Gadis Pencuri Hati Ceo

Gadis Pencuri Hati Ceo
Bagian 61.


__ADS_3

Julia mencocokkan menu makanan yang sudah di sajikan di meja, dengan yang ada dalam catatan selembar kertas pesanan yang di pegangnya.


Semuanya sama, hanya saja ada beda tatanan saja.


Julia tahu makanan apa yang di sajikan di atas meja itu, karena makanan itu adalah hasil karyanya, yang kemudian di teruskan kepada Tina.


Dari Tina, kemudian di ajarkan kepada chef pengganti.


"Ini sesuai dengan pesanan, kenapa kamu bisa bilang kalau ini bukan pesanan yang kamu pesan!" sahut Julia.


"Temanku bilang, kalau itu tidak sesuai dengan di buku menu!" sahut Miranda masih saja ngotot, kalau pesanan mereka salah.


"Ini hanya beda tatanan dan bentuk saja, apa kamu tidak pernah makan di restoran, atau memang sengaja mau cari masalah?" sahut Julia memandang Miranda dengan tatapan menyelidik.


"Apa katamu? kamu gadis ingusan, bicara apa kamu? kamu seharusnya bersikap sopan pada pelanggan VIP, karena pelanggan VIP adalah pelanggan khusus yang harus kamu layani dengan baik!" teriak Miranda tidak senang.


"Kamu memang mau cari masalah padaku, apa aku pernah membuat suatu kesalahan padamu?" tanya Julia dengan tajam.


Brak!


Miranda memukul pintu dengan tangannya, lalu melangkah mendekati Julia.


"Ternyata kamu tahu diri juga ya, akhirnya kamu menyadari apa kesalahanmu!" ujar Miranda tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kesalahan apa?" tanya Julia bingung, dia berdiri dengan tenang memandang Miranda.


"Apa aku harus memberitahukan dengan detail padamu, hah!" ujar Miranda sembari tersenyum mengejek pada Julia.


Julia mengangkat bahunya tanda tidak mengerti, kesalahan apa yang dia perbuat pada sepupu Lucas tersebut.


"Aku merasa tidak pernah melakukan hal apapun padamu, kita belum pernah saling kenal, dan aku baru mengenalmu beberapa hari ini saja, jadi apa masalahmu padaku?" tanya Julia dengan tenang.


"Apa kamu pura-pura bodoh, atau memang bodoh? aku dan Lucas sudah begitu lama saling mengenal, dan kami tumbuh bersama dari kecil, siapa kamu datang mengusik hubungan kami?" sahut Miranda dengan menatap tajam pada Julia.


"Apa hubungannya denganku masalah tumbuh bersama kalian? aku merasa tidak mengusik hubungan siapapun!" ujar Julia dengan tenang.


"Tentu saja ada! kamu dasar gadis penggoda, kamu sudah mempengaruhi Lucas, sampai Mamanya sendiri di lawannya untuk membelamu, apa lagi namanya itu, kalau bukan perusak hubungan orang lain?" sahut Miranda mulai meninggikan suaranya lagi.


Sekarang Julia sudah mengerti kenapa Miranda bisa berada di mana-mana, wanita itu sedang berupaya untuk membuat masalah dengannya.


"Dasar perempuan penggoda, untuk apa aku cemburu padamu, sungguh kasihan!" cibir Miranda sambil tersenyum lebar mengejek Julia.


"Begitu Kah? bukankah kamu sekarang ini lagi cemburu padaku, dan sungguh kasihan, karena sedang memprovokasi ku, agar aku menjauhi Lucas?" sahut Julia tersenyum lucu melihat tingkah Miranda yang kekanak-kanakan.


Sementara itu, banyak pasang mata melihat perdebatan mereka, mulai kembali berbisik-bisik membicarakan Miranda.


"Ternyata soal salah pesanan itu, memang di sengaja wanita itu!"

__ADS_1


"Apa kubilang tadi, benar kan, hanya akal-akalan nya saja salah ngasih pesanan, dia mau ngajak ribut pada Bos kita!"


"Cemburu membutakan orang, sampai tidak sadar mempermalukan diri sendiri!"


Mendengar gumaman orang-orang yang melihat perdebatan antara dirinya dengan Julia, memicu Miranda semakin benci pada Julia.


"Apa Lucas tidak menceritakan kepadamu, kalau kami pernah memiliki suatu hubungan, dan dia sangat perhatian padaku, tapi kamu entah datang dari mana, menghancurkan hubungan kami!"


Julia menghela nafas mendengarkan perkataan Miranda tersebut, dia mencoba untuk tidak terpengaruh dengan provokasi Miranda.


"Kalau kamu tidak ingin makan di restoran ku, pergilah dari sini, kamu mengganggu pelanggan lain yang ingin makan!" sahut Julia masih tetap dengan tenang meladeni Miranda.


"Ka..kamu!" mata Miranda melotot memandang Julia, dia merasa tidak senang di usir oleh Julia.


"Panggil petugas keamanan!" sahut Julia tidak perduli dengan tatapan kaget Miranda.


"Tunggu, hei kamu!" teriak Miranda pada Julia, saat seorang sekuriti datang untuk menarik paksa Miranda beserta dua temannya.


Petugas keamanan menarik Miranda dengan paksa, karena Miranda berontak tidak ingin pergi.


Semua mata memandang ke arah Miranda dan ke dua temannya, terutama kepada Miranda.


Petugas menarik Miranda dengan paksa, karena berusaha ingin menghampiri Julia.

__ADS_1


Miranda ingin menampar Julia, karena Julia ternyata berani melawannya, membuat amarah Miranda menggebu-gebu terbakar api cemburunya.


Bersambung.....


__ADS_2