
"Apa maksudmu? kejadian apa?" tanya Julia heran, memandang wajah Lucas bingung.
Mata Julia tanpa sengaja melihat bercak merah di tangan Lucas, saat pria itu hendak menyingkirkan rambutnya yang menutupi sebagian wajahnya.
"Kenapa ini?" tanya Julia menangkap tangan Lucas, yang hendak akan menyelipkan rambutnya ke sela telinganya.
Sisi peduli Julia yang kuat, tidak tega melihat seseorang terluka, karena dia tahu bagaimana sakitnya kalau terluka.
Dia pernah mengalami terluka, dan mengalami bagaimana tidak dipedulikan saat terluka.
Masih ingat dalam ingatan Julia, dia di dorong oleh sepupunya hingga mengalami luka di kepalanya.
Darah begitu banyak keluar, tapi tantenya cuek saja melihat Julia yang terluka, membiarkan Julia menahan sakit, sampai Julia pingsan karena mengeluarkan banyak darah.
Perasaan Julia begitu sakit, tantenya tidak peduli padanya, itu benar-benar sangat menyakitkan.
Tantenya keluarga satu-satunya tempat dia bersandar, tapi wanita itu tidak ada rasa kasih sedikitpun kepada Julia.
"Kamu kenapa terluka?" tanya Julia khawatir melihat biku tangan Lucas yang terluka, "Apakah tadi malam kamu mengalami kecelakaan?"
Nada suara Julia yang begitu khawatir, membuat Lucas terlihat sangat senang, diam-diam pria itu tersenyum bahagia merasakan kepedulian Julia padanya.
__ADS_1
"Tidak, ini akibat meninju tembok kamar!" ujar Lucas, membiarkan tangannya di elus Julia yang terlihat begitu sedih.
"Kenapa kamu meninju tembok?" tanya Julia menatap Lucas mengerutkan keningnya.
"Karena aku tidak menemukan istri dan putraku di rumah, aku marah pada diriku!" ucap Lucas dengan nada lembut.
Pria itu tidak tersenyum senang lagi, dia melihat perubahan wajah sedih Julia menjadi semakin khawatir, dan dari sudut matanya mengalir air matanya.
"Apa kamu sudah gila, kenapa menyakiti diri sendiri, apa kamu tidak sayang dengan dirimu lagi?" tanya Julia tercekat, air matanya yang tadinya hanya sedikit menetes di sudut matanya, tanpa disadarinya, malah semakin banyak mengalir.
Perasaannya sangat sedih, antara teringat dengan penderitanya selama ini, yang tidak pernah di pedulikan tantenya.
Julia tidak mengeluarkan suara isak tangis, tetapi air matanya terus saja mengalir.
Mungkin kesedihan yang selama ini di tahannya, akhirnya hari ini meledak bagaikan bendungan yang sudah lama di tahan.
"Sayang, istriku, sudah jangan menangis lagi" gumam Lucas sembari terus mengelap air mata Julia dengan jemarinya.
Kata-kata Lucas yang lembut dan penuh perasaan itu, malah memicu air mata Julia semakin deras turun.
"Lain kali, jangan menyakiti dirimu lagi, apa kamu tidak memikirkan Harry saat melukai dirimu? apa kamu tega membuat putramu itu sedih melihat Papanya terluka, hmm?" sahut Julia menatap mata Lucas dengan lekat, dengan matanya yang basah oleh air matanya.
__ADS_1
"Tidak sayang, maafkan aku, aku minta maaf, tidak akan ku lakukan lagi, apa pun itu, aku tidak akan membiarkan kalian berdua terabaikan, aku berjanji!" ucap Lucas menarik Julia ke dalam dekapannya, memeluk tubuh Julia dengan begitu eratnya.
Akhirnya suara tangisan Julia pun terdengar, isak tangis yang terdengar begitu menyedihkan, dan terasa begitu pilu.
Baru kali ini dia bersandar pada seseorang untuk menumpahkan rasa sakit hatinya, dan kesusahan yang di pendamnya selama ini sendirian.
Julia membalas pelukan Lucas dengan erat juga, membenamkan wajahnya ke ceruk leher Lucas.
Dadanya yang selama ini sesak, akhirnya mulai longgar dengan menumpahkan air matanya.
Dengan lembut Lucas mengelus punggung Julia dengan perlahan dan lembut, lalu kemudian menepuk-nepuk nya dengan lembut untuk memenangkan perasaan sedih Julia.
Tangan Lucas satu lagi mengelus kepala Julia dengan lembut juga, pria itu merasakan dadanya begitu penuh dengan rasa yang bahagia.
Perasaannya yang paling terdalam, tidak ingin berpisah dengan Julia, walau apapun masalah yang menerpa rumah tangga mereka.
Lucas memejamkan matanya untuk memenangkan perasaannya yang begitu membuncah karena bahagia.
Dia berjanji dalam hatinya, akan berusaha untuk membuat masalah apa pun menerpa rumah tangga mereka, dia akan membuat masalah itu cepat teratasi agar rumah tangga mereka selalu harmonis.
Bersambung......
__ADS_1