ia berada dibibir pintu, seorang wanita berteriak minta tolong.
"tolooong!!! "
ia berbalik kearah suara itu, aneh ruangan yang tadi kosong kini muncul seorang wanita yang terpasung, dengan kaki yang berlumuran darah. Boneka setan terlihat mengigit kaki wanita itu, darahnya yang mengalir dijilati oleh wanita berbaju hitam.
Aisyah merasa iba melihat wanita tak berdaya itu menahan kesakitan, karena boneka setan itu semakin bertambah banyak.
"tante Nyimasss, tolooooong!!!! "
"tolooooong Ais !!!!!!"
Aisyah berteriak sekencang-kencangnya, karena mahluk bertanduk sudah mencengkeram lehernya. Ia merasakan nafasnya seperti akan putus, karena cekikannya terlalu kuat, dan rasanya sakit tak tertahan. Sebuah cahaya biru datang menghempaskan tubuh mahluk bertanduk itu menjauh dari Aisyah. Dengan sekali tiupan mahluk itu lenyap dari pandangan Aisyah. Kini matanya tertuju pada wanita berbaju hitam yang masih menjilati darah yang mengalir dari kaki wanita yang terpasung itu.
"ambil boneka itu dan bakar!!! " perintah Nyimas pada Aisyah.
Kemudian Aisyah mengambil boneka itu dari kaki Gwen, Namun boneka itu malah menyerang Aisyah.
"pegang lehernya!!!" perintah Nyimas
Kemudian Aisyah mencekik leher boneka itu sehingga Ia tak bisa menyerangnya lagi. Aisyah mencari-cari korek api, tapu tak menemukannya. melihat Aisyah kebingungan tak mendapatkan korek api, Nyimas segera mengeluarkan api dengan kekuatannya.
Aisyah segera memasukan boneka itu kedalam kobaran api, sementara Nyimas masih melanjutkan duelnya dengan wanita berbaju hitam. Wanita berbaju hitam itu ternyata jelmaan siluman kelelawar yang diutus oleh seorang dukun untuk menghabisi nyawa Gwen, Iapun segera lenyap ketika boneka-boneka setan itu habis terbakar.
Aisyah melepaskan Gwen dari pasungannya.
"terima kasih" kata Gwen sambil tersenyum
__ADS_1
"Bundaaaa!!! "
seorang anak laki-laki berlari kearahnya, kemudian ia memeluknya.
"Ferdi " mata aisyah membulat melihat sisok yang berdiri didepannya.
"terima kasih Ais"
**********
Aisyah terbangun dari mimpinya, ia melihat Nyimas duduk disampingnya sambil membawa segelas air putih.
"minumlah" perintah Nyimas
Aisyah meminum air yang diberikan oleh Nyimas.
"sekarang kau sudah tau cah ayu"
Aisyah hanya mengangguk. Ia mencari boneka yang diberi oleh Ferdi, Ia mendapatinya disamping tempat tidur.
Aisyah membawa boneka itu keluar, kemudian membakarnya. Aneh setelah dibakar keluar sebuah batu berwarna merah menyala.
Aisyah menggambil batu itu kemudian membawanya kepada Nyimas.
"ini adalah sebuah batu jimat, simpanlah suatu saat mungkin bisa berguna" Kata Nyimas
"aku tidak mau" tolak Aisyah
"serahkan kepada mang asep, penjaga sekolah"
"kenapa dia?"
"serahkan saja padanya" kata Nyimas memperjelas
"baiklah"
Aisyah melihat jam menunjukan pukul Lima pagi, ia segera sholat subuh dan mempersiapkan keperluan ayahnya. Setelah selesai Ia segera bersiap-siap berangkat sekolah.
ketika hendak berpamitan kepada Ayahnya. Ia kaget melihat ayahnya menghampirinya menggunakan kursi roda.
"ayah, dapat kursi roda dari siapa? " tanya Aisyah
__ADS_1
"dari temanmu yang mengantarkan kamu semalam"
"Bryan? ""
"iya, bahkan dia yang menggendongmu sampai kekamarmu"
"sampaikan terimakasih ayah untuknya" katanya lagi
Aisyah mencium tangan ayahnya dan kemudian pergi kesekolah. dalam perjalanan Aisyah berusaha mengingat kejadian semalam.
"oh iya, aku ketiduran di mobil Bryan, tapu kenapa ia tak membangunkanku" kata Aisyah dalam batinnya.
*Ciiiit!!!!
Sebuah motor berhenti tepat didepannya.
"Bryan! " kata Aisyah
"syukurlah aku tak keduluan dia lagi" kata Bryan dalam hati
"pagi Ais" sapa Bryan
"pagi Bryan, tapi apa tanganmu sudah bisa bawa motor" kata Aisyah
"tenang saja, aku udah sehat kok? " jawabnya sambil tersenyum
Kemudian Bryan melesatkan motornya mrnuju kesekolah. Sementara Ian menyusulnya di belakang diikuti oleh Nathan.
Adel kesal bukan main ketika melihat Aisyah berjalan diiringi oleh tiga orang cowok tampan.
"siall, makin banyak aja penggemarnya" katanya pelan.
"wah, si cupu keren banget sekarang, bukan cuma Nathan, Bryan dan ka Ian pun sekarang menempel dengannya, aku jadi iri" kata Cindy yang kini berada disamping Adel.
"cin, pulang sekolah antarkan gue kerumah tante yuni? " Kata Adel
"lo mau ngapain lagi del" jawab Cindy
"udah lo gak perlu berisik, yang penting anter gue kesana" kata Adel kesal.
"baiklah" jawab Cindy
__ADS_1