
****Jraaaassssshhhh!!!
Sebuah kilatan berwarna putih menghantam tubuh Putri Maheswari yang kini jatuh tersungkur.
"panglima!!! , jangan ikut campur kau" kata putri maheswari***
"aku akan selalu melindunginya putri" jawab panglima
"Ferdi???? " kata Aisyah tak percaya dengan sosok didepannya yang kini sangat berbeda dengan Ferdi yang ia kenal
Panglima hanya tersenyum kearahnya.
*Jraassshhh!!!
Sebuah kilatan berwarna kuning kini menghantam panglima Arya Panangsang, tubuhnya jatuh berguling.
"rasakan pembalasanku Arya panangsang!!" kata Putri Maheswari
Duel sengit antara Putri Maheswari dan Arya Panangsang masih terus berlangsung. sementara Aisyah perlahan meninggalkan mereka, ia membawa Bryan keluar gedung.
Aisyah mencari bantuan untuk membawa Bryan kerumah sakit, tapi sayangnya tak seorangpun yang masih tinggal dirumah itu.
"sabar ya Bryan, kau harus bertahan" sambil mengambil ponselnya berusaha menghubungi Nathan
"siall!!, kenapa tidak diangkat" kata Aisyah bertambah cemas
Kemudian ia beralih menghubungi Ian, tapi sama saja Ian juga tidak mengangkat telponya.
************
Putri Maheswari mulai kehabisan tenaga dan jatuh tak berdaya, Ia tak sanggup lagi mengalahkan kesaktian Arya Panangsang. Tubuhnya yang penuh luka dan darah membuatnya tak mampu lagi mengeluarkan kesaktiannya. Arya Panangsang tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, Ia segera melemparkan tongkat saktinya kearah sang putri, dan seketika tubuhnya langsung berubah menjadi asap putih dan kemudian menghilang.
"sudah seharusnya kau kembali kealamu Yang mulia Putri" sambil membungkukan badannya memberi hormat kepada putri Maheswari yang telah masuk kedalam tongkatnya.
Setelah memasukan tongkatnya kedalam bajunya, Arya panangsang segera memcari Aisyah.
__ADS_1
**Ciiiittt!!!!
Sebuah mobil berwarna silver berhenti didepan Aisyah.
Arya panangsang segera turun dari mobil dan menggendong Bryan masuk kedalam mobil, kemudian Aisyah duduk disampingnya.
Mobil mereka melesat menuju kerumah mang Asep.
Aisyah terkejut ketika Panglima Arya menghentikan mobilnya didepan sekolahan.
"kenapa kita tidak kerumah sakit saja, Fer? " tanya Aisyah bingung
"kau tenang saja cah ayu, mang Aseplah yang ia butuhkan saat ini, bukan Rumah sakit" Jawab Arya Panangsang
Panglima Arya kemudian menggendong Bryan menuju rumah mang Asep. sesampainya disana Ia langsung membaringkannya keatas ranjang yang hanya beralaskan tikar.
"salam hormat saya untuk yang mulia panglima Arya Panangsang" Kata Mang Asep sambil membungkukan badannya memberi hormat
"berdirilah aki, tolonglah anak muda itu, dia terkena ajian pelebur sukma milik yang mulia putri Maheswari " kata Arya Panangsang
"bukankah yang mulia harusnya juga bisa menyembuhkannya" kata Mang asep
mang Asep hanya mengangguk, ia paham apa yang dimaksud oleh Arya Panangsang.
Mang Asep mulai bersemedi didepan Bryan ia mulai menyalurkan enegi positifnya ketubuh Bryan yang masih terbujur lemah.Tubuhnya kini mulai membiru dan berkeringat.
Melihat Perubahan itu Aisyah segera mengelap tubuh Bryan yang terus mengeluarkan keringat, dan kini tubuhnya yang dingin mulai terasa hangat.
"kau istirahatlah dulu, nanti kalau ia sudah siuman aku akan memanggilmu lagi" kata Mang Asep yang kini mulai membuat ramuan untuk Bryan
Aisyah segera pergi meninggalkan Mang Asep dan Bryan, ia kini duduk menyendiri diteras rumah itu. Semilir angin berhembus membuatnya mengantuk dan akhirnya iapun tertidur.
"Ais" bisik Bryan ditelinga Aisyah
Samar-samar Aisyah mulai membuka matanya, ia menatap sesosok lelaki yang duduk disampingnya sambil membelai lembut rambutnya.
__ADS_1
"Bryan, kau sudah sadar" tanya Aisyah yang mulai mengembangkan senyumnya
Karena sangat bahagia ia langsung memeluknya erat.
"Ais, jaga dirimu baik-baik, aku akan selalu merindukanmu nanti, sering-seringlah kau menjengukku nanti? " kata Bryan sambil menitikan air mata
"kau ini ngomong apa sih, aku gak ngerti" kata Aisyah sambil menatap Bryan
Ia mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi laki-laki yang menatapnya sendu.
"aku akan pergi ais, jaga dirimu" kata Bryan sambil mengecup kening Aisyah dan kemudian sebuah cahaya putih membawanya pergi, menghilang dari pandangan Aisyah.
"Bryan jangan pergi!!!! " teriak Aisyah yang kini mulai tersadar dari mimpinya
"Ya Allah, untung hanya mimpi" kata Aisyah lirih
"itu bukan mimpi cah ayu" kata Arya panangsang yang kini duduk disampingnya.
"maksudmu?? " tanya Aisyah
"iya, dia telah pergi untuk selama-lamanya, Ajian pelebur sukma telah merenggut nyawanya" jelas Panglima Arya
"tidakkk!!! "teriak Aisyah yang tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh panglima Arya
Ia segera bergegas masuk kedalam rumah, benar saja Mang Asep telah menutup tubuh Bryan dengan kain putih.
Aisyah tak dapat menahan kesedihannya, ia segera memeluk tubuh Bryan dan menangis sejadi-jadinya.
"Bryannnn!!!, kau tidak boleh pergi...hiks hiks" kata Aisyah sambil menangis
Sementara Panglima Arya menghampirinya sambil mengusap lembut rambutnya.
"kau harusnya bisa menyelamatkannya bukan?, kenapa kau tidak menyelamatkannya, kenapa !!!" kata Aisyah sambil memukul-mukul dada panglima Aryo
Panglima Aryo kemudian memeluknya.
__ADS_1
"percayalah bahwa ini semua adalah kehendaNya, aku tidak bisa merubah takdirNya, dan yakinlah bahwa setelah ini akan ada hikmah yang bisa kau ambil"
Aisyah masih menangis tersedu didada bidangnya, sedangkan Panglima Arya terus berusaha menenangkannya.