Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 36.


__ADS_3

"Bukankah kamu yang menabrak aku, seharusnya kamu yang minta maaf sama aku, kenapa malah kamu yang marah-marah?" sahut Julia tersulut emosi karena wanita itu bicara sombong sekali, merasa dirinya tidak bersalah.


"Kamu yang nabrak aku diluan!" teriak wanita itu tidak mau mengaku salah.


Karena teriakan wanita, orang-orang yang ada di lobby restoran itu, pada memandang ke arah mereka.


"Eh! tunggu dulu! sepertinya aku kenal dengan kamu!" sahut wanita itu tiba-tiba menatap Julia dengan tajam.


Julia balas menatap wanita itu tidak kalah tajam juga, dia merasa wanita itu memiliki sifat pemarah dan mau menang sendiri.


"Bukankah kamu Julia? sepupuku yang bodoh dan rendahan itu? oh-ho...ternyata lima tahun melarikan diri, telah mengubah dirimu menjadi tidak bisa di kenali ya! sungguh pandai kamu sembunyi ya! gara-gara dirimu, jadi aku yang menggantikanmu waktu itu, dasar brengsek! sialan kamu! aku begitu dendam padamu!" teriak wanita itu, yang ternyata adalah sepupu Julia.


Julia semakin tajam menatap wanita itu, mengamati wajah wanita itu yang terlihat lebih tua dari umurnya.


Julia ingat, kalau sepupunya itu beda tiga tahun di bawah Julia.


Julia tidak menyangka lima tahun tidak bertemu, telah mengubah penampilan Gina, sepupu Julia terlihat seperti wanita dewasa.


Gina mengangkat tangannya ingin menampar wajah Julia, dia terlihat begitu marah sekali, ternyata wanita yang di tabraknya adalah sepupunya sendiri.


Sepupu yang tidak di sukainya sejak Julia tinggal di rumah mereka, karena itu dia selalu menindas Julia.

__ADS_1


Dengan cepat tangan Lucas menangkap tangan Gina yang akan menampar wajah Julia.


"Lancang kamu, sudah tahu salah, bukannya minta maaf, siapa kamu sungguh berani menyentuh orangku?" hardik Lucas dengan nada tajam, matanya melotot marah memandang Gina.


"Aaa...sakit! sayang tolong aku!" jerit Gina kesakitan seraya memanggil pria yang sedari tadi berdiri di belakangnya.


"Hei! lepaskan tangan kekasihku!" teriak pria itu mendekat, dan berusaha untuk melepaskan tangan Lucas dari pergelangan tangan Gina.


"Minta maaf, cepat!" teriak Lucas dengan tajam pada Gina.


"Tidak! aku tidak akan minta maaf sama perempuan murahan itu, tidak akan!" teriak Gina dengan kencang.


Tekanan pada cengkraman tangannya semakin kencang di pegang Lucas, membuat Gina kesakitan.


"Cepat minta maaf!" teriak Lucas lagi.


"Hei! kamu terlalu kasar pada perempuan, lepaskan kekasihku!" teman pria Gina dengan paksa melepaskan tangan Gina.


Tindakannya itu semakin membuat Lucas semakin kuat mencengkram pergelangan tangan Gina, sehingga Gina merasa tangannya akan patah.


"Maaf!" teriaknya akhirnya minta maaf.

__ADS_1


"Minta maaf lah yang benar!" teriak Lucas masih terus mencengkram lengan tangan Gina.


"Maaf, maafkan aku!" sahut Gina akhirnya menurunkan volume suaranya.


Dengan kasar Lucas menghempaskan tangan Gina, dan dengan cepat teman pria wanita itu membawanya ke balik punggungnya, untuk melindungi Gina dari amukan Lucas lagi.


"Aku akan menuntut kalian karena sudah melakukan kekerasan!" sahut Gina dari balik punggung kekasihnya itu.


"Tuntutlah, aku tunggu!" sahut Lucas menatap tajam pada Gina.


"Tunggu saja kamu Julia, aku akan buat perhitungan denganmu, kamu kali ini tidak bisa melarikan diri lagi, kekasihku seorang Direktur, dia akan membantuku menjebloskan kalian ke penjara, tidak ada gunanya kamu memamerkan pacarmu yang hanya bisa melakukan tindakan kekerasan saja, kekasihku punya kekuasaan, kali ini habislah kamu!" sahut Gina membanggakan kekasihnya yang seorang Direktur.


"Tuntut saja, aku tidak takut, aku tidak ada berbuat salah denganmu, buat apa aku takut dengan ancamanmu!" sahut Julia dengan tenang.


"Jangan karena kamu sekarang ada yang membela, jadi sombong kamu, aku akan membuatmu meminta maaf padaku dan berlutut padaku, lihat saja nanti!" sahut Gina dengan sarkas, "Ayo sayang, kita pergi, aku tidak ingin makan lagi di tempat ini, kita cari lagi restoran yang lebih mahal!"


Gina sengaja memamerkan kekasihnya yang super kaya, bahwa mereka sanggup makan di restoran yang lebih mahal lagi dari pada restoran itu.


Julia merasa, bahwa hanya restoran ini lah satu-satunya di kota mereka, restoran bintang lima yang super mahal.


Memangnya ada restoran yang lain lagi yang lebih mahal ya? pikir Julia bingung.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2