Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 49.


__ADS_3

Besok paginya, di villa.


Julia bersiap-siap akan membawa Harry mendaftar ke sekolah play group.


Ternyata Lucas tidak pulang satu malaman, dan pagi ini juga pria itu tidak pulang.


Untung Julia tidak berharap sekali pada Lucas, untuk mendaftarkan Harry masuk sekolah play group.


Harry di meja makan sudah cemberut dari sejak selesai mandi tadi, menanyakan tentang Ayahnya yang tidak kelihatan.


Harry menatap sarapannya tanpa berselera, dia benar-benar merajuk karena Ayahnya ingkar janji.


"Ayo di makanlah nak!" sahut Julia menyodorkan sarapan Harry tersebut ke depan putranya itu.


Bibir Harry manyun, tidak ingin menyentuh sarapannya karena kesal.


"Papa jahat, Papa ingkar janji, aku kesal sama Papa!" sahut Harry dengan nada sedih.


Julia mengelus kepala putranya itu, dia sendiri juga heran, kenapa Lucas tidak pulang sesuai dengan apa yang dijanjikan nya pada mereka semalam sore.


Apakah ada sesuatu yang terjadi? pikir Julia, atau dia pulang ke rumah orang tuanya?


Julia menggelengkan kepalanya tidak ingin terlalu memikirkan Lucas, mereka baru beberapa hari menikah, dan dia belum mengenal siapa sebenarnya Lucas.


Bisa jadi, dia memiliki seorang kekasih sebelum melakukan pemerkosaan padanya lima tahun lalu.


Dan terpaksa di tinggalkannya, karena harus menikahi dirinya, karena ingin bertanggung jawab padanya.


Simpang siur pemikiran Julia, memikirkan tentang pribadi Lucas yang belum begitu di kenalnya.


"mungkin banyak pekerjaan yang harus di kerjakan Papamu nak, sehingga dia lembur tidak sempat pulang!" ujar Julia dengan lembut menenangkan hati putranya yang kesal.

__ADS_1


Harry dengan enggan mulai memakan sarapannya.


Julia dengan sabar menunggu Harry menghabiskan sarapannya, dan akhirnya sarapan itu habis juga, walau dengan wajah dan gerakan yang begitu kesal, Harry memakan sarapannya.


"Sudah selesai, pintar putra Mama, Ayo kita pergi!" Julia membereskan piring kotor bekas sarapan mereka ke wastafel.


Dengan cepat seorang pelayan wanita, mengambil alih untuk mencuci piring kotor bekas sarapan Julia dan Harry.


Julia kemudian membawa Harry pergi untuk mendaftarkan putranya itu ke sekolah play group.


Karena Lucas tidak ada, terpaksa Julia memesan taksi online untuk membawa mereka pergi.


Julia sudah memilih satu sekolah play group yang cocok untuk Harry, melalui rekomendasi sahabatnya Tina.


Setelah mereka sampai, ternyata memang sekolah itu terlihat begitu bagus, dan keamanannya terlihat sangat bagus.


Dan Harry terlihat menyukai sekolah play group itu, akhirnya dia akan memiliki teman.


Lucas akhirnya terbangun dari tidurnya, merasakan tubuhnya begitu penat, karena terlalu lama tidur di satu posisi saja.


Perlahan matanya terbuka, sinar matahari sudah masuk melalui jendela balkon.


Lucas perlahan mulai memfokuskan pandangannya, melihat sekelilingnya.


"Ini kamarku di Mansion, kenapa aku bisa tidur disini?" gumam Lucas kebingungan.


Pria itu melihat dirinya, masih memakai pakaian yang sama saat pulang dari berbelanja pakaian putranya, Harry.


"Eh..!" Lucas langsung tegak duduk di tempat tidur, "Jam berapa ini?"


Pria itu melihat jam di atas nakas, jam 9:30 pagi.

__ADS_1


"Astaga! Julia dan Harry!" Lucas terlonjak dari atas tempat tidur.


Lucas tidak masuk lagi ke kamar mandi untuk cuci muka, ataupun sikat gigi.


Pria itu langsung melangkah dengan cepat keluar dari kamarnya, dan setengah berlari menuruni anak tangga turun ke lantai bawah.


"Kak Lucas sudah bangun?" Lucas berpapasan dengan Adelia di lantai bawah.


"Kenapa aku bisa tidur di kamarku, seharusnya aku berada di rumahku, apa yang terjadi?" tanya Lucas dengan nada panik dan khawatir, dia telah mengecewakan istri dan anaknya.


"Kakak tidak ingat?"


"Tidak!" Lucas menggelengkan kepalanya.


"Tadi malam si Miranda berbuat kurang ajar padamu kak!" ujar Adelia dengan nada kesal.


"A..apa, apa yang di lakukannya?" tubuh Lucas sontak bergetar menahan amarah, dia tidak menyukai situasi ini, membuat masa depan keluarganya akan hancur.


Julia pasti akan pergi lagi membawa Harry.


"Apa yang telah dia lakukan?!" teriak Lucas dengan penuh amarah, hingga membuat wajahnya merah padam.


"Dia memasukkan obat tidur kedalam minuman anggur yang kak Lucas minum!" jawab Adelia.


"Brengsek! sialan!" teriak Lucas.


Buk!


Lucas meninju tembok yang ada di dekatnya, pria itu benar-benar sangat marah, dia semakin muak membayangkan wajah sepupunya itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2