GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 33


__ADS_3

"dreet.... dreeet... bunyi ponsel Aisyah.


"halo" sapa Aisyah


"hai ais, apa kau mau datang kepesta Adel" kata Nathan


"aku gak tau kak, ais masih malas, takutnya nanti aku malah dibully disana" jawab Aisyah


"datang saja, aku akan menemanimu kesana" jawab Nathan


"tapi ka... " kata Aisyah


"jam dua aku jemput" kata Nathan


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Pukul dua siang Aisyah sudah bersiap menunggu Nathan didepan rumah, tak berapa lama sebuah sedan hitam berhenti tepat didepannya.


Nathan keluar dan membukakan pintu untuk Aisyah, membawanya meluncur meninggalkan rumah. Ia menghentikan mobilnya didepan sebuah salon kecantikan.


Nathan mengajak Aisyah turun dan masuk kedalam salon itu.


"halo beb" kata seorang pria gemulai sambil mencium Nathan


"tolong dandani dia, buat ia secantik cinderella" perintah Nathan


"baik ganteng, tapi dia itu siapa lo? " tanya pria itu


"dia adik gue" jawab Nathan


"oh kirain lo udah putus sama Adel, terus pacaran sama dia? "


"gue emang udah putus sama adel? "


"terus lo jomblo donk sekarang? "


"iya"


"oh my God, cowok ganteng kaya lo jomblo?, mending lo jadi pacar gue aja, hihihi? " kata pria gemulai itu sambil tertawa

__ADS_1


Aisyah hanya terdiam mendengar percakapan mereka, ia juga tak mengira kalau perhatian Nathan selama ini hanyalah sebatas perhatian seorang kakak kepada Adiknya, lengkaplah kesedihannya kini. Dua lelaki yang ia sayangi ternyata tak membalas cintanya, ia berusaha menyembunyikan kegalauannya dari Nathan.


Nathan terperanjat melihat Aisyah yang kini menjelma menjadi seorang gadis yang sangat cantik dibalut dengan gaun pesta berwarna baby pink membuatnya terlihat lebih anggun.


Ia masih tak berkedip menatap Aisyah penuh kagum, lamunanya buyar ketika Aisyah mulai memanggilnya.


"ka... ka Nathan ayo jalan! " ajak Aisyah sambil menarik tangan Nathan


"lap dulu ilernya beb, baru jalan" kata Pria gemulai itu menggoda Nathan


sementara Aisyah hanya tertawa geli mendengar ucapan itu. Nathan berusaha menyembunyikan rasa malunya dari Aisyah.


πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€πŸ‘€


Pasta sudah dimulai semua muda-mudi tampak bahagia menikmati alunan musik yang mengiringi pesta itu. Tampak Bryan menggandeng tangan Adel mereka berjalan menuju kearah kue ulang tahun.


Alunan musik kini berganti dengan lagu selamat ulang tahun yang menyemangati Adel untuk segera meniup lilin Ulang tahunnya.


Sebelum meniup lilin Adel tidak lupa berdoa atau make a wish, dan kemudian dibantu Bryan ia meniup semua lilinnya.


🎢potong kuenya... potong kuenya... potong kuenya sekarang juga...srkarang juga 🎢


Kemudian ia memotong kuenya, potongan kue pertama adel berikan untuk Ayahnya, Lalu yang kedua ia berikan kepada Ian kakanya, dan yang ke tiga ia berikan kepada Bryan.


"adelia watson, maukah engkau jadi kekasihku ?" kata Bryan sambil bersimpuh dihadapan adel sambil menyerahkan sebuah cincin berlian.


"terima!!!! "


"terima!!! " kata yang hadir menyemangati Bryan


Sesuai perjanjian Adel hanya mengangguk menerima Bryan menjadi kekasihnya.


Bryan kemudian memaaangkan cincinnya kejari manis adel, tapi sayang jari manis Adel sudah memakai cincin dari mbah Karto.


"dijari tengah saja" kata Adel


"biar kulepas cincin ini, kau bisa menyimpannya kan? " jawab Bryan


Lagi-lagi adel tak bisa membantah, ia menuruti perintah Bryan, Ia kemudian memasukan cincinnya kedalam dompetnya. sedangkan Bryan merasa lega karena berhasil membuat adel mengeluarkan cincinnya.

__ADS_1


*plok... plok. .. .plok. Suara tepuk tangan tamu undangan yang ikut senang melihat Adel dan Bryan jadian.


Aisyah merasa sedikit kecewa menyaksikan apa ya g dilihatnya dari bibir pintu, ia baru saja tiba ketika Bryan mengungkapkan perasaannya kepada Adel.


Nathan mbawanya masuk menemui adel.


**tak, tak, tak


suara langkah Aisyah dan Nathan yang mendekati Bryan yang sedang memakainkan cincin kejari manis Adel.


Semua mata terpana melihat Aisyah yang cantik bak seorang putri, tak terkecuali Bryan dan Adelia.


"selamat ulang tahun del? " kata Nathan sambil memberikan kado untuk Adel


"sicupu!! "kata Adel tak percaya


"iya Dia Aisyah" jawab Nathan yang kemudian membawanya pergi menikmati alunan musik dansa.


"gilaa, sicupu sekarang jadi cantik banget, adel aja lewaat" kata Aurel kagum


"betul banget, kok bisa yah" kata Melvy


"pasti gara-gara Nathan" kata Cindy sinis


Bryan tak dapat menahan rasa cemburunya melihat Aisyah berdansa mesra dengan Nathan. Ia segera menghampiri mereka berdua kemudian menarik Aisyah dan mecium bibirnya didepan Nathan dan teman-temannya.


Aisyah tidak dapat menolak ciuman darinya karena Bryan sudah mengunci tangannya, sehingga membuatnya tak bisa bergerak dan hanya pasrah menerima ciuman dari Bryan.


Nathan hanya tersenyum melihat kelakuan Bryan, ia bahkan tak ingin mencegahnya. Lain halnya dengan Adelia yang merasa kesal dengan Bryan. Ia segera menghampiri keduanya.


"Bryan!!! " sambil menarik tangan Bryan


*plaaaakk!!!


Sebuah tamparan mendarat dipipi Bryan.


"lo... lo brengsek, gue udah percaya sama lo tapi lo malah menghianati gue, tega lo..!!! " teriak adel penuh amarah


"untung gue udah ambil kalung ini dan gue bisa gunain sekarang buat membalas kalian berdua !!" kata Adel sambil mengosok-gosok liontin kalung Aisyah

__ADS_1


"jangan adel, jangan digosok!! " teriak Aisyah panik


Melihat Aisyah yang mulai panik adel semakin kuat menggosok Liontin kalung itu dan tak berapa lama asap putih keluar dari liontin itu. Mahluk-mahluk astral yang dulu tersedot masuk kedalam Liontin itu keluar satu persatu membuat pesta yang semarak berubah mencekam, semua undangan lari berhamburan keluar.


__ADS_2