
Sementara itu, di kantor Polisi.
Sudah hampir satu jam Gina dan Ibunya menunggu kedatangan Julia, duduk di kantor Polisi dengan penuh percaya diri.
Mereka sudah memberikan laporan kepada pihak Polisi, mengenai soal kekerasan yang di lakukan Lucas kepada Gina.
"Pak Polisi, kenapa lama sekali tergugat belum datang? ini sudah mau satu jam lamanya!" sahut Ibunya Gina dengan nada marah.
"Maaf Nyonya, anda kalau tidak sabaran menunggu, silahkan datang lagi besok, karena yang anda gugat sedang sibuk, tidak bisa datang untuk memenuhi panggilan dari pihak Polisi!" sahut salah satu petugas Polisi itu menjelaskan kepada Ibu Gina.
Brak!
Tante Julia memukul meja dengan tangannya, dia marah mendengar kalau Julia terlambat datang memenuhi panggilan ke kantor Polisi.
"Kenapa bisa begitu! aku tidak mau pergi sebelum orang itu datang dan meminta maaf pada putriku, apa anda tidak lihat kekerasan yang telah dia lakukan?!" teriak Ibu Gina memperlihatkan pergelangan tangan Gina yang lebam.
"Kalau begitu, anda sabarlah menunggu, mereka sedang di jalan!" sahut petugas Polisi.
"Tidak bisa begini, aku telepon dulu kekasihku, dia saksi yang melihat aku di aniaya oleh kekasih si bodoh itu!" sahut Gina, lalu merogoh tas kecilnya, dia merasa petugas Polisi menganggap laporan mereka tidak benar.
Gina menekan satu nama di layar ponselnya.
Kemudian Gina meletakkan ponselnya ke telinganya, menunggu panggilannya di angkat.
Beberapa detik berlalu, tidak ada yang mengangkat ponsel di seberang sana.
__ADS_1
Ibu Gina dengan percaya diri memandang Gina dengan penuh harap, kalau panggilan Gina akan cepat di tanggapi oleh kekasih putrinya itu.
"Bagaimana?" tanya Ibu Gina berbisik.
"Tidak di angkat Ma!" bisik Gina kesal, "Ck! kenapa sih tidak di angkat!" gumam Gina kesal.
Ternyata panggilan Gina di abaikan oleh kekasihnya, membuat Gina semakin kesal dan marah.
Beberapa kali Gina kembali menelepon, sampai akhirnya ponselnya pun di jawab.
"Kenapa lama sekali baru di angkat teleponnya?!" sahut Gina kesal, gadis itu membentak orang di seberang sana.
Sebentar Gina diam mendengarkan apa yang di katakan orang di seberang ponselnya.
Wajah Gina langsung menunjukkan rasa tidak suka, begitu mendengar apa yang di katakan kekasihnya.
"Kenapa?" tanya Ibu Gina menatap putrinya yang terlihat begitu kesal sekali.
"Dia tidak ada waktu, katanya dia sibuk!" sahut Gina marah.
"Kita tunggu saja Julia, kalau menghadapi si bodoh itu, cukup aku saja yang membuat kesaksian, dia pasti tidak bisa menang!" sahut Gina lagi dengan percaya diri.
Mereka menunggu kira-kira setengah jam lagi, barulah pihak dari Julia datang memenuhi panggilan pihak Polisi.
Gina dan Ibunya langsung berbinar, akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga, otak mereka sudah memikirkan tentang uang.
__ADS_1
Ke dua wanita itu menoleh ke arah pintu ruang interogasi, dan masuklah seorang pria berpakaian formal, tapi bukan lelaki yang bersama Julia tadi siang.
"Siapa dia? bukan dia orangnya Pak Polisi, anda salah panggil orang!" sahut Gina memandang pria itu.
"Pak Polisi tidak salah, saya mewakili ke dua majikan saya, untuk meluruskan apa yang terjadi!" sahut pria itu, yang tidak lain adalah Edward.
"Apa maksud anda meluruskan! saya menuntut gadis bodoh itu karena telah melakukan tindak kekerasan pada putri saya!" teriak Ibu Gina dengan kencang.
"Putri anda yang memulai keributan, sehingga membuat pihak restoran tempat dia membuat keributan mengalami kerugian!" sahut Edward dengan tenang.
"Apa katamu? membuat keributan! mengalami kerugian?" teriak Gina terkejut, dia merasa tidak senang karena di katakan membuat keributan.
"Iya, benar!" jawab Edward dengan tenang.
"Kamu lihat ini!" Gina menunjukkan pergelangan tangannya yang lebam.
"Bukankah itu akibat ulah anda sendiri Nona?" sahut Edward masih dengan tenangnya.
Wajah Gina sontak memerah, dia jadi salah tingkah dengan perkataan Edward tersebut.
Sementara itu Ibu Gina, tentu saja kaget dengan apa yang di katakan Edward
"Apa maksudnya karena ulahmu sendiri Gina?" tanya Ibu Gina menatap wanita itu.
"Jangan dengarkan dia Ma! ingat tujuan kita untuk melaporkan si bodoh Julia!" teriak Gina memandang Edward.
__ADS_1
Ibu Gina melupakan tentang tujuan mereka menuntut Julia satu Miliar.
Bersambung....