Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 46.


__ADS_3

Lucas bangkit dari duduknya, dia tidak ingin bicara lebih jauh lagi dengan Ibunya itu, yang ada akan suasana semakin panas.


"Sudahlah! tidak ada gunanya aku menjelaskan panjang lebar pada Mama, karena Mama terlalu cemburu pada istriku!" ujar Lucas.


"Tunggu Lucas! jangan pergi dulu, makan malam lah bersama kami, Bibi sudah menyiapkan makanan kesukaan mu!" sahut Lisbet dengan cepat, wanita tua itu dengan cepat duduk tegak di tempatnya.


"Istri dan putraku sedang menungguku di rumah, aku tidak bisa makan malam bersama kalian!" ujar Lucas tidak perduli.


"Lucas! tunggu! Mama tidak akan memaksamu lagi untuk setiap hari datang ke mari untuk makan malam, tapi untuk malam ini, makan lah bersama kami!" sahut Lisbet memohon.


Lucas menekan pelipisnya, dia merasa Ibunya itu semakin hari semakin egois.


"Baiklah, aku akan makan malam bersama kalian, tetapi aku tidak bisa berlama-lama dengan kalian di meja makan, istri dan putraku menunggu aku di rumah!" ujar Lucas akhirnya mengalah.


Lalu pria itu bergegas menuju ruang makan.


"Aku akan membantu Bibi menyiapkan makan malam di meja makan!" sahut sepupu Lucas dengan cepat, dan bergegas pergi ke ruang dapur untuk menyiapkan makan malam.


Dasar rubah betina! mencoba mencari perhatian ku! bisik hati Lucas memandang sepupunya itu tidak senang.


Aku akan makan sedikit saja, setelah itu aku langsung pulang, Julia dan Harry sedang menunggu ku! bisik hati Lucas lagi.


"Eh, kak Lucas kenapa ada di sini?" sahut adik Lucas yang baru turun dari lantai atas, langsung masuk ke dalam ruang makan.


"Mama yang panggil, katanya dia terluka parah, jatuh di kamar mandi!" sahut Lucas sembari menarik kursinya.


"Jatuh? kapan? dari tadi aku ada di rumah, kenapa aku tidak tahu?!" sahut adik Lucas terkejut.

__ADS_1


"Tentu saja kamu tidak tahu, karena itu hanya drama Mama saja agar aku datang ke Mansion!" sahut Lucas.


"Mama! kenapa Mama melakukan itu? kak Lucas sudah menikah, Mama jangan melakukan itu lagi, kak Lucas bukan anak lelakimu yang masih perlu di perlakuan seperti anak kecil, dia sudah memiliki seorang putra!" sahut adik Lucas memarahi Ibunya.


"Adelia! diam kamu! tahu apa kamu! Miranda yang menolong Mama tadi!" teriak Lisbet memarahi putrinya tersebut.


"Dasar bohong! Miranda, kamu ngapain sering datang ke rumah kami, kak Lucas sudah menikah, kamu jangan kegatalan mau menempel pada kakakku!" sahut Adelia mendelik marah memandang Miranda.


"Sudah, jangan lagi ribut! Ayo makan!" sahut Ayah Lucas dengan suara lemah memasuki ruang makan.


Ayah Lucas duduk di kursi roda, di dorong oleh asisten pribadi Ayahnya.


"Kenapa kamu datang sendirian saja Lucas, mana cucu Papa, kenapa tidak di bawa bersama dengan istrimu?" tanya Ayah Lucas.


"Maaf Pa, lain kali aku akan bawa!" jawab Lucas.


"Aku mencarinya selama lima tahun Pa, dia melarikan diri, tidak ingin bertemu denganku!" ujar Lucas menceritakan mengenai dirinya yang tiba-tiba datang membawa seorang wanita dan anak kecil ke hadapan orang tuanya.


"Oh!" Ayahnya terkejut juga mendengar masalah Lucas.


Ternyata seperti itu kejadiannya, gadis itu melarikan diri.


Ibu Lucas diam-diam terkejut juga mendengar penjelasan Lucas tersebut, begitu juga dengan Miranda.


Sementara Adelia tidak terkejut, dia hanya menyimak saja, karena dia mendukung kakaknya tersebut.


"Baiklah! Ayo kita makan!" sahut Ayah Lucas.

__ADS_1


"Aku akan tuangkan anggur sedikit untuk pelengkap makan malam kita!" sahut Miranda tiba-tiba berdiri, dan kemudian mengambil sebotol anggur merah dari meja kecil, tidak jauh dari meja makan.


"Aku tidak mau!" sahut Miranda menolak.


"Aku juga tidak mau, begitu juga Pamanmu, dia kan sakit jantung, tidak boleh minum yang beralkohol!" sahut Lisbet menolak juga.


"Berarti hanya kak Lucas saja yang boleh minum, aku akan tuangkan sedikit untuk kak Lucas!" sahut Miranda dengan bersemangat.


"Tidak boleh! biar aku saja yang tuang!" ujar Adelia galak, "Ada-ada saja kamu, kak Lucas sudah milik orang lain, jangan genit kamu!" semprot Adelia menatap tajam kepada Miranda.


"Adelia!" bentak Lisbet melihat putrinya itu memarahi Miranda.


Adelia cuek saja di bentak oleh Ibunya, lalu menuang anggur ke dalam gelas Lucas.


Kemudian mereka pun mulai makan malam, dan Lucas menyesap sedikit anggur yang di tuang Adelia ke dalam gelasnya.


"Selesai makan langsung pulang kak!" sahut Adelia sembari memberikan lauk ke dalam piring Lucas.


"Iya!" jawab Lucas.


Pria itu merasa senang, adiknya menghormati keputusannya memilih Julia sebagai istrinya.


Perlahan Lucas mengelus kepala adiknya itu.


Adelia tersenyum merasakan kepalanya di belai Lucas.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2