
Lucas bergegas turun dari mobil, begitu Edward memarkirkan mobil di parkiran restoran yang di kelola Tina.
Pria itu dengan cepat memasuki restoran, dan langsung menuju ruang kantor restoran.
Lucas kemudian mengetuk pintu, sebelum membuka pintu ruang kantor Julia.
"Siapa?" terdengar suara dari dalam ruangan.
"Julia!" panggil Lucas, begitu pintu dia buka, dan menghambur masuk kedalam.
"Tuan Lucas!" Tina terkejut melihat Lucas masuk ke dalam ruang kantor mereka, gadis itu langsung berdiri dari duduknya.
"Di mana istriku?" tanya Lucas mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tersebut.
"Bukankah bersama anda? sejak terakhir sekali dia datang ke restoran ini, Julia tidak pernah datang lagi!" sahut Tina memandang Lucas dengan bingung.
"Tadi pagi dia berangkat untuk mendaftarkan anakku ke sekolah barunya, jadi aku berpikir kalau istriku, pasti setelah selesai mengantar putra Kami, dia akan singgah ke mari!" sahut Lucas.
"Julia pasti menunggui Harry di sekolah barunya, karena hari pertama masuk sekolah, harus di temani orang tuanya untuk sementara, karena masih perkenalan sekolah baru, jadi hanya sekitar dua jam saja, besok baru orang tua murid, tidak di perbolehkan untuk menemani lagi!" ujar Tina menerangkan jadwal masuk sekolah baru Harry.
"Apa kamu tahu alamat sekolah putraku?" tanya Lucas memandang Tina penuh harap.
"Anda tidak tahu sekolah putra anda sendiri?" tanya Tina terbelalak tidak percaya.
"I..istriku lupa memberitahukan kepadaku!" jawab Lucas merasa malu.
"Oh!" Tina akhirnya mengerti, lalu memberitahukan alamat sekolah play group Harry kepada Lucas.
Lucas dengan cepat berbalik menuju pintu, begitu mendapatkan alamat sekolah Harry.
"Ayo ke alamat sekolah ini!" sahut Lucas menyerahkan alamat yang di berikan Tina.
__ADS_1
Dengan sigap, Edward membawa mobil menuju ke arah alamat yang di berikan Tina tersebut.
Tidak butuh lama, akhirnya Lucas sampai ke sekolah baru Harry.
Terlihat halaman sekolah penuh anak-anak kecil bersama orang tua mereka, keluar dari sekolah play group tersebut.
"Jam berapa ini, apakah sudah jam pulang sekolah?" tanya Lucas kepada Edward, bingung melihat anak-anak kecil itu keluar dari sekolah tersebut.
"Ini sudah jam sebelas Tuan!" sahut Edward.
Lucas meninju jok mobil dengan kesal, lalu mengacak-acak rambutnya frustasi.
Ini semua karena kejadian tadi malam, semuanya jadi berantakan, dia sudah terlihat buruk di depan istri dan anaknya.
"Ayo kembali ke villa, mungkin mereka sudah pulang ke villa!" sahut Lucas tidak bersemangat, dia benar-benar kesal.
Lucas akan meminta maaf kepada istri dan anaknya, akan kesalahan yang telah dia lakukan.
Lucas hanya bisa terduduk tidak berdaya ke sofa, begitu tidak menemukan Julia dan Harry di villa.
Akhirnya Lucas memutuskan untuk menunggu Julia dan Harry di villa, dia tidak berniat akan pergi ke kantor hari ini.
Lucas menyerahkan masalah kantor untuk sementara kepada Edward hari ini.
Sementara itu, di sebuah restoran cepat saji.
Julia membawa Harry makan pizza.
Mereka menikmati pizza, sembari Harry mengoceh menceritakan tentang sekolah barunya tadi.
Putra Julia itu terlihat begitu senang sekali, karena begitu suka sekali dengan sekolah barunya.
__ADS_1
"Bagaimana usahamu, berhasil tidak? apakah Lucas akhirnya luluh juga padamu?" tanya seorang wanita, terdengar di belakang kursi Julia.
"Tentu saja, tadi malam dia mengajak aku makan malam bersama dengan keluarganya, Mamanya kan Tanteku, jadi aku tentu di dukung oleh Tanteku untuk jadian dengan Lucas!" jawab seorang wanita, menjawab wanita yang bertanya tadi.
Deg!
Jantung Julia terkejut mendengar pembicaraan dua orang wanita di belakangnya, mereka menyebut nama Lucas.
Perlahan Julia menoleh ke belakangnya ingin memastikan, siapa ke dua wanita itu.
Bisa jadi mereka membicarakan Lucas yang lain, memangnya hanya Lucas saja yang memiliki nama Lucas! pikir Julia.
Julia tidak percaya melihat salah satu wanita itu, rasanya dia mengenal wanita itu.
Bukankah itu sepupu Lucas? pikir Julia.
Julia mematung di tempatnya, tidak percaya dengan apa yang sekarang di hadapinya.
Ternyata nama Lucas yang di sebutkan ke dua wanita itu, Lucas yang di kenalnya, dan bahkan sudah berstatus sebagai suaminya.
Ternyata Lucas tidak menepati janjinya, karena makan malam di rumah orang tua lelaki itu.
Astaga Julia! memangnya apa yang mau kamu harapkan dari lelaki itu? dia hanya ingin bertanggung jawab saja padamu, tentu saja lelaki itu lebih memilih seorang wanita yang sederajat dengan keluarga pria itu!
Berbagai pemikiran melintas di kepala Julia, membuat dia merasa seperti perempuan bodoh.
Sepertinya pernikahan mereka ini tidak benar, dia harus mengakhirinya, dia bukan lelucon, yang tergoda dengan kekayaan Lucas.
Dia akan mengembalikan uang yang di berikan Lucas lima tahun yang lalu, dia tidak ingin terlibat lagi dengan Lucas.
Bersambung.....
__ADS_1