
Pagi hari yang cerah, seperti biasa Aisyah bersiap-siap Pergi kesekolah, setelah berpamitan dengan ayahnya ia segera berangkat kesekolah menggunakan angkot.
Setelah sampai disekolah, Aisyah segera Turun Dan membayarkannya ongkos angkotnya.
Belum sempat Aisyah menaruh tas dibangkunya, tiba-tiba rambutnya ditarik Oleh seseorang. Ia mengerang kesakitan Saat adel Menyeretnya menuju kebelakang kelas.
"arrrgghhhhh!!! " Aisyah mengerang kesakitan
Adel tak memghiraukan jeritan Aisyah, ia Terus saja Menyeretnya menuju kebelakang kelas.
Ia segera mendorongnya hingga Aisyah hingga jatuh tersungkur ditanah.
Ia segera beringsut mundur ketika Adel mengeluarkan sebuah pisau dari balik bajunya.
"sebentar lagi kau akan merasakan betapa sakitnya ditinggalkan oleh orang yang kau sayang! " kata Adel dengan seringainya yang menakutkan
*plaaak!!!
Sebuah tamparan keras melayang dipipi merah Aisyah, ia hanya meringis menahan sakit karena tamparan Adel.
"itu belum seberapa cupu, dibandingkan sakitnya gue ditinggal ka Ian pergi untuk selamanya" kata Adel
"asal kau tau del, Ian meninggal karena gigitan Kuyang, bukan karena gue" Aisyah coba menjelaskan kepada Adel
"sebenarnya makhluk itu ingin ngebunuh lo kan, tapi karena ka Ian menolong lo, jadi ia yang terkena imbasnya, hingga ia harus meregang nyawa gara-gara melindungi cewek cupu kaya lo" terang Adel yang mulai memainkan pisaunya ke wajah Aisyah
**buughhh!!
Aisyah menendang perut Adel membuatnya jatuh terpental, menjauh darinya. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Aisyah segera lari menjauh darinya, namun belum jauh ia berlari Cindy dan Melvy berhasil menangkapnya.
"lo bakal ngerasain apa yang gue rasain cupu!" kata Adel sambil mengeluarkan poselnya yang menunjukan gambar dua orang lelaki berbadan kekar yang sedang menghajar lelaki yang menggunakan kursi roda.
"ayah!! " teriak Aisyah yang membulatkan matanya, mencoba memastikan kalau lelaki yang didalam Ponsel itu adalah ayahnya
"apa yang kau lakukan dengan ayahku!! " kata Aisyah yang mulai meronta, mencoba melepaskan diri dari cengkraman Cindy dan Melvy
"aku akan membunuhnya!! " kata Adel dengan senyum sinisnya
"tante Nyimas tolong ayah....tolong ayah tante... tolong! " batin Aisyah mencoba memanggil Nyimas untuk menyelamatkannya
__ADS_1
**********
*buuuggghh!!!
Tampak dua orang lelaki berbadan kekar sedang menghajar pak Hasan yang tak lain adalah ayah Aisyah tanpa ampun.
Mereka terus saja menghajarnya, meskipun pak Hasan sudah lunglai tak berdaya.
**wuuussshhhh!!!
Sebuah angin kencang berhembus mendorong tubuh dua lelaki berbadar kekar itu hingga roboh membentur dinding.
Sebuah asap putih mengepul membentuk sesosok perempuan cantik memakai busana khas kerajaan.
"dasar laki-laki laknat!!, beraninya melawan orang yang lemah" kata Nyimas yang kini berjalan kearahnya
mereka berdua tampak ketakutan melihat sosok wanita didepannya. Kali ini matanya merah menyala menandakan kemarahan, membuat kedua laki-laki itu beringsut menjauhinya.
Nyimas segera mengeluarkan kilatan berwarna putih kemudian mengarahkannya menuju kedua pria itu.
*jraasshhh!!!
Keduanya langsung tersungkur membentur pintu, darah segar mengalir dari mulutnya.
Nyimas segera membawa tubuh Pak Hasan yang tak sadarkan diri menuju ke rumah sakit.
*********
Setelah puas memperlihatkan video penganiayaan ayah Aisyah, Adel kembali melayangkan pukulannya kewajah Aisyah.
Namun seseorang dengan sigap menahan tangannya.
"beraninya kau membelanya, idiot!!!" kata Adel yang kemudian kembali melayangkan pukulannya kali ini diarahkan kewajah Ferdi
Namun Ferdi berhasil menepis serangannya dan Ia segera memelintir tangannya hingga Ia mengerang kesakitan.
"arrggghhh!!! " Adel mengerang kesakitan
Cindy dan Melvy tak tinggal diam melihat Adel yang kesakitan, mereka segera mengambil sebuah balok kayu dan menebaskannya kepada Ferdi.
__ADS_1
Dan Lagi-lagi Ferdi berhasil menghindar dari serangan keduanya kini keduanya merasakan hal yang sama dengan Adel, tangan mereka diplintir oleh Ferdi.
"aarrggghhh!!! " teriak keduanya bersamaan.
Mereka bertiga segera lari tunggang Meninggalkan Aisyah dan Ferdi.
"kamu tak papa Aisyah" kata Ferdi
"aku baik-baik saja panglima " jawab Aisyah
"siapa panglima? " tanya Ferdi
"bukankah kau panglima Arya Panangsang? " Aisyah balik bertanya
"aku Ferdi Ais, apa kau lupa denganku? " tanya Ferdi sambil membantu Aisyah berdiri
"tapi bagaimana kamu bisa melawan Adel dan teman-temannya? " tanya Aisyah
"Allah yang memberiku kekuatan " jawab Ferdi dengan senyuman manisnya
Aisyah tertegun dengan sosok Ferdi yang jauh berbeda dengan Ferdi yang dulu.
"apa kau lupa cah Ayu, panglima Arya sudah menyembuhkan Ferdi dari jeratan dukun jahat yang membuatnya seperti orang idiot" kata Nyimas yang hadir diantara mereka
"iya aku baru ingat, bagaimana keadaan ayah tante? " kata Aisyah
"aku sudah membawanya kerumah sakit, kau tidak usah khawatir. Dia baik-baik saja, hanya luka ringan" jawab Nyimas
"terima kasih tante " kata Aisyah lega mendengar Ayahnya baik-baik saja
"kau berbicara dengan siapa Ais? " tanya Ferdi
"apa kau sekarang tak bisa melihat tante Nyimas? " Aisyah balik bertanya
"tidak Ais, sekarang aku bukanlah Ferdi si Indigo lagi, tapi hanya seorang manusia normal yang tak bisa melihat mahluk halus" jawab Ferdi
"benar Ais, karena ia sudah sembuh secara otomatis kemampuannya melihat mahluk astral juga akan menghilang" jawab Nyimas
"terima kasih Ferdi, kau sudah menolongku hari ini. Tapi aku harus pergi kerumah sakit untuk menjenguk Ayah" kata Aisyah
__ADS_1
"biarlah aku yang mengantarmu, aku tidak mau sesuatu terjadi denganmu lagi" jawab Ferdi
"tidak usah Fer, aku tak mau kau mengalami nasib yang sama dengan Bryan dan Ian" kata Aisyah yang tak mau Ferdi jadi korban berikutnya karena mendekatinya