
Setelah mereka keluar dari restoran, Lucas membawa Harry makan es krim, dan setelah selesai makan es krim, Lucas kemudian membawa keluarga kecilnya jalan-jalan ke aquarium raksasa untuk melihat ikan.
Harry begitu senang sekali melihat ikan di trowongan aquarium raksasa.
"Papa, lihat ada ikan lebar!" seru Harry begitu senangnya melihat ikan Pari besar yang berenang di dekat kaca aquarium.
"Itu namanya ikan Pari nak, bukan ikan lebar!" sahut Lucas menjelaskan.
"Oh, ikan pari ya!" gumam Harry, akhirnya mengetahui nama dari ikan yang menurut Harry, memiliki tubuh yang begitu lebar.
Mereka bertiga terlihat begitu bahagia menikmati jalan-jalan mereka, memperlihatkan hubungan mereka terlihat semakin akrab.
Sementara itu di lokasi perumahan menengah ke bawah, di sebuah rumah bercat putih dengan halaman kecil standar, seorang wanita yang baru saja sampai, berteriak seraya melemparkan barang yang dekat dengannya.
"Aku kesal! aku kesalll!" teriaknya histeris.
"Ada apa Gina, sampai di rumah kamu kenapa langsung mengamuk!" sahut seorang wanita usia sekitar lima puluh lebih, keluar dari ruang dalam, melihat anak perempuannya tersebut, yang tengah mengamuk sembari melemparkan tasnya dengan kencang ke atas meja.
Prang!
__ADS_1
Suara kaca meja terdengar seperti pecah begitu tas itu di lempar Gina.
"Aku benar-benar marah, tadi aku bertemu dengan si Julia bodoh itu, dia bersama seorang lelaki!" sahut Gina dengan kencang.
Setelah itu dia melemparkan tubuhnya duduk ke atas sofa dengan wajah begitu marah.
"Apa katamu? Julia? di mana?" tanya Tante Julia terkejut bukan main, begitu mendengar Gina bertemu dengan Julia, keponakannya.
"Di restoran Diamonds!" ujar Gina dengan wajah cemberut tingkat tinggi.
"Apa? kenapa dia bisa ada direstoran itu? itu kan restoran kelas atas, ternyata dia selama ini bersembunyi!"
Gina mengepalkan tangannya dengan erat.
"Aku mau menuntut mereka, karena sudah melakukan kekerasan padaku!" teriak Gina lagi.
"Apa yang telah dia lakukan padamu?" tanya Tante Julia sembari duduk di samping Gina.
"Lihat Ma, huaaa...!" Gina menangis menjerit, menunjukkan pergelangan tangannya yang memerah karena di genggam Lucas dengan kuat, dan nyaris seperti ingin mematahkan pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Apa?!" mata Ibunya Gina terbelalak melihat pergelangan putrinya yang begitu merah.
"Huaaa..., mama ini sakit sekali!" teriak Gina kembali menangis dengan histerisnya.
"Kurang ajar Julia, dia membuat putriku kesakitan, kita harus menuntutnya!" Ibunya Gina terlihat geram melihat tangan putrinya yang memerah lebam.
"Iya, kita harus menuntut ganti rugi pengobatan juga Ma, huaaaa...!" Gina terus saja menangis histeris.
"Tenang saja kamu putriku, Mama akan urus si bodoh itu, dia harus membayar denda pengobatan dengan jumlah yang besar!" sahut Ibu Gina memiliki pikiran licik di otaknya kalau menyangkut soal uang.
"Iya Ma, kamu harus menuntut yang banyak, satu miliar, kamu harus minta ganti pengobatan satu miliar Ma!" sahut Gina sembari terus menangis.
"Tentu saja putriku, aku akan membuat dia mengembalikan uang kita lima tahun yang lalu, gadis bodoh itu kali ini tidak bisa melarikan diri lagi!" ujar Ibu Gina tersenyum licik, otaknya sudah memikirkan mendapat uang yang banyak.
"Ayo! sekarang kita ke kantor polisi!" kata Gina sembari bangkit dari duduknya.
"Oh, iya! Ayo!"
Ke dua wanita mata duitan itu, bergegas pergi untuk melaporkan tindak kekerasan ke kantor polisi.
__ADS_1
Bersambung....