
Setelah Lucas membawa jalan-jalan istri dan anaknya, kini saatnya mereka untuk pulang ke villa.
Lucas memutuskan tidak kembali lagi ke kantor, dia ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk keluarga kecilnya.
"Pa, lihat! baju itu cantik sekali!" sahut Harry saat mereka melewati toko pakaian khusus anak kecil.
Harry menunjuk pakaian anak lelaki pada sebuah manekin, yang di pajang pada sebuah etalase kaca, di lobby toko pakaian tersebut.
Lucas menoleh melihat pakaian yang di tunjuk putranya itu, dan Lucas pun tersadar, dia belum membelikan sesuatu untuk istri dan putranya itu semenjak mereka tinggal bersama.
"Apakah kamu mau membeli pakaian itu?" tanya Lucas memandang Harry.
Tampak mata anak kecil itu berbinar melihat pakaian yang di pajang tersebut.
"Apakah boleh Pa?" Harry balik bertanya kepada Ayahnya itu.
"Tentu saja boleh, Ayo kita masuk untuk mencobanya!" ujar Lucas melangkahkan kakinya memasuki toko pakaian khusus anak kecil tersebut.
Tapi saat kaki Lucas sudah ingin menginjak lantai pintu lobby, handphonenya berbunyi.
"Papa angkat telepon dulu ya, kamu sama Mama masuk saja lebih dulu, oke?" kata Lucas, lalu menurunkan Harry dari gendongannya.
__ADS_1
"Iya Pa, oke!" jawab Harry dengan patuh.
Julia dan Harry masuk ke dalam toko baju, sementara Lucas menyingkir dari pintu lobby toko, untuk menerima telepon yang masuk ke ponselnya.
Julia dan Harry di sambut pelayan toko pakaian tersebut, yang langsung mengamati Julia dari atas sampai ke bawah.
"Ada yang bisa di bantu Nyonya?" tanya pelayan toko itu dengan nada tidak bersemangat, begitu melihat penampilan Julia yang tidak memakai pakaian mahal.
"Anakku ingin membeli pakaian yang di pajang di etalase itu, apakah ada yang tidak di pajang yang sama persis dengan pakaian itu?" tanya Julia dengan ramah pada pelayan toko pakaian itu, sembari menunjuk pakaian yang dia maksud.
"Nyonya, apakah anda tidak tahu, kalau toko pakaian khusus ini, harga satu pakaian sangat mahal, apakah anda sanggup untuk membayarnya?" sahut pelayan itu tidak menjawab pertanyaan Julia itu.
Pelayan toko tidak ingin melayani Julia, karena dia merasa kalau Julia tidak akan sanggup membayar pakaian itu, sebab Julia terlihat berpenampilan biasa-biasa saja.
"Papaku yang akan bayar, dia lagi menerima telepon sebentar, nanti akan datang untuk membayar pakaiannya!" sahut Harry pada pelayan toko tersebut.
Ternyata Harry memahami apa yang di bicarakan oleh pelayan itu. Wanita itu meremehkan penampilan Ibunya, yang terlihat seperti orang yang tidak punya uang.
Pelayan toko itu spontan menoleh pada Harry, dan berdiri menjulang di depan Harry dengan wajah galaknya.
"Adik kecil, tidak baik berbohong ya! kakak tadi melihat kalian berdua saja yang masuk ke dalam toko, tidak ada seorang pria dewasa, jadi jangan menipu ya!" ujar wanita dengan nada ketus.
__ADS_1
"Hei Nona! kalau anda tidak mau melayani kami, jangan bicara seperti itu kepada anak saya!" sahut Julia marah.
Julia tidak suka melihat cara pelayan toko itu bicara kasar pada putranya, karena apa yang di katakan Harry itu benar apa adanya.
"Maaf Nyonya, silahkan pergi! kami hanya menerima pembelian tunai, tidak pakai credit!" sahut pelayan itu tidak memperdulikan perkataan Julia.
Julia merasa tidak ada guna untuk melawan pelayan itu, dan dia tidak ingin menjelaskan mengenai suaminya yang akan membayar pakaian itu.
Memangnya pelayan itu siapa? harus menjelaskan tentang suaminya seorang pria kaya, agar pelayan itu mau melayani mereka.
Lebih bagus pergi saja dari toko tersebut, kan masih banyak toko lainnya! pikir Julia.
"Ayo nak, kita pergi!" ujar Julia menggenggam tangan Harry untuk pergi dari dalam toko tersebut.
Saat Julia dan Harry melangkah menuju pintu keluar toko, pintu toko terbuka, dan masuklah Lucas ke dalam toko.
Melihat Lucas yang memakai pakaian stelan jas mahal, pelayan toko itu langsung berseru ramah pada Lucas.
"Selamat datang di toko kami Tuan, apakah ada yang saya bantu?" tanya pelayan toko itu dengan suara yang begitu lembut sekali.
Tindakannya itu membuat Julia terbelalak tidak percaya, wanita itu benar-benar melihat penampilan costumer yang datang berbelanja, barulah dia mau melayani orang tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....