Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 42.


__ADS_3

Di sebuah butik pakaian khusus anak kecil.


Lucas membawa Julia dan putranya untuk berbelanja pakaian.


Harry di perbolehkan Lucas untuk membeli pakaian apa saja yang di inginkan putranya tersebut.


"Papa, lihat! mau yang itu!" tunjuk Harry pada pakaian anak kecil di pajang di manekin di dalam butik.


"Nak, sudah banyak sekali yang kamu pilih, cukuplah, lain kali lagi baru di beli!" sahut Julia mengingatkan Harry untuk berhenti memilih terus.


Mungkin sudah ada sepuluh pasang pakaian yang di pilih Harry, dan Lucas menyetujui saja apa yang di tunjuk Harry.


"Baju yang di pilih masih sedikit, biarkan dia memilih lagi!" sahut Lucas menyetujui permintaan Harry.


Mendengar apa yang di katakan Lucas tersebut, sontak membuat Julia kesal.


Dia ingin mengajarkan pada putranya berhemat, Lucas malah mengajarkan pemborosan.


Julia tidak ingin nanti putranya itu menjadi manja, apa pun yang diinginkannya harus di turuti.


Jangan karena Lucas banyak uang, apa pun yang diinginkan Harry, pria itu menuruti saja kemauan putranya itu.


Julia menatap Lucas dengan tajam, dia tahu Lucas sayang pada Harry, tapi bukan seperti ini, main borong semua apa yang di tunjuk Harry.

__ADS_1


Lucas merasakan tatapan mata Julia yang begitu tajam padanya, pria itu merasakan kalau Julia marah padanya.


"Aku ingin menebus waktu yang hilang selama lima tahun lalu pada putraku, aku merasa bahagia melakukannya!" sahut Lucas pelan pada Julia, agar Harry tidak mendengar.


"Aku tahu kalau kamu itu sangat kaya, tapi ada batasnya untuk tidak berlebihan memanjakan anak, memangnya tidak ada waktu lain lagi untuk berbelanja?" ujar Julia tajam dengan mata yang tajam juga menatap Lucas.


Lucas terdiam mendengar perkataan Julia, nada suara Julia yang tajam padanya, seperti istri memarahi suaminya karena mau menang sendiri.


Lucas tersadar dengan nada suara Julia yang marah padanya, pria itu sudah mulai merasakan hubungan suami-istri yang sebenarnya dengan Julia.


Seorang istri memarahi suaminya karena terlalu memanjakan putranya.


Dada Lucas berdesir merasa bahagia, melihat wajah marah Julia, tampak imut dalam pandangan Lucas.


"Maaf, aku salah, aku terlalu bersemangat, benar apa yang kamu katakan, masih ada lain waktu lagi untuk membeli pakaian putra kita!" ujar Lucas tersenyum, dia merasa bangga di marahi Julia.


Tidak disangka Lucas akan meminta maaf kepada istri yang baru di nikahinya, dan mengucapkan kata-kata yang lembut dan hati-hati hanya kepada Julia.


"Nak, sepertinya apa yang di katakan Mama benar, lain kali kita belanja lagi ya?" sahut Lucas dengan lembut kepada putranya itu.


Harry menoleh menatap Julia, dan mengamati wajah galak Ibunya itu, yang sudah menunjukkan kuasa sebagai 'Ratu' di antara Ayah dan dirinya.


"Ah, iya Pa! betul! lain kali kita belanja lagi, ini sudah banyak!" Harry langsung merinding menyadari tatapan tajam Ibunya itu.

__ADS_1


Harry dengan cepat memberikan pakaian yang di pegangnya kepada pelayan yang melayani mereka.


"Kakak cantik, yang ini tidak jadi, aku tidak mau memilih lagi!" sahut Harry pada pelayan itu.


"Oh, iya, baik adik kecil, terimakasih sudah berbelanja di butik kami, lain kali silahkan berkunjung lagi!" ucap pelayan tersebut.


"Mama, aku sudah selesai, tidak mau memilih lagi!" sahut Harry kepada Julia.


"Bagus, Ayo kita bayar yang sudah kamu pilih!" ujar Julia, lalu menoleh memandang ke arah Lucas.


"Oh, iya, Ayo!" Lucas tersadar dengan tatapan mata Julia kepadanya.


Dua pelayan kemudian membungkus pakaian-pakaian yang telah di pilih Harry tadi, memasukkannya ke dalam beberapa paper bag.


Setelah Harry selesai berbelanja, Lucas sudah menghubungi Edward untuk menjemput mereka, karena Edward sudah selesai juga mengurus masalah dengan Gina dan Ibunya.


"Bagaimana? apa kamu sudah puas dengan hasil berbelanjamu?" tanya Julia pada Harry.


"Iya Ma, aku senang!" sahut Harry tersenyum senang, "Terimakasih ya pa!" sahut Harry kepada Lucas.


"Iya nak, lain kali kita pergi lagi untuk membeli apa yang kamu inginkan ya!"


"Iya Pa!"

__ADS_1


Julia diam saja tidak menanggapi pembicaraan ke dua pria berbeda usia itu.


Bersambung......


__ADS_2