Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 39.


__ADS_3

Begitu Lucas melangkahkan kakinya ke dalam toko, merasa heran dengan istri dan anaknya itu melangkah menuju pintu toko.


"Kenapa? kok tidak jadi membeli bajunya?" tanya Lucas, dia tidak memperdulikan sikap ramah pelayan toko, yang datang menyambut kedatangannya memasuki toko tersebut.


"Tidak jadi Pa, penampilan Mama tidak seperti orang kaya, jadi tidak boleh beli baju di toko ini, kata kakak pelayan itu!" sahut Harry dengan polosnya, lalu menudingkan telunjuknya, ke arah pelayan toko yang barusan bicara ramah pada Lucas.


Mendengar apa yang di katakan putranya itu, sontak Lucas dengan cepat menoleh ke pelayan toko tersebut.


Pelayan toko itu langsung pucat, ternyata memang benar wanita yang membawa anak lelaki itu bersama dengan suaminya.


Dan, wanita yang membawa anak lelaki itu memang orang kaya, hanya saja dia tidak berpenampilan seperti orang kaya! pikir pelayan toko itu semakin pucat.


Tatapan tajam Lucas membuat pelayan itu jadi gugup.


"Apakah memang harus orang kaya saja yang belanja di toko ini? anda sungguh lancang meremehkan istri dan anak saya!" sahut Lucas dengan nada tajam pada pelayan itu.


"Maaf Tuan, saya tidak tahu ternyata dia istri anda!" sahut pelayan itu ketakutan.


"Mana pemilik toko ini, cepat panggil kan!" sahut Lucas dengan kencang.


Mendengar suara Lucas yang kencang, beberapa pelayan dan pemilik toko keluar dari sebuah ruangan, dari dalam toko.

__ADS_1


"Ada apa ini?" sahut pemilik toko.


"Apakah memang di toko ini menerima pembeli, harus di lihat dari penampilannya? kalau tidak berpakaian mewah tidak di perbolehkan berbelanja di toko ini?" sahut Lucas memandang wanita yang baru saja bertanya tersebut.


"Tidak Tuan, saya sebagai pemilik toko tidak ada menetapkan hal semacam itu!" sahut wanita itu, yang ternyata adalah pemilik toko.


"Karena istri saya tidak berpakaian mewah, pelayan itu tidak melayani istri saya untuk berbelanja di sini!" sahut Lucas marah.


"Hei! kenapa kamu melakukan hal yang tidak pernah aku perintahkan!" teriak pemilik toko kepada pelayan nya.


"I..itu, maaf Nyonya, aku salah...!"


"Kamu sungguh keterlaluan, terlalu menganggap rendah orang lain, kamu di pecat!" sahut pemilik toko tersebut dengan marah pada pelayannya tersebut.


Tetapi dalam pandangan Lucas tidak seperti itu, pria itu merasa kalau toko tersebut memang khusus menerima pembeli yang berstatus orang kaya saja.


Lucas melihat ada beberapa cctv di pasang di dalam toko, dan di tambah tadi pemilik toko dan beberapa pelayan keluar dari sebuah ruangan dalam toko.


Mereka pasti sedang memantau lewat kamera cctv di dalam ruangan itu.


Dan tindakan pemilik toko langsung memecat pelayannya, dan pura-pura merasa bersalah.

__ADS_1


Lucas melihat sepertinya mereka membuat sebuah drama, untuk mencari perhatian dan menarik perhatian pembeli kaya, untuk menjadi pelanggan tetap toko mereka.


"Bagus, anda sudah memecat pelayan yang tidak profesional seperti dia, kami tidak tertarik lagi untuk berbelanja di toko ini, Ayo sayang!" sahut Lucas, lalu membungkuk untuk mengangkat tubuh putranya, lalu menggendongnya.


Tangan Lucas yang satu lagi merangkul bahu Julia untuk keluar dari toko itu.


"Tuan, tunggu! kenapa tidak jadi berbelanja nya, pakaian di toko saya, kualitas pakaiannya sangat bagus dan nomor satu!" sahut pemilik toko itu bergegas mengejar Lucas yang berjalan menuju pintu toko.


"Saya tidak tertarik lagi!" sahut Lucas dengan cueknya.


Tidak memperdulikan teriakan pemilik toko itu, Lucas terus saja berjalan pergi meninggalkan toko itu bersama Julia dan Harry.


"Kita belanja di tempat lain saja!" kata Lucas setelah mereka meninggalkan toko tersebut.


"Iya Pa, pelayan toko itu jahat sekali, bicaranya terlalu sombong!" sahut Harry sembari memperlihatkan wajah kesal.


Melihat mimik wajah Harry yang kesal, Lucas malah tersenyum.


Wajah Harry terlihat begitu imut mengekspresikan wajah kesalnya, sangat menggemaskan.


Lucas mendaratkan ciumannya pada pipi Harry, dia tidak tahan melihat betapa imutnya putranya itu.

__ADS_1


Harry tersenyum mendapat ciuman dari Ayahnya, dan itu membuat anak kecil itu semakin menggemaskan saja.


Bersambung......


__ADS_2