Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 45.


__ADS_3

Lucas sebenarnya tidak begitu senang dengan pemaksaan Ibunya, untuk menyuruhnya datang secepatnya dengan kata-kata 'tidak pake lama'.


Dengan mengancamnya tidak akan makan kalau Lucas tidak segera datang.


Dia adalah pria dewasa, yang tidak perlu lagi di atur dan di paksa, itu sesuatu yang membuat dirinya menjadi tidak suka.


Bukan hanya karena dia adalah anak lelaki satu-satunya yang menjadi pengganti Ayahnya, menjadi tulang punggung keluarga mereka, Ibunya jadi sesuka hati memerintahkan dirinya kapanpun Ibunya inginkan.


Pria itu menatap Ibunya dengan tajam.


Lisbet terbaring di sofa memperlihatkan tangannya yang terluka, wanita tua itu sengaja melakukan drama jatuh di kamar mandi untuk meminta Lucas datang ke Mansion.


"Mama, kamu bukan anak kecil lagi, ini tidak lucu Ma, di sini banyak yang bisa menolong Mama, jangan membuat lelucon yang tidak lucu!" sahut Lucas jengkel.


"Nak, kamu sudah berubah semenjak beberapa hari ini, kamu tidak perhatian lagi pada Mama!"


"Ma, putramu ini sudah menjadi pria dewasa dan sudah menikah, aku memiliki keluarga yang harus ku perhatikan, Mama jangan membuat aku seperti lelaki yang lebih mengutamakan orang tuaku, dari pada istri dan anakku!"


"Tentu saja, kamu harus menomor satukan orang tuamu, kamu bisa mencari istri lain lagi kalau memang istri mu mencoba menahan mu untuk bertemu dengan orang tuamu!" sahut Lisbet dengan kencang.


"Apakah Mama waktu menjadi menantu dari orang tua Papa, pernah mengatakan itu kepada Papa?" ujar Lucas kesal, "Harus menceraikan Mama kalau terlalu mengatur Papa? masih ada wanita lain lagi yang bisa di jadikan istri?"


Suara Lucas semakin meninggi saat Lisbet mengatakan, bisa mencari istri lagi.

__ADS_1


Ini benar-benar tidak masuk akal, seorang Ibu yang mempunyai jenis kelamin yang sama dengan istrinya, yang sama-sama berstatus sebagai istri.


Sungguh tega mengatakan itu padanya, sementara Ibunya belum mengenal lebih dekat, seperti apa pribadi istrinya.


Lisbet terdiam begitu mendengar perkataan putranya tersebut.


"Aku lebih memilih istriku, karena dia sudah menjadi bagian dari diriku, aku sudah menyentuhnya, sehingga membuat dia mengandung putraku, dan sudah melahirkan putraku, jangan katakan Mama aku anak durhaka hanya karena aku memilih istri ku, aku mencintai kalian sebagai orang tuaku, bukan berarti Mama sesuka hati mengaturku lagi, aku sudah tidak sama seperti lelaki yang masih lajang, aku sudah memiliki keluarga sekarang, camkan itu Ma!" teriak Lucas.


Pria itu benar-benar sudah cukup sabar menghadapi Ibunya beberapa hari ini, selalu saja menegurnya, dengan cara mengirimi chat dari pagi sampai malam.


Menasehati dirinya, bahwa Julia bukan wanita yang baik, naik ke tempat tidur Lucas, karena ingin menjerat Lucas.


Seorang wanita dengan tipu dayanya, bisa melakukan apa saja agar bisa mendapatkan lelaki yang diinginkan nya.


Gadis malang itu adalah korban, sedikitpun Julia belum pernah mengenal dirinya.


Dialah yang telah menjerat Julia, dengan cara memperkosanya tanpa belas kasihan.


Lima tahun Julia melarikan diri, tidak bisa membuat hati Lucas melupakan Julia.


Justru semakin membuat Lucas semakin terus memikirkan gadis itu.


"Yang sabar Tante, kak Lucas tidak bermaksud mengatakan itu, wanita itu yang mungkin sudah mencuci otak kak Lucas, Tante jangan terlalu memaksa kak Lucas!" sahut sepupu Lucas yang sedari tadi duduk di samping Lisbet, sembari mengelus lengan Lisbet yang terluka dengan lembut.

__ADS_1


Lucas menatap tajam sepupunya itu, dia begitu muak dengan tipe wanita seperti sepupunya itu.


Tipe wanita penjilat dan bermuka dua.


"Kamu jangan memfitnah istriku, siapa kamu dengan lancang bicara seperti itu menilai istriku! apa kamu sudah mengenal pribadi istriku dengan baik? sungguh lancang!" sahut Lucas dengan tajam menatap sepupunya itu.


"A..aku, bukan bermaksud begitu kak!" sepupu Alexander ketakutan mendapat tatapan tajam dari Lucas.


"Baiklah, kalau begitu, setidaknya setiap hari kamu meluangkan waktumu sedikit untuk makan malam dengan orang tuamu!" sahut Lisbet


"Baik, aku akan datang bersama dengan istri dan putraku!" kata Lucas menyetujui permintaan Ibunya itu, asalkan bersama Julia dan Harry, dia akan datang setiap hari datang untuk makan malam.


"Tidak! Mama mau hanya kamu saja, tidak dengan mereka!" sahut Lisbet dengan cepat.


Mendengar penolakan Ibunya makan malam bersama istri dan anaknya, hati Lucas benar-benar sakit, itu seperti menusuk jantungnya.


Julia adalah pilihan hatinya, dia yang memilih Julia menjadi istrinya, dan keputusannya sendiri yang memilih Julia menjadi pendamping hidupnya.


Ibunya tidak menyetujui keputusan yang di ambilnya, tapi sebagai pengganti Ayahnya menjadi tulang punggung keluarga, keputusan yang di ambil Lucas seharusnya di hormati oleh orang tuanya.


Bukan karena mereka tidak mengenal Julia, jadi mereka sesuka hati bertindak arogan menolak Julia.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2