GADIS PENAKLUK

GADIS PENAKLUK
Chapter 34


__ADS_3

"jangan adel, jangan digosok!! " teriak Aisyah panik


Melihat Aisyah yang mulai panik adel semakin kuat menggosok Liontin kalung itu dan tak berapa lama asap putih keluar dari liontin itu. Mahluk-mahluk astral yang dulu tersedot masuk kedalam Liontin itu keluar satu persatu membuat pesta yang semarak berubah mencekam, semua undangan lari berhamburan keluar.


*uwaaaa!!!!.... aaakkhhhhh.....!!!! teriakan para undangan yang ketakutan dan berlari keluar gedung


Beberapa makhluk astral mulai membabibuta menyerang semua yang ada disana, Aisyah tidak dapat berbuat banyak selain menghindari serangan boneka setan yang kini mulai menyerangnya. Sedangkan Adel yang juga ketakutan mencoba menggunakan Liontin itu untuk menangkap kembali hantu yang mulai menyerangnya kini, Namun sayang usaha selalu gagal.


"siaall!!!, kenapa jadi gak bisa!" kata Adel panik.


Karena siluman kelelawar itu semakin mendekatinya secara reflek adel melemparkan kalung itu kearahnya untuk mengindari serangannya. Melihat hal itu Bryan langsung berlari kearah siluman kelelawar untuk mengambil kalung tersebut.


Adelia masih berlari menghindari dari kejaran mahluk astral yang terus saja memburunya, kini ia mulai terpojok disudut rumahnya. Ia baru ingat kalau dia juga punya cincin sakti pemberian mbah Karto, Adel membuka dompetnya dan mengambil cincin itu.


Dia memasukan cincin itu kejari manisnya, sambil memejamkan matanya dan menyebut nama seseorang.


"yang mulia putri Maheswari datanglah, aku butuh bantuanmu" kata Adel sembari memejamkan matanya


*uhuk... uhuk.. uhuk!!


Ia mulai merasakan ada sesuatu yang mencekiknya hingga membuatnya susah bernafas, belum lagi perihnya kuku-kuku tajam yang menusuk - nusuk lehernya"


"keluarlah!!! " Adel masih berusaha memanggilnya


"sial!!!, kenapa kau tak datang juga" gerutu Adel kesal


👻👻👻👻👻


Bryan berhasil mendapatkan kalung itu kembali, ia kemudian mencari Aisyah untuk memberikan kalung itu kepadanya.


"Ais dimana kamu... Ais...!!! " teriak Bryan memanggil Aisyah.


Ia akhirnya menemukan Aisyah yang terjatuh karena kakinya digigit oleh boneka setan. Bryan segera menarik boneka itu dari kaki aisyah, namun justru boneka itu berbalik menggigit lengan Bryan.


"cekik lehernya!! " perintah Aisyah


Bryan segera mencekik leher boneka itu.

__ADS_1


"bakar dia!! "perintah Aisyah lagi


Bryan segera merogoh sakunya mencari-cari korek api yang tadi ia gunakan untuk menyalakan lilin.


"ohhh, ternyata masih ada" kata Bryan senang


Ia segera menyalakan korek api itu dan mengarahkannya kepada boneka itu.


Boneka itu kini sudah berubah menjadi abu yang kemudian mengeluarkan batu berwarna merah menyala.


Bryan mengambil batu itu dan menyerahkannya kepada Aisyah.


"batu ini lagi " kata Aisyah dalam hati


Aisyah memasukan batu itu kedalam tas kecilnya.


"ayo kita bantu yang lain? " ajak Aisyah kepada Bryan


Bryan segera mengulurkan tangannya membantu Aisyah berdiri, dan menggandengnya mencari teman mereka yang butuh bantuannya.


"alhamdulillah akhirnya selesai juga" kata Aisyah dengan nafas yang terengah-engah


Ia kemudian menyadarkan kepalanya ditembok sambil duduk meluruskan kakinya yang mulai terasa letih. Ia bahkan mengabaikan kakinya yang masih mengeluarkan darah akibat gigitan boneka setan. Melihat apa yang terjadi dengan Aisyah Bryan segera merobek kemejanya, kemudian ia membalut luka kakinya.


"kau tak perlu repot-repot menolongku Bryan" kata Aisyah


"aku harus menghentikan pendarahannya agar kau tak kehabisan darah" jawab Bryan


"apa pedulimu" kata Aisyah sinis


"apa kau masih marah denganku?" tanya Bryan


"aku tidak marah, hanya kecewa saja, dan sekarang kau juga adalah pacar Adel, kau seharusnya mencari dia dan menyelamatkannya, bukan aku" jawab Aisyah


mendengar jawaban Aisyah Bryan hanya menyunggingkan senyumnya.


"aku melakukan itu semua demi untuk mendapatkan cincin itu, agar bisa membantumu " kata Bryan sambil mengangkat dagu Aisyah

__ADS_1


"tidakkah kau sadari perhatianku selama ini padamu, bahkan aku sampai rela meninggalkan Adel ditengah pesta, karena aku tak bisa melihatmu dengan laki-laki lain" kata Bryan lagi menjelaskan kepada Aisyah


Aisyah hanya menundukan pandangannya mendengar jawaban dari Bryan, ia baru menyadari betapa Bryan sangat peduli kepadanya.


Bryan mulai menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, dan betapa terkejutnya Ia ketika melihat sesosok wanita yang mulai mengarahkan kilatan berwarna merah kearah Aisyah, Bryan segera mendorong tubuh Aisyah menjauh darinya.


****Jraaaash!!!!!


"aarrggghhh!!! " teriakan Bryan menggema memenuhi seisi gedung itu***.


Tubuhnya roboh seketika, Aisyah langsung menghampirinya.


"Bryan!!!!! " teriak Aisyah sambil memeluknya


"hahahahaha!!! " terdengar suara Putri Maheswari tertawa penuh kebahagiaan


"aku tak akan membiarkanmu mendapatkan cinta sejatimu, aku akan membunuh siapa saja yang mencintaimu Nyimas, hahaha!!! " Kata Putri Maheswari sambil mengeluarkan kilatan berwarna merah kearah Bryan.


Aisyah berusaha mengeluarkan Kalungnya dan mengarahkannya ke putri Maheswari, namun usahanya sia-sia, karena Ia terlalu kuat untuk tersedot kedalam kalung itu.


"kau mencoba melawanku anak kecil" kata Putri Maheswari yang marah Aisyah menggagalkan serangannya


"baiklah, akan kumusnahkan kalian berdua!!! " ancam Putri Maheswari


ia kemudian mengarahkan kilatan warna kuning kearah Aisyah dan Bryan, Aisyah hanya memeluk Bryan untuk menyelamatkannya.


****Jraaaassssshhhh!!!


Sebuah kilatan berwarna putih menghantam tubuh Putri Maheswari yang kini jatuh tersungkur.


"panglima!!! , jangan ikut campur kau" kata putri maheswari***


"aku akan selalu melindunginya putri" jawab panglima


"Ferdi???? " kata Aisyah tak percaya dengan sosok didepannya yang kini sangat berbeda dengan Ferdi yang ia kenal


Panglima hanya tersenyum kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2