Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 67.


__ADS_3

Lucas bangkit dari duduknya.


"Kalau begitu, Ayo kita sama-sama datang menuruti keinginannya!" ujar Lucas.


"Kenapa aku ikut? nanti Mama kamu jadi semakin marah!"


"Kalau begitu, aku tidak jadi pergi!" kata Lucas, lalu kembali duduk.


"Kami sudah terbiasa makan berdua, pergilah!"


"Aku tidak mau, mulai sekarang kalian berdua harus merasa tidak enak, kalau tidak makan bersamaku, aku tidak mungkin meninggalkan istri dan anakku makan malam berdua saja, sekarang kita sudah menjadi satu keluarga, harus sering bersama, aku tidak ingin kamu dan Harry merasa kesepian!" ujar Lucas dengan nada yang tegas.


Mendengar itu, Julia tidak bisa berkata-kata lagi.


"Ayo!" Lucas mengulurkan tangannya kepada Julia, dia akan menghadapi Ibunya.


Dia tidak perduli nantinya Ibunya akan berteriak padanya, karena membawa istri dan putranya untuk makan malam di rumah utama.


Julia terpaksa membatalkan pesanan makan malam yang sedang di siapkan Koki di dapur restoran.


"Kita mau makan di mana Pa?" tanya Harry, saat mereka sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Ke rumah Kakek nak!" jawab Lucas.


Tidak berapa lama mereka sampai di Mansion keluarga Silvester.


Pintu gerbang perlahan terbuka secara otomatis, dan Edward membawa mobil masuk ke pelataran halaman Mansion.


Lucas menggendong Harry begitu mereka keluar dari dalam mobil, dan satu tangannya yang lain menggenggam tangan Julia.


Dengan perasaan gugup Julia membalas genggaman tangan Lucas, dia cepat atau lambat akan selalu berhadapan dengan Ibu mertuanya, jadi dia harus siap untuk menghadapi sikap ketus Ibu mertuanya itu.


Mereka melangkah memasuki ruang dalam Mansion, lalu menuju ke ruang makan keluarga Silvester.


Dina dengan banyak cara dalam otak liciknya, mengiba meminta maaf kepada Piter atas kelakuan putrinya, karena memasukkan obat tidur ke dalam anggur yang di minum Lucas.


Dengan janji, tidak akan mengganggu Lucas, dan mencari perhatian Lucas lagi.


Karena itulah mereka bisa berada di sini, undangan dari Lisbet untuk makan malam bersama.


Semua mata melihat ke arah Lucas dan Julia yang memasuki ruang makan.


Julia merasakan mata yang tajam memandang ke arahnya, dengan tatapan sinis melihat dirinya dari atas sampai ke bawah.

__ADS_1


"Mama kan sudah bilang, tidak ingin ada orang asing masuk ke rumah kita, siapa mereka sampai kamu begitu baik sekali membawa mereka kemari, kamu memperlakukan mereka seperti orang yang paling istimewa, apakah mereka anak terlantar?" ujar Ibu Lucas dengan ketus.


Mata Lisbet dengan tajam memandang ke arah Julia, dan melihat Julia dari atas sampai bawah, menilai penampilan Julia yang terlihat biasa-biasa saja.


"Mama, keterlaluan! mereka adalah menantu dan cucu Mama!" sahut Adelia mendelik ke arah Ibunya, merasa tidak enak mendengar perkataan Ibunya itu.


Itu terlalu kasar, dan menyakitkan.


"Hah! menantu dan cucu? aku merasa belum mempunyai menantu apalagi cucu, berani sekali dia menipu putraku dengan seorang anak, harus tes DNA untuk membuktikan kalau itu bukan anak dari putraku yang berharga!" sahut Lisbet dengan sarkas.


"Anda benar Tante, harus perlu melakukan tes DNA untuk membuktikan kalau dia itu telah menipu kak Lucas!" sahut Miranda dengan nada mengejek sambil tersenyum sinis.


"Miranda, sopan lah sedikit kalau bicara, dia itu kakak iparmu, kamu sudah berjanji akan menjaga sikapmu, kalau kamu masih ingin berkunjung lagi ke Mansion ini!" sahut Piter, Ayah Lucas, menengahi pembicaraan yang memojokkan Julia.


Julia dengan sekuat hati mencoba setenang mungkin, mengahadapi keluarga Silvester yang super kaya.


Kehidupan keluarga konglomerat yang lebih memandang status, bibit dan bobot lebih penting dari segalanya.


Nyonya Besar Silvester, seorang Nyonya yang memilih sendiri calon menantunya, yang sesuai keinginan hatinya, dan yang bisa mengimbangi dirinya di dunia sosial.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2